Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Apa itu Etilen Oksida? Alasan Mie Sedaap Ditarik di Singapura dan Hongkong

Kenia Intan oleh Kenia Intan
7 Oktober 2022
A A
Mie Sedaap Mengandung Etilen Oksida Mojok.co

ilustrasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah Hongkong, kandungan pestisida jenis etilen oksida juga ditemukan pada dua varian Mie Sedaap di Singapura. Badan Pangan Singapura (SFA) menemukannya pada varian Korean Spicy Soup dan Korean Spicy Chicken.

Kandungan etilen oksida yang tidak sesuai dengan ketentuan terdeteksi pada produk Mie Sedaap dari sekeranjang barang yang disurvei. Di Singapura, etilen oksida bisa digunakan untuk sterilisasi rempah-rempah. Dengan ketentuan, batas maksimum residu (MRL) dalam rempah-rempah tidak boleh melebihi 50 mg/kg.

Apa itu etilen oksida?

Dilansir dari Kompas.com, etilen oksida adalah pestisida yang berfungsi sebagai fumigan, misalnya mengawetkan rempah-rempah. Hal ini dilakukan karena adanya kontaminasi kotoran hewan, bulu hewan pengerat, dan bagian serangga pada rempah-rempah.

“Etilen oksida tidak termasuk pengawet yang dibolehkan untuk makanan,” kata Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Zullies Ikawati.

Adapun temuan residu etilen oksida dalam pangan merupakan sebuah isu yang mulai banyak dibahas pada tahun 2020. Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu sehingga pengaturannya di tiap negara beragam.

Dilansir dari halodoc, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang merupakan bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan etilen oksida sebagai zat yang dapat menyebabkan kanker pada manusia. Bukti terbaru dari Environmental Protection Agency (EPA), paparan melalui inhalasi dapat meningkatkan potensi risiko pengembangan kanker limfohematopoietik. Contohnya, leukemia limfositik, mieloma, dan limfoma non-hodgkin.

Walau sedikit, paparan zat ini tetap dapat meningkatkan risiko bahaya kesehatan. Efek sampingnya berupa penglihatan kabur, kesulitan bernapas, kanker payudara, dan masalah pada sistem saraf. Apabila menelannya dapat menimbulkan sakit perut dan nyeri. Beberapa bukti juga menunjukkan, zat tersebut beracun bagi sistem reproduksi dan janin.

“Meskipun tidak ada risiko langsung untuk konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan tingkat rendah, paparan jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan,” ujar SFA seperti dikutip dari cnnindonesia.com. Oleh karenanya, SFA tetap berupaya meminimalisir paparan zat berbahaya yang terdapat dalam makanan. Ia juga menyarankan konsumen tidak membeli ataupun mengonsumsi produk yang terkontaminasi.

Langkah selanjutnya, SFA akan melakukan pengujian regulasi produk Mie Sedaap lainnya. Mereka juga bekerja sama dengan importir dan otoritas Indonesia untuk menyelidiki dan memperbaiki penyebab kontaminasi. Apabila etilen oksida terdeteksi melampaui tingkat maksimum, SFA akan memulai penarikan produk yang terkena dampak sebagai tindak pencegahan.

Penulis: Kenia Intan
Editor Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Indofood Bakal Bikin Mie Instan dari Sorgum Pengganti Gandum Impor

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2022 oleh

Tags: etilen oksidaMie Instanmie sedaappestisidaSingapura
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura
Urban

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
2 tim sepak bola putri muda Indonesia belum terkalahkan di Singapura MOJOK.CO
Kabar

2 Tim Sepak Bola Putri Indonesia Belum Terkalahkan di Singapura, Menang 4-0 dan 8-0

18 April 2025
Pesepakbola putri muda Indonesia jebolan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) siap tanding di Singapura MOJOK.CO
Kabar

Tim Debutan tapi Tak Gentar: Pesepakbola Putri Muda Indonesia Siap Tanding di Singapura Lawan Tim-tim Kuat Asia

16 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.