Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ma’ruf Amin Meminta India Mencontoh Indonesia Dalam Toleransi Beragama

Redaksi oleh Redaksi
5 Maret 2020
A A
ma'ruf amin
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta India mencontoh Indonesia dalam membangun toleransi dan moderasi beragama.

Konflik sektarian horizontal yang melibatkan dua kelompok umat beragama, Islam dan Hindu, di India pasca Pengesahan Amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan India pada Desember lalu mendapatkan banyak perhatian dari dunia internasional. UU tersebut memang kontroversial dan oleh banyak pihak dianggap mendiskrimasi warga Muslim

Per akhir Februari kemarin, jumlah korban tewas akibat kerusahan dan bentrokan sudah mencapai 27 orang. Jumlah korban yang mengalami luka-luka pun sudah mencapai ratusan. Jumlah tersebut berpotensi masih akan terus bertambah mengingat kerusuhan masih terus terjadi di beberapa titik.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar pun tentu ikut bersuara.

Menteri Agama Fachrul Razi beberapa waktu yang lewat mengaku prihatin dan mengecam keras terhadap peristiwa kekerasan yang terjadi di India. Dirinya meminta kepada segenap pemeluk agama di Indonesia tidak merusak nilai-nilai kemanusiaan dan sejauh mungkin menghindari kekerasan.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta India untuk bisa mencontoh Indonesia.

“Kita menginginkan agar India bersikap seperti kita Indonesia yaitu membangun toleransi, moderasi di dalam beragama. Sebagai negara yang sama-sama majemuk, saya harap India itu seperti yang kita lakukan,” terang Ma’ruf Amin di Kantor Wakil Presiden pada 4 Maret yang lalu.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin juga meminta kepada seluruh pemeluk agama di dunia bisa bersikap moderat. Menurutnya, itu adalah cara terbaik untuk bisa meredam konflik-konflik utamanya yang berbasis agama.

“Tak hanya bisa rukun tapi bisa merukunkan konflik-konflik di dunia yang terjadi. Saya kira itu konsep kita. Kita ingin negara lain seperti Indonesia lah,” terang Ma’ruf Amin.

Pernyataan Ma’ruf Amin tersebut dianggap cukup ironi, mengingat di Indonesia sendiri, angka kekerasan berbasis agama sebenarnya juga masih sangat tinggi.

Koordinator KontraS, Yati Andriyani, akhir tahun lalu sempat mengatakan bahwa pihaknya banyak menerima dan menelusuri laporan soal kekerasan atas nama agama selama lima tahun terakhir.

“Dalam pemenuhan hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan, kami menemukan bahwa angka kekerasan yang mengatasnamakan agama masih tinggi,” terang Yati dalam laporan resmi yang dirilis oleh KontraS.

KontraS pun merinci mayoritas pelaku kekerasan dilakukan oleh sesama masyarakat sipil (163 kasus), kemudian Pemerintah (177 kasus), Ormas (148 kasus), dan Polisi (92 kasus).

Yah, negara kita memang punya kemampuan yang baik untuk melihat jauh ke depan dan ke luar, tapi sering tidak melihat jauh ke dalam.

Iklan

ma'ruf amin

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2020 oleh

Tags: indiaIndonesiaMa’ruf Amin
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura
Urban

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
Fisioterapi: Tangan-Tangan di Belakang Layar yang Jadi Kunci Prestasi Atlet Para-Badminton.MOJOK.CO
Ragam

Pijatan Berhadiah Kemenangan: Tangan-Tangan di Belakang Layar yang Jadi Kunci Prestasi Atlet Para-Badminton

3 November 2025
Jagadesh Dilli, atlet para-badminton yang bermain dengan kaki palsu di ajang Polytron Para Badminton International 2025 di GOR Manahan, Solo MOJOK.CO
Sosok

Solo Rasa India: Cerita Kaki Palsu Kesayangan Antar Bocah India ke Babak Hidup yang Tak Terbayangkan

1 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Buka bisnis di desa sengsara, tidak bikin slow living MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.