Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Melihat Keterlibatan Perempuan di Parlemen

Kenia Intan oleh Kenia Intan
28 Desember 2022
A A
Perempuan Muda Kudus Penyambung Aspirasi Akar Rumput melalui Konten TikTok.MOJOK.CO

Ilustrasi - Perempuan Muda Kudus Penyambung Aspirasi Akar Rumput melalui Konten TikTok (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keterlibatan perempuan di parlemen menjadi salah satu pembentuk Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Kontribusinya perlu diperkuat mengingat angkanya menjadi yang terendah dibanding komponen lain. 

Melansir riset KOMPAS, keterlibatan perempuan di parlemen menempati posisi terendah dengan angka 21,09 persen. Angka itu menjadi yang terendah dibanding kompenen lain. Komponen sumbangan pendapatan perempuan dan perempuan sebagai tenaga profesional mencetak angka masing-masing 37,26 persen dan 48,76 persen. 

Melihat catatan itu, keterlibatan perempuan di parlemen perlu didorong agar semakin banyak perempuan ambil bagian dalam ranah politik. 

“Hal tersebut penting agar perempuan semakin memiliki posisi tawar yang kuat dalam mengawal kebijakan-kebijakan, khususnya bagi pembangunan kaumnya,” tulis MB Dewi Pancawati seperti dikutip dari riset Kompas berjudul “Pemilu 2024, Momentum Meningkatkan Keberdayaan Perempuan” Senin, (19/12/2022). 

Sebenarnya upaya untuk meningkatkan peran perempuan sudah ada dengan munculnya UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Kebijakan itu memuat keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pendirian ataupun kepengurusan partai politik di tingkat pusat. Sayangnya, kuota 30 persen di parlemen itu belum pernah tercapai. 

Persentase keterlibatan perempuan di parlemen menurut provinsi

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan, keterwakilan perempuan di parlemen terus meningkat dari Pemilu 1999 hingga 2019. Dari semula hanya 9 persen kini menjadi 20,9 persen. Keterwakilan perempuan di parlemen yang masih di bawah 30 persen tidak terlepas dari rendahnya capaian keterwakilan perempuan di tingkat provinsi. 

Tercatat,kontribusi keterlibatan perempuan di parlemen masih di bawah garis pencapaian nasional. Kalimantan Tengah menjadi satu-satunya provinsi yang sudah memenuhi kuota dengan angka 33,33 persen.  Sembilan provinsi lain, walau belum memenuhi angka 30 persen, tapi sudah berada di atas capaian nasional.

Sembilan provinsi itu adalah Sumatera Selatan (21,62 persen), DKI Jakarta (21,70 persen), Maluku (23,26 persen), Gorontalo (26.67 persen), Sulawesi Tengah (26,67 persen), Maluku Utara (26,67 persen), Sulawesi Selatan (28,40 persen), Sulawesi Utara (29,27 oersen), dan Kalimantan Tengah (33,33 persen).

Sementara itu,  tiga provinsi menunjukkan keterlibatan perempuan yang sangat rendah, seperti Nusa Tenggara Barat (1,56 persen), Kepulauan Bangka Belitung (4,44 persen), dan Sumatera Barat (4,62 persen). 

Melihat kondisi tersebut, kontestasi politik 2024 menjadi momentum penting untuk mengatasi ketertinggalan peran serta perempuan dalam dunia perpolitikan nasional. Perempuan yang semakin berdaya akan mendorong meningkatnya capaian Indeks Pemberdayaan Gender. 

Oleh karena itu, diperlukan penguatan gerakan politik agar semakin banyak perempuan yang melek politik dan turut serta berperan aktif dalam parlemen untuk memperjuangkan aspirasi dari kaum perempuan bagi kemajuan bangsa. Di sisi lain, dukungan dari sesama perempuan untuk memilih perempuan calon legislatif agar keterwakilan perempuan semakin banyak. 

“Pada akhirnya, yang terpenting adalah dibutuhkan upaya dan komitmen kuat dari pemerintah untuk mendorong partai politik benar-benar bisa mewujudkan keterwakilan perempuan di parlemen sebagaimana diamanatkan undang-undang,” jelas dia. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Waspada! Perempuan Jadi Sasaran Politik Uang

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2022 oleh

Tags: kotak suaraparlemenPemilu 2024perempuanpolitiksuara politik perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti
Video

Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti

28 Oktober 2025
Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai
Video

Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai

25 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.