Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Pakar Ungkap Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Berbahaya

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Oktober 2022
A A
polisi tembakkan gas airmata kedaluwarsa tragedi kanjuruhan yang mewaskan aremania ada indikasi pelanggaran ham mojok.co

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pras)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Polri mengakui bahwa gas air mata yang ditembakkan di Stadion Kanjuruhan telah kedaluwarsa. Pihak kepolisian menampik hal itu bisa berakibat fatal. Namun, pandangan ini berbeda dengan beberapa pakar yang mengatakan hal itu justru  lebih berbahaya.

Polri akhirnya mengakui aparat keamanan menggunakan gas air mata yang telah kedaluwarsa dalam Tragedi Kanjuruhan. Dalam konferensi pers di Gedung TNCC Mabes Polri, Senin (10/10/2022) kemarin, Irjen Pol. Dedi Prasetyo menunjukkan tiga jenis selongsong gas air mata yang digunakan dalam tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut.

Iklan

Kendati demikian, Dedi mengklaim bahwa gas air mata yang telah kedaluwarsa itu tidak berbahaya. Ia mengungkapkan, senyawa dalam gas air mata berbeda dengan makanan. Menurutnya, jika gas air mata memasuki masa kedaluwarsa, maka kadar zat kimianya justru semakin menurun.

“Jadi kalau sudah expired justru kadarnya dia berkurang zat kimia, kemudian kemampuannya juga akan menurun,” ujar Dedi.

“Kalau makanan ketika kedaluwarsa itu ada jamur, ada bakteri yang bisa mengganggu kesehatan. Kebalikannya dengan zat kimia atau gas air mata ini, ketika dia expired justru kadar kimianya berkurang,” kata dia.

Lebih lanjut, ia juga menolak bahwa tewasnya 131 jiwa di Tragedi Kanjuruhan adalah akibat gas air mata. Ia menyebut bahwa para korban yang meninggal akibat kekurangan oksigen.

“Para korban tewas ini karena kekurangan oksigen,” tukasnya.

Kendati diklaim tidak berbahaya oleh polisi, nyatanya gas air mata yang sudah kedaluwarsa justru lebih mematikan. Guru Besar UI Tjandra Yoga Aditama menyebut, dampak gas air mata—terlebih yang memasuki masa expired—dapat menyebabkan dampak kronik berkepanjangan.

Akademisi Universitas YARSI ini menjelaskan, secara instan gas air mata akan bikin mata perih, pandangan kabur, muka panas, rasa tercekik, hingga asma. Sementara untuk jangka panjang, dapat menyebabkan dampak kronis yang berkepanjangan.

“Dampak akutnya di paru-paru dan saluran napas. Dalam keadaan tertentu menyebabkan respiratory distress (gawat napas),” paparnya, dikutip dari Kumparan.

Lebih jauh, terkait korban tewas di Kanjuruhan, ia menyebut dampak gas air mata menjadi semakin fatal karena digunakan di ruangan tertutup.

Efek lebih berbahaya gas air mata kedaluwarsa juga ditegaskan oleh ahli kimia Bolivar University, Venezuela, Monica Krauter. Ia telah menganalisis ribuan selongsong gas air mata yang digunakan aparat militer Venezuela selama aksi demonstrasi tahun 2014, 72 persen di antaranya telah kedaluwarsa.

Dalam temuannya, Krauter menyebut bahwa gas air mata yang telah kadaluarsa akan terurai menjadi gas-gas berbahaya seperti nitrogen, fosgen, dan sianida. Artinya, alih-alih efeknya berkurang, gas air mata yang kedaluwarsa justru lebih mematikan.

“Gas hasil uraian gas air mata kadaluarsa bersifat racun bagi tubuh,” papar Krauter, seperti dikutip dari National Geographic Indonesia.

Jika hanya terpapar dalam jumlah kecil, kata Krauter, efek samping gas-gas ini memang mudah diatasi. Namun, dalam jumlah banyak akan sangat berisiko bagi tubuh.

Ia menyontohkan gas fosgen, kandungan kimia paling berbahaya di antara ketiganya. Senyawa ini tidak berwarna dan berbau sehingga sulit dideteksi. Jika terlalu sering terpapar senyawa ini, ia dapat menyebabkan sesak nafas, batuk parah, hingga paling buruk disfungsi jantung.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Temuan Penting Investigasi Kanjuruhan dari TGIPF, KontraS, dan LBH Surabaya

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2022 oleh

Tags: gas air matatragedi kanjuruhan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
10 Pelanggaran HAM yang Diabaikan Pemerintah Indonesia MOJOK.CO

Menolak Lupa 10 Pelanggaran HAM yang Diabaikan Pemerintah Indonesia

9 Juli 2024
Malang dan 3 Tesis yang Saya Bongkar Kebenarannya MOJOK.CO

Membuktikan 3 Tesis yang Sukar Disangkal Kebenarannya Terkait Malang, Bakso, Rawon, dan Aremania

4 Januari 2024
Tragedi Kanjuruhan Tragedi yang Ingin Dilupakan Pemerintah MOJOK.CO

Tragedi Kanjuruhan 1 Tahun: Ketika Pemerintah dan Aparat Ingin Masyarakat Indonesia Melupakan Tragedi yang Merenggut 135 Nyawa!

1 Oktober 2023
Kerusuhan suporter setelah Tragedi Kanjuruhan mojok.co

5 Kericuhan Suporter di Indonesia Pasca-tragedi Kanjuruhan

8 Agustus 2023
Kartu Merah untuk Indonesia dari FIFA yang Nggak Punya Power di Tragedi Kanjuruhan. MOJOK.Co

Kartu Merah untuk Indonesia dari FIFA yang Nggak Punya Power Mencoret Israel

1 April 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.