Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gedung BNI 46 dan Sejarah yang Tersembunyi di Titik Nol Jogja

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
29 September 2023
A A
Gedung BNI 46 dan Sejarah yang Tersembunyi di Titik Nol Jogja MOJOK.CO

Gedung BNI 46 tempo dulu (kebudayaan.jogjakota.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gedung BNI 46 Jogja termasuk bangunan yang kerap saya kunjungi semasa kuliah. Khususnya di momen akhir bulan di mana saldo rekening saya sekarat alias kurang dari 50 ribu. 

Kendati lokasinya lumayan jauh dari kos saya dulu di Kasihan, Bantul, tetap saya sambangi karena kepepet. Sebab, di ATM gedung ini, kita bisa menarik uang pecahan 20 ribu.  Lumayan untuk menyambung hidup sampai uang kiriman berikutnya datang.

Iklan

Sebagai informasi, Gedung BNI 46 berada tak jauh dari titik nol Jogja. Letaknya bersebelahan dengan Kantor Pos Besar dan Gedung Agung. Gedung tua di jantung kota ini bukan sembarang bangunan. Ia tergolong bangunan cagar budaya. Sejak era pemerintahan Hindia Belanda bangunan ini telah bercokol di Jogja.

Gedung BNI 46 Jogja dulunya kantor perusahaan asuransi terbesar Hindia Belanda

Bangunan ini mulanya merupakan kantor Nederlandsch-Indische Levensverzekeringen en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ), perusahaan asuransi jiwa yang berdiri pada 31 Desember 1859.

Nillmij didirikan oleh C.F.W. Wiggers van Kerchem, seorang financier pertama di Hindia Belanda yang kelak menjadi Presiden Direktur De Javasche Bank  periode 1863-1868.

Gedung BNI 46 mulai dibangun pada 1921 dan rampung pada 1922. Arsiteknya bernama Ir. Frans Johan Laurens Ghijsels, seorang Belanda kelahiran Tulungagung.

Gedung ini berdesain bangunan Art Deco. Konstruksi pilar-pilarnya menjulang tinggi, begitu pula dengan pintu dan jendelanya yang tinggi dan berukuran lebar. Dinding bangunan berhias roster yang berfungsi sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan sekaligus hiasan cantik arsitektural.

Megahnya arsitektur gedung ini tak bisa lepas dari sepak terjang Nillmij. Nillmij merupakan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa di Hindia Belanda, pemonopoli industri asuransi kala itu. Para pegawai pemerintahan dan militer dahulu memercayakan tabungan dan pensiunannya pada Nilmij.

Selain kantor Nilmij, bangunan ini juga berfungsi sebagai kantor Nederlandsch Handel Maatschappij (NHM), Escompto Maatschappij, dan kantor makelar Buyn & Co.

Tempat RRI membakar semangat para pejuang

Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini diambil alih tentara Dai Nippon untuk digunakan sebagai kantor radio Jepang bernama Hoso Kyoku. Kemudian setelah Jepang kalah dari Sekutu, gedung ini berfungsi sebagai studio siaran radio Mataramsche Vereeniging voor Radio Omroep (MAVRO). Mavro merupakan perintis Radio Republik Indonesia (RRI) Nusantara II Jogja.

Setelah RRI lahir pada 11 September 1945, gedung Nillmij menjadi tempat RRI siaran. RRI memegang peranan penting dalam perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan pascaproklamasi.

Kala itu RRI Jogja populer juga dengan sebutan radio perjuangan lantaran gencar melakukan siaran untuk menggelorakan semangat pejuang untuk melawan Sekutu. Gelombang suara RRI Jogja kala itu terdengar sampai di Magelang, Ambarawa, hingga Semarang.

Pada 25 dan 27 November 1945, Royal Air Force Inggris melakukan serangan udara ke Jogja. Tujuan sebenarnya ialah untuk membungkam siaran RRI. Namun serangan tersebut salah sasaran, malah mengenai gedung Balai Mataram (Societeit Vereeniging) yang terletak di sebelah utaranya.

Pada 5 Juli 1946, Bank Negara Indonesia terbentuk di Jogja atas Prakarsa dari Margono Djojohadikusumo. Pembentukan bank ini bertujuan untuk melancarkan ekonomi dan keuangan masyarakat Jogja. Gedung RRI kemudian bergantifungsi menjadi gedung BNI 46 Jogja.

Iklan

Bangunan ini kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya melalui SK Menteri PM.07/PW.007/MKP/2010. Dasar penetapan tersebut bertolak pada begitu banyaknya perjalanan sejarah yang menyangkut bangunan ini.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Benteng Keraton Yogyakarta dari Masa ke Masa, Tetap Kokoh Berdiri Meski Diserang Bertubi-tubi
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 28 September 2023 oleh

Tags: bni 1946bni jogjaJogjarri jogja
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.