Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

‘Joker’ di Jepang Bakar Kereta dan Tusuk Penumpang, 17 Terluka

Penyerangan ini sempat dikira atraksi Halloween.

Redaksi oleh Redaksi
1 November 2021
A A
'Joker' di Jepang Bakar Kereta dan Tusuk Penumpang, 17 Terluka mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pelaku yang berdandan ala Joker ini bilang ia meniru serangan pisau di kereta bawah tanah Tokyo, Agustus lalu. Ia bilang memang berniat membunuh orang dan berharap dihukum mati.

Sebuah serangan mengerikan terjadi di kereta bawah tanah Jepang. Seorang pria yang outfit-nya mirip karakter Joker di film Batman baru saja ditangkap kepolisian Tokyo setelah membakar kereta bawah tanah Keio Line Tokyo serta menyerang para penumpang dengan pisau, Minggu (30/10) malam.

Aksi brutal ini menyebabkan 17 orang terluka, 1 di antaranya adalah seorang kakek yang mengalami cedera serius akibat luka tusuk di dada. Melansir BBC.com, serangan itu terjadi ketika banyak orang hendak pergi ke pesta Halloween.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan para penumpang berlarian melalui gerbong-gerbong dan memanjat keluar dari jendela-jendela kereta sesaat setelah kereta berhenti di stasiun Kokuryo. Serangan itu terjadi sekitar jam 8 malam waktu setempat di dalam kereta yang sedang berjalan. Para saksi mata mengatakan, tersangka mengenakan setelan jas ungu dan hijau cerah. Ia juga dilaporkan menyemprotkan cairan bening di sekitar kereta sebelum membakarnya.

Salah seorang saksi mengatakan, ia sempat mengira pria itu sedang melakukan atraksi Halloween. Saksi lain menyebut pelaku berjalan sambil mengayun-ayunkan pisau panjang.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, pemerintah Jepang mengutuk serangan penusukan dan pembakaran oleh peniru Joker tersebut. Juru bicara pemerintah Jepang Hirokazu Matsuno menyebut tindakan ini mengerikan dan brutal.

Pelaku akui ingin membunuh dan minta dihukum mati

Melansir Japantimes.co.jp, polisi mengidentifikasi pria dengan kostum Joker tersebut bernama Kyota Hattori. Kepada penyidik, Hattori mengungkapkan bahwa dirinya ingin membunuh dan dijatuhi hukuman mati.

Menurut polisi, Hattori mengatakan serangan yang ia lakukan meniru kejadian serangan pisau terhadap 10 penumpang kereta listrik Odakyu di Tokyo. Serangan tersebut terjadi pada Agustus lalu, saat keamanan di negara tersebut diperketat menjelang penyelenggaraan Olimpiade.

Seperti bisa dilihat dalam video, perbuatan Hattori menimbulkan kepanikan yang luar biasa di antara penumpang kereta. Saksi mata mengatakan bahwa Hattori terlihat mengacungkan sesuatu seperti pisau dapur dan memegang botol plastik di tangannya.

Setelah naik kereta di gerbong ke delapan dari depan dan menikam pria berusia 70-an, Hattori pindah ke gerbong keenam di mana dia menyemprotkan cairan dan membakar kursi. Gerbong langsung dipenuhi api.

Seorang penumpang laki-laki, yang berjarak sekitar satu meter dari Hattori mengatakan pisau itu tampak seperti bernoda darah palsu. “Saya pikir itu adalah lelucon Halloween,” katanya.

Kereta lalu berhenti darurat di Stasiun Kokuryo di Chofu, Tokyo barat. Api dapat dipadamkan sekitar 30 menit kemudian, setelah lebih dari 40 kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan.

BACA JUGA Mendoan, Gorengan Terenak di Dunia Itu, Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: JepangJokerkereta bawah tanahterorisme
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)
Pojokan

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
kerja di Surabaya dengan gaji Jepang. MOJOK.CO
Sosok

Pertama Kali Lamar Kerjaan dari Job Fair di Surabaya, Nggak Nyangka Bisa Dapat Cuan Senilai Perusahaan di Jepang

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.