Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Setelah Pencabutan PPKM, Pemda DIY Tunggu Kepastian Nasib Satgas COVID-19

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
3 Januari 2023
A A
pencabutan ppkm mojok.co

Sekda DIY, Baskara Aji menyampaikan tentang PPKM di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (02/01/2023).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah pencabutan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, Pemda DIY bersiap memberlakukan kebijakan penanganan COVID-19 di tingkat lokal. Namun sebelum regulasi dibuat, Pemda menunggu kepastian nasib dari Satgas COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebab selama ini Satgas COVID-19 mulai dari daerah hingga ke level bawah yang berperan penting dalam penanganan COVID-19. Termasuk dalam mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan (prokes) di tingkat masyarakat.

“[Satgas covid-19] kan juga diatur ppkm. Jadi kalau sudah tidak diatur ppkm gak ada masalah. Tapi nanti pemerintah daerah akan menyikapi apa yang terjadi dimasyarakat dan isinya mendagri seperti apa. Apakah [satgas covid-19] perlu regulasi tersendiri atau pakai instruksi mendagri,” papar Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (02/01/2023).

Kepastian dari pemerintah sangat dibutuhkan karena keberadaan satgas COVID-19 di sejumlah instansi saat ini banyak yang tidak lagi aktif. Apalagi shelter-shelter yang pernah digunakan untuk menampung pasien COVID-19 pun sudah ditiadakan.

Namun demikian, Pemda DIY memastikan penanganan  pasien COVID-19 tetap diberikan secara gratis. Sebab saat ini kasus baru COVID-19 di DIY masih terus bermunculan.

Tracing untuk menemukan kasus-kasus baru pun juga dilakukan. Begitu pula dengan vaksinasi COVID-19 yang terus dilaksanakan. Saat ini Pemda mulai melaksanakan vaksinasi keempat atau booster untuk warga lanjut usia (lansia).

Pemda memberlakukan kebijakan tersebut karena pencabutan PPKM juga bukan berarti pandemi telah berubah menjadi endemi. Badan Kesehatan Dunia WHO masih memberlakukan status pandemi karena kasus di tingkat global masih terjadi. Karenanya pemerintah hanya melonggarkan pembatasan-pembatasan yang selama ini diberlakukan. Di antaranya pelonggaran kapasitas wisatawan di destinasi wisata di DIY.

“Pak Menkes juga menyampaikan bahwa ini tidak berarti kewaspadaan [terhadap COVID-19] tidak dilakukan,” ungkapnya.

Sementara Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana mengungkapkan  trategi penanganan COVID-19 masih terus dilakukan. Protokol kesehatan pun tetap diterapkan seperti penggunaan masker, hand sanitizer, hingga rutin cuci tangan.

“[Penggunaan] masker itu tadi pertama di tempat tertutup, kemudian di sarana umum, kemudian bagi yang memang merasa kondisinya tidak sehat itu juga pakai masker,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA PPKM Dicabut, Pemda DIY Berlakukan Regulasi Lokal

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2023 oleh

Tags: Pemda DIYppkmrelawan satgas covid
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Ruas Jalan Gedongan - Klangon, Jalan Horor di Sleman yang Memakan Korban Jiwa Ibu Muda MOJOK.CO
Ragam

Ruas Jalan Gedongan-Klangon, Jalan Pencabut Nyawa di Sleman yang Memakan Korban Jiwa Ibu Muda

5 Februari 2024
korban tanah kas desa menanti kejelasan mojok.co
Hukum

Korban Tanah Kas Desa Menanti Kejelasan, Pembangunan Properti Mangkrak

6 September 2023
penutupan tpst piyungan diperpanjang mojok.co
Sosial

Pemda DIY Perpanjang Penutupan TPST Piyungan, Kota Jogja Manfaatkan Nitikan jadi TPST 3R

5 September 2023
kekeringan di jogja mojok.co
Sosial

25 Kapanewon di Jogja Alami Kekeringan, Terparah di Gunungkidul

29 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.