Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Candi Kimpulan, Peninggalan Hindu di Kompleks Universitas Islam Indonesia

Kenia Intan oleh Kenia Intan
16 Oktober 2023
A A
Candi Kimpulan di Kompleks UII MOJOK.CO

Candi Kimpulan di Kompleks UII (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa tahun silam sebuah candi Hindu bernama Candi Kimpulan ditemukan di sisi utara Jogja. Penemuan yang tidak sengaja itu menyita perhatian karena berlokasi di kompleks Universitas Islam Indonesia (UII). Tempat civitas UII berkegiatan sehari-hari. 

Pada 11 Desember 2009 pagi hari, para pekerja konstruksi tengah menggali, mengaduk, dan mengeruk di salah satu titik di kompleks UII Yogyakarta. Mereka sedang membuat pondasi untuk proyek pembangunan perpustakaan. Para pekerja konstruksi terkejut ketika eskavator terantuk sebuah batu berbentuk unik. 

Iklan

Mereka kemudian melakukan penggalian secara lebih berhati-hati. Kecurigaan bahwa batu tersebut bukan batu biasa semakin menguat. Para pekerja konstruksi kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak kampus. UII melanjutkannya dengan melapor ke kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta (BP3 DIY). Saat ini kantor itu bernama Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY). 

Tim ahli kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka melakukan survei lapangan hingga ekskavasi atau penggalian. Kesimpulannya, struktur batu mencurigakan itu adalah struktur candi. Akhirnya segala aktivitas pembangunan pondasi perpustakaan berhenti untuk sementara waktu. Berbagai pihak sepakat untuk menyelamatkan peninggalan sejarah terlebih dahulu. 

Candi Kimpulan di tengah kampus Islam

Selama ini Candi yang terletak di kompleks kampus itu lebih terkenal sebagai Candi UII. Namun sebenarnya, candi ini memiliki nama lain yakni Candi Kimpulan. Penamaannya bersumber dari nama dusun di mana candi itu berada, yakni Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. 

Candi Kimpulan terdiri atas satu buah candi induk dan candi perwara. Candi induk berdenah bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter. Sementara candi perwara berdenah persegi panjang berukuran 4 x 6 meter. Di sisi barat dan selatan terdapat susunan batu gundul setebal 1,2 meter. Susunan batu itu berjarak 11,2 meter dari lingga patok pusat.

Di dalam candi induk ditemukan arca Ganesa, lingga dan yoni, serta wadah gerabah di bawah cerat yoni. Di dalam candi perwara ditemukan arca Nandi, dua buah lapik padma yang mengapit arca Nandi, lingga, dan yoni.

Candi yang terkubur sekitar 5 meter di bawah tanah itu merupakan candi Hindu Siwaistik. Melihat gaya ukiran dan arca, Candi Kimpulan kemungkinan dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Tepatnya, sekitar abad ke-9 sampai ke-10. Arsitektur Candi Kimpulan sebenarnya tidak lazim, berbeda dengan gaya candi-candi yang lazim berada di kawasan ini.

Fungsi bangunan candi ini memang belum diketahui secara pasti. Namun, candi ini dapat dipastikan berlatar belakang agama Hindu. Ini terlihat dari unsur-unsur aspek simbol dewa yang disederhanakan dalam satu ruang. Temuan lingga-yoni, arca Ganesa, dan arca Nandi membuktikan hal ini.

Baca halaman selanjutnya…

Kemungkinan candi-candi lain

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2023 oleh

Tags: candicandi kimpulanUIIUniversitas Islam Indonesia
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co
Eksplor

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO
Sekolahan

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Liburan di Candi. MOJOK.CO
Hiburan

Kejutan di Awal Tahun 2026 untuk 5 Wisatawan Pertama Taman Wisata Candi

1 Januari 2026
Campus League 2025: Gol Detik Akhir yang Bawa Dahlan Muda Raih Peringkat Ketiga MOJOK.CO
Kabar

Campus League 2025: Gol Detik Akhir yang Bawa Dahlan Muda Raih Peringkat Ketiga

12 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.