Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

Redaksi oleh Redaksi
23 Februari 2026
A A
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? (Dok. Pemkot)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Sudah satu tahun Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin (Agustin-Iswar) memimpin Kota Semarang. Dalam satu tahun ini, keduanya, dalam struktur Pemerintah Kota (Pemkot), berupaya memberikan kinerja terbaik untuk warga meski harus menghadapi ragam persoalan dan tantangan.

Dalam periode satu tahun Agustina-Iswar, Kota Semarang mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah. Selain itu juga memiliki ketangguhan fiskal untuk beradaptasi dengan kebijakan efisiensi nasional.

Catatan itu berasal dari upaya menjawab kebutuhan publik. Mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan layanan dasar, pemulihan, dan penggerakan ekonomi daerah, hingga lahirnya sejumlah inovasi kebijakan di Kota Semarang. Kendati harus berjalan beriringan dengan tantangan lapangan, keterbatasan anggaran, serta persoalan klasik yang belum sepenuhnya tuntas.

Denyut nadi ekonomi masyarakat Kota Semarang di tengah keterbatasan fiskal

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah yang memangkas perjalanan dinas sepintas memang akan membatasi ruang fiskal sejumlah pemerintah daerah. 

Meski begitu, denyut nadi ekonomi masyarakat terbilang cukup adaptif. Ketika belanja dinas pemerintah dipangkas, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan dan kuliner. Ini menunjukkan resilience ekonomi kerakyatan yang menjadi penyangga vital.

Data Realisasi PAD 2025 Kota Semarang menunjukkan:

  1. Pajak Hiburan: 106,38% (Melampaui Target)
  2. Pajak Restoran: 104,31% (Melampaui Target)
  3. Pajak Hotel: 79,10% (Di Bawah Target)
  4. Sisa Lebih Pembiayaan (SiLPA): Rp186,9 Miliar

Laporan realisasi TA (Tahun Anggaran) 2025 menunjukkan, realisasi pendapatan daerah terbilang solid dengan angka 92,31%, meski capaian itu diwarnai dengan fakta paradoks: sektor akomodasi tertekan, tapi sektor hiburan dan kuliner melesat menjadi penyelamat.

“Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting (resilience) ekonomi warga yang luar biasa. Ketika belanja korporasi dan dinas pemerintah menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

“UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan,” tegasnya. 

Kolaborasi 5 tagline Kota Semarang 

Agustina-Iswar menerapkan lima tagline pembangunan untuk Kota Semarang, yakni: Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh. 

Kolaborasi lima tagline tersebut kemudian menjadi program kerja yang saling berkesinambungan, membentuk siklus transformasi berkelanjutan. 

Apa yang kemudian Agustina-Iswar dapat? Satu, Pemkot Semarang menerima 25 penghargaan (nasional maupun regional). Dua, berdasarkan Survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan warga terhadap Pemkot meningkat hingga di angka 83,6%. Tiga, IPM 2025 Kota Semarang termasuk dalam kategori sangat tinggi: 85,80. 

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? (Dok. Pemkot)

Tagline 1 Semarang Bersih: Warga wegah nyampah

Tagline ini tentang membangun budaya baru “Semarang Wegah Nyampah”. Melalui tagline ini, budaya masyarakat yang wegah nyampah terbangun dari dalam rumah untuk memilah sampah. 

Tata kota yang tertib dan bersih juga menjadi fondasi kesehatan masyarakat dan daya tarik investasi. Ini tercermin dari pengeluaran per kapita warga mencapai Rp17,40 juta per tahun.

Iklan

Demi menjaga kenyamanan dan kebersihan di Kota Semarang, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan perbaikan dan menambah jumlah kontainer serta armada dump truck. Harapannya, sampah residu dari masyarakat bisa terkelola pengangkutannya dari hulu ke hilir. 

Tahun 2025 Pemkot Semarang total memiliki 454 kontainer dan 237 TPS. Upaya ini telah menghasilkan dampak ekonomi sirkular sebesar Rp570.233.661 dan berhasil mengelola 221.299 ton sampah. 

Gerakan “Semarang Bersih”. Mencakup pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Membentuk 1.074 unit bank sampah, dan melibatkan 35.411 sumber daya.

