Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kampung Polowijan, Kampungnya Abdi Dalem Penyandang Disabilitas yang Dianggap Sakti

Kenia Intan oleh Kenia Intan
9 September 2023
A A
Kampung Polowijan, Kediaman Abdi Dalem Penyandang Disabilitas MOJOK.CO

Kampung Polowijan, Kediaman Abdi Dalem Penyandang Disabilitas (www.kratonjogja.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dahulu, di sisi timur Keraton Jogja terdapat Kampung Polowijan. Kampung ini menjadi kawasan pemukiman bagi abdi dalem keraton penyandang disabilitas.

Keraton Jogja tidak bisa lepas dari keberadaan abdi dalem. Para abdi dalem mengerjakan berbagai hal yang dari Keraton. Tanggung jawabnya beragam seperti membuat nasi, membuat peralatan besi, bermain gamelan, membuat teh, dan masih banyak lagi.

Iklan

Bisa dibilang, keberlangsungan keraton yang tidak bisa lepas dari abdi dalem. Oleh karena itu, para abdi dalem biasanya tinggal tidak jauh dari Keraton. Sewaktu-waktu tenaganya dibutuhkan, mereka bisa dengan mudah mencapai Keraton.

Di antara banyaknya tugas abdi dalem, ada yang abdi dalem palawija. Mereka adalah abdi dalem penyandang disabilitas atau memiliki tubuh yang berbeda seperti badan kerdil, albino, bongkok, dan pincang. Abdi dalem ini menempati sebuah kawasan dekat keraton. Warga kemudian mengenal daerah itu dengan Kampung Polowijan.

Sayangnya, kampung abdi dalem penyandang disabilitas itu kini sudah tidak ada. Memang, secara administratif masih ada Kampung Polowijan yang kini masuk ke dalam Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Keraton. Namun, bentuknya hanyalah kampung seperti pada umumnya.

Peran abdi dalem palawija

Abdi dalem palawija biasanya hadir mendampingi raja di momen-momen penting. Misalnya, upacara penobatan raja (jumeneng) dan upacara grebeg. Bagi raja, mereka memang pengiring kesayangan karena biasanya sangat setia.

Abdi dalem palawija memang cukup terpandang di Keraton. Selain karakternya yang setia, abdi dalem ini diceritakan sebagai sosok yang sakti, punya kekuatan gaib, dan bisa memberi berkah ke orang lain. Oleh karena itu, mereka kerap menempati baris terdepan dalam upacara Keraton Jogja. Harapannya bisa menjadi penolak bala.

Keberadaan abdi dalem palawija di keraton kerap dikaitkan dengan Punakawan. Cerita pewayangan dengan tokoh Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Dalam cerita pewayangan, tokoh-tokoh itu memiliki bentuk fisik yang berbeda. Namun, nasihat-nasihat mereka selalu didengar. Begitu pula dengan abdi dalem palawija yang kerap menjadi penasihat raja.

Keberadaan Kampung Polowijan di masa lampau menunjukkan sudut pandang masyarakat Jawa, khususnya Keraton Jogja, terhadap penyandang disabilitas. Raja menghargai perbedaan dan memberi kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk mengabdi pada kerajaan. Kampung Polowijan mungkin kini sudah tidak ada lagi, namun cerita di baliknya bisa menjadi pembelajaran sampai kapanpun.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 20 Nama Kampung di Jogja yang Berasal dari Tugas Abdi Dalem Kraton
Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 9 September 2023 oleh

Tags: abdi dalem keratonkampung polowijanpenyandang disabilitas
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Anggota LKS SAPADIFA di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja belajar menganyam bambu. MOJOK.CO

Penyandang Disabilitas di Bantul Manfaatkan Pohon Bambu yang Melimpah di Desanya Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

31 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.