Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Tak Perlu Gaduh, Muhammadiyah Minta Proses Hukum Khilafatul Muslimin

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
23 Juni 2022
A A
haedar nashir mojok.co

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan komentarnya terkait Khilafah Muslimin di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (22/06/2022).(yvesta ayu/mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemerintah baru saja menetapkan Khilafatul Muslimin sebagai kelompok yang menyimpang dari sistem bernegara yang telah disepakati di Indonesia. Kepolisian bahkan telah menangkap sejumlah anggotanya di berbagai daerah pasca pawai kebangkitan khilafah di Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Ketua Umum (ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pun memberikan tanggapannya terkait kelompok tersebut. Haedar meminta pemerintah untuk memproses hukum bila kelompok tersebut bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

“Yang ingin sampaikan bahwa pertama, jika pergerakan seperti Khilafatul muslimin ini berkaitan dengan hukum dan bertentangan dengan Pancasila ya diproses aja secara hukum dengan baik,” papar Haedar saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (22/06/2022).

Meski mendukung proses hukum, Haedar meminta pemerintah tidak perlu membuat kegaduhan dalam menangani kelompok tersebut. Pemerintah mestinya melakukan tindakan yang tetap terukur dalam menangani Khilafatul Muslimin.

Apalagi paham, gerakan, maupun aktivitas yang bertentangan dengan Pancasila hingga separatis juga pernah muncul sebelumnya. Kebanyakan gerakan tersebut biasanya muncul dengan embel-embel agama maupun kelompok bersenjata seperti di Papua.

“Jangan karena memakai nama Khilafatul Muslimin itu lalu seakan-akan Indonesia ini sudah penuh dengan Khilafatul Muslimin. Sebab, kalau generalisasi malah beban berat ada di pemerintah sendiri. Maka lebih baik, diblok pada kasusnya,” tandasnya.

Haedar menambahkan, Muhammadiyah memastikan sejauh ini tidak ada anggotanya yang terlibat gerakan tersebut. Apalagi Muhammadiyah mengusung paham Islam yang berkemajuan dan Rahmatan Lil Alamin.

“Setahu kami tidak ada [anggota Khilafatul Muslimin] yang ber-NBM (Nomor Baku Muhammadiyah-red) dan resmi anggota Muhammadiyah,” jelasnya.

Sebelumnya dalam penangkapan anggota Khilafatul Muslimin, polisi menemukan sekolah terafiliasi Khilafatul Muslimin. Sekolah-sekolah itu disebut mengajarkan ideologi khilafah bisa menggantikan Pancasila.

Karenanya pemerintah menghentikan kegiatan Khilafah Muslimin. Anggota-anggotanya pun direhabilitasi supaya meninggalkan paham tersebut.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 9 Juli, Minta Pemerintah Antisipasi PMK dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2022 oleh

Tags: Haedar Nashirkhilafatul musliminMuhammadiyah
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.