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, mewujudkan Semarang Bersih juga diimbangi dengan memperluas wilayah konservasi. Pemkot telah melakukan penghijauan di lahan seluas 16,58 hektare, melakukan penanaman 46.510 bibit, serta membangun tiga ruang tebuka hijau (RTH): Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, serta Taman Dinar Mas Meteseh. 

Semarang bersih juga bukan sekadar soal lingkungan, tapi juga komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, gratifikasi maupun pungli. Hasilnya, Pemkot Semarang menerima Penghargaan manajemen talenta dari BKN Republik Indonesia pada Januari 2026.

Tagline 2 Semarang Sehat: Akses kesehatan untuk warga

Semarang meraih predikat Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia (UI Green Metric 2025). Ini tidak lepas dari upaya rehabilitasi 10.000 batang mangrove dan layanan kesehatan yang proaktif berkontribusi pada Angka Harapan Hidup 78,72 tahun. 

Dalam satu tahun ini kepesertaan UHC (Universal Health Coverage) diperluas. Pada 2024 jumlah pesertanya 98.261. Kemudian di masa pemerintahan Agustina-Iswar tahun 2025, peserta UHC meningkat menjadi 228.859 warga. Meningkat signifikan (130.598 peserta). 

Fasilitas kesehatan (faskes) juga meningkat. Empat Puskesmas telah dibangun: Puskesmas Tlogosari Kulon, Puskesmas Krobokan, Puskesmas Pegandan, serta Puskesmas Genuk. Selain itu juga membangun tiga Puskesmas Pembantu: Pustu Ratu Ratih, Pustu Beringin, dan Pustu Jabungan. 

Dalam hal penanganan penyakit, program penanganan stunting yang digulirkan tercatat menekan angka stunting. Pada tahun 2025 insidensi stunting mencapai 5.480 kasus. Lalu melalui program daycare rumah pelita, serta pendampingan yang dilakukan Pemkot Semarang, angka stunting bisa ditekan menjadi 3.560 kasus. Dengan kata lain, sebanyak 2.406 balita berhasil keluar dari zona kekurangan gizi/gizi buruk.  

Penanggulangan penyakit menular Tuberculosis (TB) juga menunjukkan progress yang signifikan. Dari jumlah skrining kasus TB tahun 2025 sebanyak 1.898.840 terdapat 6.144 kasus. Jumlah ini lebih kecil dibanding tahun 2024 di mana angka kasus yang ditemukan lebih banyak: sebesar 7.304 kasus.

Tagline 3 Semarang Cerdas: Dukungan pembangunan dan perluasan pendidikan

Transformasi dimulai dari revolusi birokrasi berbasis merit, yang kemudian menjadi pijakan kecerdasan digital. Aplikasi pelayanan publik terpadu mendukung peningkatan akses pendidikan (Rata-rata Lama Sekolah 11,11 tahun). 

Dalam satu tahun ini, Pemkot telah menyalurkan beasiswa kepada 2.649 siswa SD/MI, 1.129 siswa SMP/MTs, 468 siswa SMA/SMK/MA, serta 12 mahasiswa miskin berprestasi. Pemkot juga telah menyelesaikan permasalahan ijazah tertahan dengan menyerahkan 374 ijazah dari 36 sekolah. 

Dukungan infrastruktur untuk mewujudkan Semarang Cerdas juga digalakkan dengan membangun 43 ruang kelas baru di 8 SDN. Memperbaiki 336 ruang kelas pada 115 SDN. Kemudian membangun 24 ruang kelas baru di 6 SMPN, serta perbaikan 9 ruang kelas di 3 SMPN. Pada peringatan Hari Anak, Agustina-Iswar juga memberi ruang bagi anak untuk berekspresi. 

Di bidang pendidikan Pemkot Semarang mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya dari Kementerian Dalam Negeri dalam kategori perbaikan akses layanan pendidikan, yang selaras dengan peningkatan Rapor Pendidikan Kota Semarang dari 83,66 menjadi 84,12.

Salah satu program unggulan Agustina-Iswar adalah sekolah swasta gratis. Pada 2025, program ini menjangkau 129 sekolah dengan anggaran Rp 25,79 miliar, dan pada 2026 akan diperluas menjadi 135 sekolah. Program pendidikan gratis ini sebagai salah satu upaya menekan angka putus sekolah. Berdasar data 2025, angka putus sekolah tingkat SD/MI 0% dan tingkat SMP/MTs persentasinya sangat minim, 0,01%. 

