Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Mengenal Sirup Obat Batuk dari India yang Tewaskan 69 Anak di Gambia

Mutiara Tyas Kingkin oleh Mutiara Tyas Kingkin
12 Oktober 2022
A A
obat batuk mojok.co

Ilustrasi anak-anak. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Puluhan anak di Gambia meninggal dunia usai mengonsumsi sirup obat batuk asal India. Menanggapi adanya kasus ini BPOM telah bergerak untuk melakukan pengawasan langsung terhadap sirup obat batuk yang beredar di Indonesia. 

Puluhan anak di Gambia, Afrika Barat, meninggal akibat mengonsumsi obat batuk sirup yang diproduksi oleh Maiden Phaimaceusticals, India.  Menteri Kesehatan Gambia Ahmadou Lamin Samateh mengumumkan, korban meningkat menjadi 69 anak setelah sebelumnya berjumlah 66 anak yang terkontaminasi obat batuk tersebut.

Kepala WHO, Tedros Adhanom, mengatakan ada empat produk sirup obat flu dan batuk yang mengakibatkan gagal ginjal dan kematian anak-anak di Gambia yaitu, Promethazine Oral Solution, Kofexnalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan MaGrip N Cold Syrup.

“Semua batch produk ini harus dianggap tak aman sampai mereka bisa dianalisis oleh Otoritas Regulasi Nasional yang revelan,” dalam keterangan yang disampaikan oleh WHO.

Anak-anak yang mengonsumsi sirup obat batuk tersebut mengalami masalah ginjal selama tiga sampai lima hari. Korban juga mengalami beberapa gejala seperti sulit buang air kecil, demam, muntah sebelum dilaporkan meninggal dunia. Sirup obat ini mengandung parasetamol, yang dikenal sebagai obat penghilang rasa sakit, salah satunya demam pada anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan peringatan soal konsumsi sirup obat flu dan batuk buatan India tersebut. Selain itu, WHO juga sudah menghubungi regulator obat nasional India pada 29 September lalu untuk melakukan penyelidikan.

Analisis laboraturium WHO, menemukan adanya bahan berbahaya yang terkandung dalam obat batuk tersebut, seperti dietilen glikon dan etilen glikol. Kedua bahan kandungan tersebut bisa menyebabkan gagal ginjal akut.

“Sampai saat ini, pabrikan yang disebutkan belum memberikan jaminan kepada WHO tentang keamanan dan kualitas produk ini,” tambah WHO.

Dalam keterangan lanjutan, Organisasi Pengawasan Standar Obat India menerangkan, obat-obatan yang terkontaminasi tersebut hanya dikirim produsen ke Gambia. Kemudian, kementrian kesehatan Gambia juga meminta rumah sakit untuk menghentikan penggunaan sirup parasetamol.

Menyikapi adanya informasi tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melakukan pengawasan langsung mengenai kekhawatiran obat batuk yang menjadi penyebab meninggalnya anak-anak di Gambia.  Mereka melakukan pengawas rutin dilakukan pada produk yang beredar.

“BPOM melakukan pengawasan secara komprehensif pre market dan post market. Terhadap keempat produk yang diberitakan di Gambia, BPOM telah melakukan penelurusan data dan diketahui bahwa keempat produk tersebut tidak terdaftar di Indonesia,” ungkap BPOM RI dilansir dari detik.com.

Penulis: Mutiara Tyas Kingkin
Edtor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pakar Ungkap Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Berbahaya

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2022 oleh

Tags: anak-anakindiaobat batuk
Mutiara Tyas Kingkin

Mutiara Tyas Kingkin

Magang Mojok

Artikel Terkait

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura
Urban

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Fisioterapi: Tangan-Tangan di Belakang Layar yang Jadi Kunci Prestasi Atlet Para-Badminton.MOJOK.CO
Ragam

Pijatan Berhadiah Kemenangan: Tangan-Tangan di Belakang Layar yang Jadi Kunci Prestasi Atlet Para-Badminton

3 November 2025
Jagadesh Dilli, atlet para-badminton yang bermain dengan kaki palsu di ajang Polytron Para Badminton International 2025 di GOR Manahan, Solo MOJOK.CO
Sosok

Solo Rasa India: Cerita Kaki Palsu Kesayangan Antar Bocah India ke Babak Hidup yang Tak Terbayangkan

1 November 2025
Gara-gara Kakek dari India, buka nasi biryani MOJOK.CO
Kuliner

Gara-gara Kakek dari India, Suami Istri Buka Rumah Makan Nasi Biryani di Jogja

9 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.