Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
19 Maret 2026
A A
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Ilustrasi - Potret kumpul keluarga saat mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Addin (25) adalah salah satu mahasiswa UGM yang akan melakoni mudik menggunakan kereta api dari Jogja ke kota asalnya. Meski baru bisa berangkat pada hari Lebaran, ia tidak masalah demi bisa mengejar momen kumpul keluarga. 

Karena kuliah, kehabisan tiket kereta api

Perebutan (war) tiket kereta api Indonesia (KAI) sudah berlangsung jauh-jauh hari. Sebagian orang telah mengamankan tiket perjalanan, bahkan tiket pulang pergi, untuk mudik.

Namun sebagian lagi, baru bisa membeli tiket setelah memastikan jadwal mereka telah “aman”. 

Itulah yang dialami Addin, mahasiswa UGM, yang terlambat membeli tiket karena belum bisa memastikan jadwal perkuliahannya saat orang-orang telah berebut tiket KAI. Ia belum mendapatkan informasi pasti kapan perkuliahan akan dilakukan secara daring dan diliburkan. Karena itu, Addin merasa was-was.

Mengingat statusnya sebagai mahasiswa yang harus mengutamakan kuliah, Addin tidak bisa menentang jadwal perkuliahan yang mengharuskannya masih berada di Jogja alih-alih mudik ke kota asalnya di Kediri.

“Awalnya mau pulang tanggal 14, tapi takut perkuliahan masih masuk,” kata Addin kepada Mojok, Selasa (10/3/2026) lalu.

“Karena saat itu edaran perkuliahan daring belum ada,” kata Addin menambahkan.

Alhasil, Addin harus memundurkan tanggal mudik. Padahal, ia telah kalah dengan beberapa pejuang KAI yang lebih dulu membeli tiket kereta api untuk mudik, mendahuluinya yang baru membeli tiket pada Februari lalu setelah pertimbangan panjang, seperti harga tiket yang lebih murah saat promo. 

“Karena saat pembelian tiket kereta ekonomi di awal Februari kemarin mayoritas sudah sold, hanya ada di tanggal 14 dan 20 itu saja,” katanya.

Masalahnya, tanggal 14 Maret bisa jadi masih ada kuliah. Sementara itu, tanggal 20 Maret adalah hari Lebaran. Namun mau tidak mau, Addin memutuskan untuk mengambil tanggal mudik tepat pada hari Lebaran.

“Akhirnya ambil tanggal 20 itu,” kata Addin pasrah.

Mudik pada hari Lebaran versi Jogja

Mengambil tanggal yang sama dengan hari Lebaran, Addin sudah tahu kalau risikonya. Ia bisa jadi akan melewatkan hari raya itu sendiri, terutama jikalau hilal sudah terlihat dan Idulfitri diumumkan jatuh bersamaan pada 20 Maret 2025.

“Meskipun mepet Lebaran dan risikonya sudah masuk Lebaran pemerintah kalau ternyata puasa hanya 29 hari dan hilal sudah terlihat,” ujar Addin.

Di Jogja, Addin bilang, mayoritas sudah pasti akan merayakan Lebaran. Ia bisa jadi akan meninggalkan Jogja dalam perayaan tersebut. 

“Aku baru bisa pulang H-1 Lebaran versi pemerintah, yang kalau di Jogja itu mayoritas sudah masuk Lebaran,” katanya.

Jadilah, ironisnya, di pagi hari, saat orang-orang pergi untuk salat Id ke masjid, Addin akan menempuh arah berbeda. Ia akan pergi ke stasiun untuk mudik.

Rela mudik mepet demi kumpul keluarga

Namun demikian, Addin mengaku tidak masalah dengan konsep melawan arus saat mudik Lebaran ini. Perempuan asal Kediri ini mengatakan, perjalanan mudik Lebaran selama 5 jam yang akan ditempuhnya bernilai setara dengan mengejar momen kumpul keluarga yang masih memungkinkan ia rasakan di rumah.

Meski tentu saja, beberapa momen akan terlewatkan.

Iklan

“Pas sampai rumah sih, pastinya aku melewatkan persiapan Lebaran yang cukup meriah di daerahku,” kata Addin.

“Karena masyarakat di daerahku menyambut Lebaran dengan gotong-royong membersihkan jalan-jalan, menghiasnya dengan bendera-bendera. Bahkan, lampu-lampu cantik. Mereka juga biasa membersihkan dan mempercantik rumah,” kata dia menambahkan.

Akan tetapi, setidaknya, mudik Lebaran kali ini berarti Addin masih bisa menemui orang tua dan keluarga kembali. “Aku memutuskan untuk tetap pulang demi bertemu orang tuaku dan keluarga, meskipun mungkin sudah masuk masa Lebaran,” kata dia.

Menurutnya, merayakan Lebaran bersama keluarga adalah pilihan terbaik. Addin juga tidak menampik kalau dirinya mempunyai opsi lain untuk Lebaran bersama teman-teman di Jogja, akan tetapi keluarga di Kediri masih menjadi tujuannya untuk menyambut Lebaran bersama.

“Jujur, merasakan Lebaran bersama keluarga masih menjadi pilihan, meskipun ada pilihan lain untuk tetap tinggal di Jogja dan berlebaran bersama teman-teman,” tandasnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2026 oleh

Tags: Arus Mudikbiaya mudikcerita mudikkumpul keluargakumpul keluarga lebaranLebaranmahasiswa ugmMudikmudik 2026mudik dari Jogjamudik dengan KAImudik dengan keretamudik lebaran
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.