Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Menelisik Kisah Wahyono, Korban Petrus Pertama di Jogja yang Geng-nya Suka Godain Bakul Gudeg

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
1 September 2023
A A
korban petrus mojok.co

Ilustrasi Korban Petrus Pertama di Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rezim Orde Baru melakukan operasi Petrus sepanjang tahun 1982-1985. Mereka menargetkan para gali yang konon mengganggu ketertiban masyarakat. Korban pertama Petrus ada di Jogja.

Sepanjang 1983, berita ditemukannya mayat yang bergeletakkan di tepi jalan, di bawah jembatan, atau di area persawahan, sudah menjadi keseharian bagi warga Jogja. Kebanyakan dari mereka kondisinya dalam keadaan babak belur. Dan yang pasti, orang-orang tak bernyawa ini memiliki tato di atas kulitnya.

Memang, periode 1980-an menjadi masa di mana penembakan misterius alias “Petrus” mencari mangsanya. Operasi yang pemerintah klaim untuk “menjaga stabilitas masyarakat dari premanisme” ini kabarnya pertama kali muncul di Jogja.

Wahyono, gali asal Jogja, dianggap sebagai korban pertama Petrus. Ia merupakan satu dari 8 ribu lebih orang yang nyawanya hilang dalam operasi yang pemerintah Orde Baru lakukan sepanjang 1982-1985.

Mula-mula Petrus di Jogja

Petrus merupakan operasi rahasia pemerintah Orde Baru dalam merespons tingginya angka kriminalitas jalanan, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah pada 1980-an. Para korban sendiri umumnya merupakan orang-orang bertato, yang pihak keamanan afiliasikan dengan preman, serta para residivis.

Di Jogja sendiri, operasi Petrus bermula saat Komandan Kodim Jogja Letkol  M. Hasbi melancarkan operasi pemberantasan kejahatan (OPK). Mengutip harian Kedaulatan Rakyat edisi 5 April 1983, kala itu Hasbi memberi ultimatum kepada semua kelompok penjahat atau gali untuk menyerahkan diri.

”Kepada semua penjahat, baik perorangan maupun yang menggabungkan diri dalam geng atau kelompok tertentu agar segera menyerahkan diri kepada alat negara,” seru Hasbi dalam imbauannya.

Namun, beberapa malam sebelum Hasbi melancarkan ultimatumnya, terdengar serentetan tembakan di kompleks Rehabilitasi Sosial Sanggrahan (kini jadi Terminal Giwangan) pada pukul 10 malam. Paginya, mayat bos gali di Jogja, Wahyono, ditemukan tergeletak di tengah jalan.

Yustina Devi Ardhiani dalam penelitiannya berjudul “Potret Relasi Gali-Militer di Indonesia” menemukan, setelah kematian Wahyono, banyak kelompok yang bersolidaritas. Saat itu, pelayat datang dari berbagai daerah seperti Solo dan Semarang.

Solidaritas tersebut, kata Yustina, adalah bentuk operasi lain untuk memancing para gali keluar dari sarangnya. Sebab, dalam pandangan Hasbi, para pelayat juga merupakan gangster yang terafiliasi dengan Wahyono.

Konon, para pelayat yang datang difoto oleh para intel untuk kemudian menjadi target-target Petrus berikutnya. Benar saja, setelah kematian Wahyono, bos-bos gali seperti Surgiyanto alias Kojur, Joko Tuko alias Tutuko, Mursio alias Manuk, Edi Widiarso, hingga Slamet Gaplek tewas di malam-malam berikutnya.

Berawal dari laporan bakul gudeg

Ada banyak versi yang menyebut terkait alasan pemberlakukan OPK di Jogja. Salah satu versi menyebutkan bahwa OPK berawal dari laporan bakul gudeg.

Sebelum tewasnya Wahyono, seorang pejabat berkunjung ke warung gudeg langganannya yang konon penjualnya adalah salah satu demenannya. Bakul gudeg ini kemudian melapor kalau hampir tiap malam, mendapat gangguan oleh kelompok gali. Kebetulan, daerah tersebut merupakan wilayah kekuasaan kelompok Wahyono.

Meski demikian, versi resmi yang pihak militer Jogja ungkap menyebutkan bahwa “perang” terhadap gali ini adalah upaya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.

Iklan

Caranya, para gali mereka berikan shock therapy—dengan pembunuhan diam-diam dan membuang mayatnya di sepanjang jalan. Operasi ini rencananya hanya akan berlangsung tiga minggu. Selanjutnya, para gali diminta untuk menyerahkan diri dan kemudian “dibina” di dinas sosial.

Terlepas dari apapun versinya, yang jelas Petrus merupakan salah satu kejahatan HAM masa lalu yang penyelesaiannya belum kelar hingga hari ini. Presiden Jokowi sendiri memasukan Petrus sebagai satu dari 12 pelanggaran HAM berat dalam pidatonya awal tahun ini.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kisah 3 Korban Petrus selama OPK Jogja 1983-1984
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 1 September 2023 oleh

Tags: HamKorban PetrusPelanggaran HAMpetrus
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Alasan Soeharto tak layak dapat gelar pahlawan, referensi dari buku Mereka Hilang Tak Kembali. MOJOK.CO
Kabar

Buku “Mereka Hilang Tak Kembali”, Menyegarkan Ingatan bahwa Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan, tapi Harus Diadili

1 November 2025
pam swakarsa, militer.MOJOK.CO
Fragmen

Riwayat Pam Swakarsa, Tukang Gebuk Bayaran Tentara yang Berupaya Dihidupkan Kembali. Ancaman Serius bagi Demokrasi

5 September 2025
Belajar Bahasa Inggris Cocok untuk Atlet Brain Rot kayak Kamu MOJOK.CO
Esai

Belajar Bahasa Inggris Adalah Tahap Awal untuk Memanusiakan Diri bagi Atlet Brain Rot seperti Saya

10 Juni 2025
Sanggrahan Jogja: Dulu Kampung Prostitusi, Kini Jadi Kampung Takwa
Video

Sanggrahan Jogja: Dulu Kampung Prostitusi, Kini Jadi Kampung Wisata

15 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.