Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gelombang Ketiga Covid-19 Indonesia Diprediksi Terjadi pada Akhir 2021 atau Awal 2022

Kedatangan gelombang ketiga akan dipicu pelonggaran prokes sesudah redanya gelombang kedua.

Redaksi oleh Redaksi
22 Oktober 2021
A A
Gelombang Ketiga Covid-19 Indonesia Diprediksi Terjadi pada Akhir 2021 atau Awal 2022 mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 menyebut gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia pasti akan terjadi. Angkanya dipercaya tetap tinggi, masyarakat diminta waspada dan patuh prokes. 

Sejumlah negara saat ini tengah mengalami gelombang ketiga Covid-19. Tercatat ada Singapura, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat yang sudah mengalami lonjakan kasus di negaranya. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa gelombang ketiga Covid-19 adalah sebuah keniscayaan.

“Gelombang ketiga adalah sesuatu yang niscaya atau pasti terjadi. Karena apa? Negara yang sudah mengalami gelombang ketiga memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi, memiliki tingkat prokes yang sudah baik seperti di Inggris, AS, prokesnya lebih relaksasi,” jelas dr. Nadia dalam diskusi VivaTalk, Jumat (22/10), dikutip Kumparan.com. 

Temuan ini membuat Nadia meminta masyarakat Indonesia waspada. Mirip situasi Indonesia saat ini, negara-negara tersebut telah mencatat angka vaksinasi yang tinggi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) yang baik. Vaksinasi dan angka kasus yang menurun membuat negara percaya diri sehingga melonggarkan prokesnya. Inilah yang memicu kedatangan gelombang ketiga Covid-19.

Nadia menyebut prediksi bahwa Indonesia akan mengalami gelombang ketiga Covid-19 pada akhir 2021 atau awal 2022. Ada beberapa alasan mengapa lonjakan terjadi di periode tersebut. Salah satu yang utama adalah tingginya mobilitas masyarakat di hari libur Maulid Nabi, Natal, dan Tahun Baru. Sebelumnya, Indonesia sudah mengalami dua gelombang puncak pandemi yang selalu terhubung dengan momen liburan. Pertama pada Januari 2021 dan yang kedua sepanjang Juni-Juli 2021.

Lantas, seberapa parah jika gelombang ketiga ini? Prediksinya, angka kasus tetap akan tinggi karena akan ada jenis virus baru. Nadia menyebut, beberapa ahli telah membuat pemodelan yang menunjukkan kondisi saat gelombang ketiga bisa sama atau sedikit lebih tinggi dari gelombang kedua yang mencapai 54 ribu kasus.

Untuk mengantisipasi kedatangan gelombang ketiga, ia mengingatkan bahwa vaksinasi dan protokol kesehatan dapat menekan penularan. “Nah, hanya memang cakupan vaksinasi kita ini cukup baik ya, artinya untuk 50 persen sasaran vaksinasi kita, saat ini sudah 110 juta orang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Artinya, mereka punya proteksi sekitar 40 persen, risiko menjadi sakit atau tertular Covid-19 itu tinggal 60 persen,” ucapnya, dikutip Detik.com.

Nadia meminta masyarakat tetap membatasi bepergian, hanya melakukan perjalanan untuk kegiatan esensial. Di sisi lain, ia mengungkapkan pemerintah masih mengejar target vaksinasi dan testing.

Per Kamis kemarin (21/10), tercatat ada sebanyak 15.594 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Dengan demikian, di hampir dua tahun terakhir, total kasus kumulatif Covid-19 telah mencapai 4,2 juta kasus, total kasus sembuh 4 juta, dan total korban meninggal 143 ribu.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi, sebanyak 110,4 juta penduduk telah menerima dosis pertama dan 65 juta penduduk telah menerima dosis kedua. Target pemerintah, jumlah warga yang divaksinasi lengkap kelak mencapai 208,2 juta.

BACA JUGA Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Dilakukan, Pertama Kali dalam Sejarah dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2021 oleh

Tags: covidgelombang ketiga covidpandemi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

nelangsa korban PHK Michelin dan Blibli. MOJOK.CO
Ragam

Ekonomi Masyarakat Belum Pulih Sejak Pandemi Covid, Kini Makin Menderita karena PHK di “Negeri Konoha”

5 November 2025
vaksin booster kedua mojok.co
Kesehatan

Pemerintah Stop Kirim Vaksin ke DIY karena Capain Booster Kedua Rendah Selama Ramadan

30 Maret 2023
Subvarian XBB Sudah Terdeteksi di Indonesia Mojok.co
Kesehatan

Subvarian Omicron XBB yang Bikin Singapura Kewalahan Sudah Ditemukan di Indonesia

25 Oktober 2022
bakteri superbug mojok.co
Kesehatan

Superbug, Penyakit Kebal Antibiotik yang Menyerang India

17 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO

Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.