Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

Redaksi oleh Redaksi
14 Februari 2026
A A
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO

Umat hindu merayakan ibadah untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. (Dok. InJourney)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa itu akhirnya diadakan di Indonesia untuk pertama kali. Mahashivaratri yang merupakan penutup dari rangkaian acara Prambanan Shiva Festival 2026 ini akan dihelat pada 15–16 Februari 2026 mendatang di Lapangan Wisnu, Taman Wisata Candi Prambanan.

Dalam perayaan itu, 1008 dipa (pelita) nanti akan menyala di sekitaran Lapangan Wisnu Candi Prambanan. Suasana pun semakin khidmat dengan kumandang musik dari damaru—simbol persatuan umat dalam doa. Menambah kegiatan meditasi mendalam demi kedamaian dan kesejahteraan di dunia (Jagadhita).

Iklan

Hari suci terpenting umat Hindu dirayakan di Candi Prambanan

Mahashivaratri yang merupakan rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026 ini juga didukung oleh Pertamina Patra Niaga dan bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Perayaan ini merupakan momentum refleksi mendalam, penyucian jiwa, dan penguatan kebersamaan melalui rangkaian ritual sakral yang memadukan seni, budaya, dan spiritual nilai agung Candi Prambanan.

Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan Mahashivaratri merupakan salah satu hari suci terpenting bagi umat Hindu di seluruh dunia. Malam itu akan diperingati sebagai momen pemujaan kepada Dewa Shiva, Sang Pelebur, dan sumber kesadaran tertinggi dalam ajaran Hindu.

Di Indonesia, perayaan Mahashivaratri memiliki makna yang semakin kuat ketika dilaksanakan di kompleks Candi Prambanan yang merupakan kawasan candi Hindu terbesar di Indonesia.

Suasana Mahashivaratri. MOJOK.CO
Suasana Mahashivaratri di Candi Prambanan. (Dok. InJourney)

“Mahashivaratri adalah malam refleksi bagi umat untuk merenungkan perbuatan yang telah dilakukan. Bunyi damaru (gendang kecil Siwa) yang mengiringi ritual melambangkan menggugah umat untuk bangun dari ‘tidur spiritual’ dan mulai melangkah di jalan kebijakan,” jelas Nyoman dikutip dari keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).

“Mahashivaratri menjadi momentum transformasi bagi setiap individu untuk melepaskan beban masa lalu dan lahir kembali dengan kesadaran yang lebih jernih dan bijaksana,” lanjutnya.

Rangkaian ritual Mahashivaratri ditutup dengan 1008 dipa

Mahashivaratri 2026 akan menghadirkan parade budaya dari Candi Kedulan sampai ke Candi Prambanan. Barisan para pendeta yang membawa asap suci, panji-panji, tombak, benda sakral, dan shivalinga. Kirab juga membawa air suci dari 36 provinsi dan 9 candi Nusantara yang telah disakralisasi oleh 35 Sulinggih dari seluruh Indonesia. 

Sementara itu, prosesi Maha Gangga Tirta Gamana, di mana air dipersatukan sebagai simbol pemurnian diri dan harmoni semesta tersimpan makna tentang keterhubungan manusia, alam, dan spiritualitas. ini sebagai simbol pembersihan diri dari segala kekotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Memasuki inti ritual, umat akan mengikuti persembahyangan Abhisekam atau upacara penyucian candi yang terdiri dari Abhisekam Mahashivaratri sebagai ritual persembahan puncak serta dilanjutkan dengan Abhisekam 4 dan Abhisekam 5 yang merupakan persembahyangan hingga fajar menyingsing. 

Suasana magis akan dihadirkan melalui Festival Dhipa dengan 1008 dipa yang dinyalakan secara serentak diiringi bunyi damaru yang menggetarkan sukma. Kemegahan visual juga akan dihadirkan melalui atraksi video mapping yang membalut candi dengan teknologi cahaya, di area concourse dengan dekorasi yang menambah kekhusyukan suasana. 

Umat Hindu. MOJOK.CO
Umat Hindu merayakan ibadah suci. MOJOK.CO

“Melalui nyala dipa ini, manusia diingatkan untuk kembali pada keseimbangan hidup. Filosofi tiga sisi dipa mencerminkan energi Trimurti: Dewa Brahma sebagai penghasil cahaya awal, Dewa Wisnu sebagai penjaga harmoni dan kasih agar cahaya tetap hidup, serta Dewa Shiva yang melebur kegelapan untuk menuntun manusia menuju kesadaran diri tertinggi,” lanjutnya.

Wisatawan dapat berpartisipasi dalam penyalaan 1008 dipa pada Minggu, (15/2/2026) pukul 20.00 WIB dengan tiket seharga Rp85 ribu yang sudah mencakup fasilitas dipa dan gelang nawadatu. Tersedia pula paket khusus seharga Rp159 ribu untuk dua orang dan Rp299 ribu untuk empat orang, guna mendorong kehadiran keluarga dan komunitas dalam merayakan malam penyucian di Candi Prambanan.

Pentingnya Mahashivaratri sebagai pembersihan jiwa

Mahashivaratri diselenggarakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak, di antaranya Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimas Hindu, dan Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, Kementerian Kebudayaan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan InJourney Destination Management.

Wakil Menteri Pariwisata RI  Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa perayaan Mahashivaratri dalam Prambanan Shiva Festival menjadi ruang pemujaan, wadah edukasi, toleransi, harmoni, dan penguatan identitas Hindu Nusantara. 

“Perayaan ini merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami, dan dihormati. Kami melihat ini sebagai harmonisasi antara pelestarian cagar budaya dan penguatan narasi kebangsaan melalui jalur spiritualitas,” ungkapnya.

Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tanaya menekankan pentingnya makna Mahashivaratri bagi umat Hindu. Kehadiran 33 Sulinggih dalam prosesi sakralisasi air suci menambah simbol penyatuan energi Nusantara. 

Prambanan Festival. MOJOK.CO
Cara mendapatkan gelang. (Dok. InJourney)

“Prosesi Mahashivaratri ini adalah wujud nyata dari pembersihan jiwa secara kolektif. Air suci dari sembilan candi dan doa-doa para tokoh suci menjadi momentum untuk hadirkan kedamaian dan kejernihan pikiran bagi seluruh umat. Kami mengajak seluruh umat untuk merenung dan menyucikan diri di candi agung ini, mempererat persaudaraan tanpa sekat,” jelasnya.

Iklan

Candi Prambanan adalah episentrum Hindu Nusantra

Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan mengatakan bahwa Candi Prambanan sebagai episentrum Hindu Nusantara yang penuh makna. 

Selain itu, Candi Prambanan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Mahashivaratri perdana ini juga  menjadi momentum ‘pulang ke rumah’ bagi umat serta diharapkan turut mendukung peningkatan sakralitas Shivagrha sesuai dengan hakikat pembangunannya.

“Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kesakralan ini dibalut dalam semangat inklusivitas. Kami membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk mengagumi keagungan ini, menghadirkan ruang untuk menghargai tradisi kuno dan modern bertemu,” kata Febrina.

Kami ingin menunjukkan bahwa kemegahan Prambanan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan yang lebih harmonis dan terbuka bagi siapa saja,” pungkasnya.

BACA JUGA: Candi Kimpulan, Peninggalan Hindu di Kompleks Universitas Islam Indonesia

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2026 oleh

Tags: candi prambananfestival HinduJogjaMahashivaratritradisi HinduYogyakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.