Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mangrove, Pagar Laut yang Menjadi Harapan Warga Pemalang agar Terlindung dari Rob dan Abrasi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Juni 2025
A A
Penanaman mangrove di Desa Kertosari, Pemalang agar terhindar dari rob dan abrasi MOJOK.CO

Penanaman mangrove di Desa Kertosari, Pemalang agar terhindar dari rob dan abrasi. (Pemprov Jateng)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah warga Desa Kertosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang menaruh harapan besar terhadap penanaman dan tumbuhnya mangrove di wilayahnya. Sebab, keberadaan tanaman tersebut bisa membuat warga setempat bakal terlindungi dari ancaman rob dan abrasi.

Melalui program Selamatkan Pesisir Jawa Tengah dan Mageri Segoro oleh Gubenur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, warga Kertosari, Pemalang bisa merasa lega. Karena adanya program terebut–yang di antaranya melakukan penanaman mangrove–bisa menjawab kekhawatiran mereka atas potensi rob dan abrasi di daerah pesisir.

Iklan

Warung dan rumah di Pemalang yang kerap diterjang air laut

Suimah, adalah warga Desa Kertosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, adalah yang memiliki warung di Pantai Kertosari.

Perempuan tersebut mengaku kerap menghadapi terjangan air laut yang masuk ke warungnya. Terutama ketika air laut mulai pasang di pagi atau siang hari.

Penanaman mangrove di Desa Kertosari, Pemalang agar terhindar dari rob dan abrasi MOJOK.CO
Banjir rob di Desa Kertosari, Pemalang. (Pemprov Jateng)

Parahnya lagi, kata Suimah, air laut itu juga sudah masuk ke tambak-tambak dan rumah-rumah di Desa Kertosari. Rumah Suimah pun turut menjadi salah satu yang terdampak saat air pasang benar-benar tinggi.

“Di rumah saya saja sudah kemasukan air rob kalau seperti ini. Kalau di sini (warung) sudah biasa, tapi kalau ke desa kadang-kadang masuk ke rumah,” katanya saat ditemui di warungnya, Jumat (27/6/2025).

Tidak ingin pindah, berharap pada mangrove di Kertosari Pemalang

Kondisi itu ternyata sudah Suimah alami selama kurang lebih lima tahun. Padahal saat ia memulai berdagang pada 15 tahun lalu, situasinya masih aman. Garis pantai masih cukup jauh dari warungnya.

“Dulu aman. Garis pantai ya kira-kira 10-15 meter ke sana (menunjuk arah laut). Sebelah sana ada warung lagi sebenarnya, ada kaki lima juga, tapi sudah hilang semua,” kata Suimah.

Meskipun kondisi itu terus dia hadapi, Suimah dan pedagang lainnya tidak memilih pindah. Apalagi Pantai Kertosari, Pemalang, masih ramai dikunjungi masyarakat.

Suimah berharap dengan adanya penanaman mangrove itu dapat memperbaiki lingkungan kawasan Pantai Kertosari. Dia juga berharap kelak tambak-tambak di Kertosari, Pemalag, bisa ditanami udang dan bandeng lagi.

1,5 juta bibit mangrove

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam kesempatan itu meminta kepada masyarakat untuk tidak berhenti menanam mangrove.

Mangrove dapat tumbuh besar dan menjadi pagar laut. Maka harus rajin merawatnya agar kelak bisa menjadi pelindung masyarakat.

Penanaman mangrove di Desa Kertosari, Pemalang agar terhindar dari rob dan abrasi MOJOK.CO
Penanaman mangrove di Desa Kertosari, Pemalang agar terhindar dari rob dan abrasi. (Pemprov Jateng)

Saat ini Pemprov Jateng juga sedang menggalakkan program Mageri Segoro dengan menanam mangrove di seluruh pesisir Jawa Tenga, dari pesisir Utara maupun pesisir Selatan. Targetnya, pada Desember 2025 ini akan ada 1,5 juta bibit mangrove yang ditanam.***(Adv)

BACA JUGA: Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mengantisipasi Tingginya Bencana Sepanjang 2025, Mulai dari Banjir hingga Karhutla atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2025 oleh

Tags: banjir robkertosari pemalangmangrovepemalang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Mangrove, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Pesisir Utara Jawa.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Mangrove, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Pesisir Semarang yang Masih Diabaikan

16 Oktober 2025
pasar belik pemalang.MOJOK.CO
Ragam

Pilu Pedagang Pasar Belik Pemalang Kehilangan Momen Untung Lebaran, Rugi Ratusan Juta Kios Keluarga 30 Tahun Terbakar

7 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.