Selain perluasan akses pendidikan, Pemkot Semarang juga menggerakkan program bunda literasi, pelatihan penulisan cerpen bagi siswa SD dan SMP, serta penerbitan antologi cerpen yang melibatkan lebih dari 1.800 peserta. Berbagai upaya peningkatan literasi membuahkan hasil. Tahun 2025 menunjukkan indeks literasi Kota Semarang di angka 82, 16%, indeks numerasi 77,74%.

Di bidang pemuda, Pemkot memperkuat supporting system bagi talenta muda, mulai dari olahraga, seni, budaya, hingga fasilitasi kompetisi internasional.

Tagline 4 Semarang Makmur: Ekonomi kerakyatan inklusif

Kemakmuran dibangun dari ekonomi kerakyatan inklusif berbasis UMKM dan pariwisata. Event seperti “Semarang 10K” yang menyedot 3.000 peserta (50% dari luar kota) menjadi katalis ekonomi kreatif. Resiliensi inilah yang tercermin dari capaian fantastis Pajak Hiburan (106,38%).

Pemkot juga mendaftarkan 7.217 pekerja rentan dalam BPJS Ketenagakerjaan melalui program Pijar Semar (Perlindungan Sosial Pekerja Rentan Kota Semarang). Meningkatkan penerima bisyarah bidang keagamaan dari 4.261 menjadi 5.260 orang. Pendidik Pos PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI bertambah dari 100 menjadi 200 orang. Perawat jenazah meningkat dari 600 menjadi 1.000 orang, Marbot masjid/musala pun naik dari 531 menjadi 885 orang. 

Guru TPQ, Madrasah Diniyah, dan Sekolah Minggu pun mendapat peningkatan bisyarah bulanan. Masing-masing Rp500.000 per bulan. Pinandita Rp300.000, pendidik Pos PAUD Rp500.000, HIMPAUDI Rp300.000, modin Rp1.000.000, serta marbot Rp300.000. 

Dalam satu tahun ini, 98.847 wajib pajak mendapat pembebasan PBB, 97.847 wajib pajak mendapat pembebasan BPHTB , serta pemberian insentif bagi 6.430 wajib pajak. 

Tagline 5 Semarang Tangguh: Penanganan dan pemeliharaan signifikan

Ini adalah hasil akhir sistem terintegrasi. Birokrasi cerdas memungkinkan pembangunan infrastruktur hijau; lingkungan sehat mendukung pariwisata; ekonomi makmur menyediakan sumber daya untuk memperkuat semua pilar, termasuk ketahanan fiskal. 

Dalam konteks Semarang Tangguh, satu tahun ini Pemkot Semarang melakukan penanganan banjir dengan progress signifikan. Selama satu tahun ini, kepemimpinan Agustina-Iswar mengentaskan wilayah genangan banjir rob seluas 230, 98 hektare. Turun menjadi 2,71% dari tahun 2024 sebelumnya yang wilayah genangan tercatat masih di angka 3,29%. 

Beragam pemeliharaan juga dilakukan. Pemeliharaan jalan kota sepanjang kurang lebih 25,8 km. Pemeliharaan 56 saluran kota dan sungai. Pemeliharaan median. Penanganan Jembatan Srondol-Sekaran, dan pemeliharaan jalur pedestrian.***(Adv)

BACA JUGA: Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026 oleh

Tags: Agustina Wilujengkota semarangpemkot semarangwali kota semarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO
Kilas

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Salat tarawih 8 rakaat di masjid 23 rakaat. Siasat mengejar sunnah di tengah lelah MOJOK.CO

Tarawih 8 Rakaat di Masjid yang Jemaahnya 23 Rakaat, Ganggu karena Pulang Dulu tapi Jadi Siasat Mengejar Sunnah di Tengah Lelah

19 Februari 2026
Sate entok di Kaliurang, Jogja

Sate Entok, Olahan Unggas Terbaik yang Jarang Diketahui padahal Rasanya Lebih “Jujur” daripada Bebek Goreng

18 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.