Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Melacak Rumah Singgah Sukarno di Patangpuluhan Jogja, Paling Dicari Belanda Saat Agresi Militer I

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
11 September 2023
A A
Melacak Rumah Singgah Sukarno di Patangpuluhan Jogja, Paling Dicari Belanda Saat Agresi Militer I MOJOK.CO

Rumah singgah Sukarno pada 1940-an

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Situasi mencekam di rumah Purbonidingrat selama pengungsian

Menurut penuturan Siti Ismusilah (putri Prof. Ir. Purbodiningrat), saat itu Bung Karno turut serta membawa istri, Fatmawati, beserta kedua anaknya, Guntur Soekarno Putra dan Megawati Soekarno Putri.

Sukarno dan keluarganya menempati kamar di timur ruang tengah, memakai dipan milik istri Purbodiningrat, Siti Aminah. Rumah ini kemudian juga berfungsi sebagai istana darurat Presiden Sukarno. Rapat-rapat darurat dengan pemimpin politik lain berlangsung di sini kendati pihak Keraton telah menyediakan gedung-gedung kementerian.

Iklan

“Ayah saya tiap malam itu sampai nggak bisa tidur. Kalau malam selalu rapat. Saya pernah lihat Sutan Sjahrir waktu itu,” ujar Ismusilah dalam wawancara dengan Historia.id.

Landasan Udara Adisutjipto kala itu menjadi sasaran serangan Belanda kala itu. Lumiadji, putra pertama Purbodiningrat, bercerita kalau ketika ada serangan di sana suaranya terdengar sampai ke rumah. Kala itu, tiada hari tanpa kepanikan lantaran pesawat Belanda kerap mondar-mandir melintas di atas rumah.

“Kalau ada bunyi sirine atau pesawat yang terbang di atas, kami langsung bersembunyi di bawah apa saja,” tutur Lumiadji.

Kisah tersebut sejalan dengan cacatan autobiografi istri Sukarno yang bertajuk Fatmawati Catatan Kecil Bersama Bung Karno. Di situasi mencekam tersebut, ia tiarap sambil menggendong Guntur kecil di bawah wastafel saking takutnya kejatuhan bom dari pesawat Belanda.

“Ayah saya sudah berpikir kalau kami semua pasti mati. Tapi kok ternyata endak,” kata Ismusillah.

Pindah dari rumah ke rumah demi menghindari Belanda

Persinggahan Sukarno di rumah Jalan Patangpuluhan hanya berlangsung seminggu. Ia khawatir tempat persembunyiannya tersebut tercium mata-mata Belanda. Kemudian, ia menginap di rumah Raden Sigit Prawiro. Salah satu petinggi Asuransi Bumiputera.

Sukarno dan keluarga kemudian berpindah dari rumah sejawat ke sejawat lain untuk sembunyi. Kesialan baru terjadi pada Agresi Militer II, Desember 1948. Ia tertangkap Belanda lalu diasingkan Sumatera Utara, tepatnya di Berastagi dan Parapat.

Pada 2013, publik sempat dihebohkan dengan kemunculan rumah ini salah satu e-commerce. Pemilik rumah kala itu hendak menjual rumah tersebut. Beruntung saat ini rumah tersebut masih utuh dan menjadi salah satu rumah yang ditetapkan sebagai warisan cagar budaya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menelusuri Jejak Masa Kecil Soeharto di Wonogiri
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 11 September 2023 oleh

Tags: Bung KarnoJogjarumah soekarnoSoekarno
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.