Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Harga Sembako Mulai Naik di Jogja, Pedagang Putar Otak

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
11 Oktober 2022
A A
harga sembako mojok.co

Ilustrasi harga sembako. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Harga sembako di Jogja mulai naik imbas kenaikan harga BBM. Para pedagang mesti mencari cara agar tetap dapat laba.  

Dian mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditas yang terjadi akhir-akhir ini. Perempuan berusia 40 tahun yang memiliki usaha warung penyetan ini mengaku bahwa naiknya sejumlah harga bahan pokok membuatnya harus memutar otak.

“Di pasar udah pada naik [hargan bahan makanan]. Tapi aku belum bisa naikin harga jualan,” ujarnya kepada Mojok, saat ditemui di warungnya yang berlokasi di Condong Catur, Sleman, Senin (10/10/2022).

Ia lalu memberi contoh, di pasar harga cabai merah sudah mulai menanjak. Namun, ia belum bisa menaikan harga di warungnya. Ia memang tidak mematok harga khusus untuk segala jenis sambal alias gratis. Sehingga ia mesti mencari cara agar usahanya tak merugi.

“Kemarin-kemarin masih di Rp40 ribuan [per kilo], sekarang Rp50 ribu baru dapat [cabai]. Tapi di tempat saya kan nggak mungkin kalau nambah sambel juga nambah bayarnya,” terang Dian dengan nada bercanda.

Ia pun berharap bahwa kenaikan harga sembako ini tidak bertahan lama dan bisa kembali normal, agar nantinya ia tidak perlu menaikan harga menu makanan di warungnya. “Maunya ya harga kembali normal lagi. Biar orang-orang seperti saya tidak pusing lagi, mutar otak biar nggak rugi,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan Mojok di sejumlah pedagang di Pasar Demangan dan Gondokusuman, mengakui adanya lonjakan harga sembako. Meski demikian, kenaikan ini dilihat masih dalam taraf yang normal dan belum terlalu signifikan.

“Ada kenaikan, tapi masih normal. Tidak begitu tinggi,” ujar Atok, salah seorang pedangan sembako di Pasar Demangan.

“Pembeli juga masih normal. Masih seperti hari-hari biasa,” tukasnya.

Sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal September lalu, sejumlah harga komoditas memang mengalami lonjakan. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan seperti telur ayam, beras, hingga cabai.

Harga rata-rata ini merupakan hasil pantauan di tiga pasar besar di Jogja, antara lain Pasar Beringharjo, Pasar Demangan dan Pasar Kranggan. Dari hasil pantauan di tiga lokasi tersebut, kemudian ditarik rata-ratanya di setiap jenis komoditas.

Berikut ini daftar harga per Senin (10/10/2022) dengan satuan per kg dan per liter:

Beras IR I: Rp10.000

Beras IR 64: Rp13.500 (pekan lalu Rp13.300)

Iklan

Gula pasir: Rp13.500 (pekan lalu Rp13.300)

Minyak goreng kemasan premium: Rp18.000

Minyak goreng curah: Rp12.400

Terigu Segitiga biru: Rp11.667

Daging sapi: Rp133.333

Daging ayam broiler: Rp33.000 (pekan lalu Rp33.733)

Telur: Rp26.000 (pekan lalu Rp23.833)

Cabai merah keriting: Rp48.333 (pekan lalu Rp41.133)

Cabai rawit merah: Rp46.667 (pekan lalu Rp49.467)

Bawang putih kating: Rp25.333 (pekan lalu Rp25.667)

Bawang merah: Rp28.000 (pekan lalu Rp27.600)

Reporter: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Netizen Beramai-ramai Bela Pemulung yang Marah karena Difoto Setelah Diberi Sembako

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2022 oleh

Tags: cabaiharga sembakoPasarsembako
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pasar Ikan Higienis, Proyek Nasional yang Gagal Hidupkan Ekonomi Jogja Selatan  MOJOK.CO
Ragam

Pasar Ikan Higienis, Proyek Nasional yang Gagal Total Hidupkan Ekonomi Jogja Selatan 

31 Januari 2024
Harga Bahan Pangan di Jogja Melonjak Gara-gara Cuaca Ekstrem, Pedagang Pasar Mengeluh MOJOK.CO
Ekonomi

Harga Bahan Pangan di Jogja Melonjak Gara-gara Cuaca Ekstrem

6 November 2023
buruh gendong pasar giwangan jogja. MOJOK.CO
Liputan

Tangis Buruh Gendong Pasar Giwangan di Antara Berat Pikulan Keranjang

14 September 2023
Dear Ibu-ibu yang Demen Mengusik Anaknya untuk Pergi ke Pasar di Minggu Pagi. MOJOK.CO
Kilas

Dear Ibu-ibu yang Demen Mengusik Anaknya untuk Pergi ke Pasar di Minggu Pagi

20 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.