Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Menelusuri Asal-usul Keraton Yogyakarta pada Gundukan Setinggi 10 Meter, Lokasinya di Sleman

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 September 2023
A A
asal usul kraton yogyakarta mojok.co

Gunung Gamping (bksdajogja.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah gundukan setinggi 10 meter yang berada di wilayah Sleman, dipercaya menjadi cikal bakal berdirinya Keraton Yogyakarta. Lokasinya tak jauh dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sekitar 10 menit berjalan kaki.

Secara administratif, lokasi gundukan tersebut terletak di Ambarketawang, Gamping, Sleman. Masyarakat setempat menyebut gundukan tersebut dengan nama Gunung Gamping. Memiliki sebutan demikian karena gundukan tersebut memang berwujud batu kapur, yang dalam bahasa Jawa memiki nama lain, “gamping”.

Dahulu, gunung ini menjulang tinggi. Namun, karena terus mengalami pengerukan untuk memenuhi kebutuhan industri kapur pada masa kolonial Hindia Belanda, ia makin habis dan kini hanya tersisa seperti gundukan saja. Lantas, mengapa gundukan ini jadi cikal bakal berdirinya Keraton Yogyakarta yang kita kenal sekarang ini?

Bahan bangunan Keraton Yogyakarta

Melansir Monolit Yogyakarta (2017) yang Balai KSDA Jogja terbitkan, keberadaan Gunung Gamping menjadi penting bagi asal-usul Keraton Yogyakarta karena dua hal. Pertama, bahan bangunan keraton berasal dari sini. Dan kedua, sambil menunggu pembangunan selesai, lokasi ini menjadi “keraton sementara”.

Singkatnya, setelah adanya Perjanjian Giyanti (1755), Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua: Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogja. Pangeran Mangkubumi sebagai pemimpin pertama Kesultanan Jogja saat itu belum mempunyai keraton sebagai pusat pemerintahan.

Ia pun berencana membangun keraton, yang hari ini menjadi Keraton Yogyakarta seperti yang kita kenal. Namun, sebelum pembangunan keraton selesai, pada 9 Oktober 1755 ia memerintahkan Adipati Jayaningrat untuk membuat pesanggrahan atau keraton sementara di suatu tempat yang bernama Ambarketawang

Dari Pesanggrahan Ambarketawang inilah, Mangkubumi menjalankan pemerintahannya. Bahkan, bahan bangunan untuk pembangunan keraton sebagian besar berasal dari Pesanggrahan Ambarketawang ini—yang dahulu memang berupa bukit kapur.

Bukit kapur itulah yang kini menjadi Gunung Gamping seperti yang kita kenal sekarang.

Halaman selanjutnya…

Masih jadi petilasan Sultan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 September 2023 oleh

Tags: gunung gampingKerajaan Mataramkeraton YogyakartaYogyakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO
Liputan

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
Dari keterangan Polresta Yogyakarta: Kantor scammer berbasis love scam di Gito Gati, Sleman, raup omzet puluhan miliar perbulan MOJOK.CO
Aktual

Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno

7 Januari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Esai

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang?

18 Desember 2025
Starcross Membuktikan bahwa Nilai Kreativitas dan Komunitas Lebih Kuat dari Tren yang Datang dan Pergi
Video

Starcross Membuktikan bahwa Nilai Kreativitas dan Komunitas Lebih Kuat dari Tren yang Datang dan Pergi

8 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.