Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Elektabilitas Jokowi Turun Signifikan, Elit Golkar Tuduh PSI Penyebabnya

Redaksi oleh Redaksi
23 Maret 2019
A A
elektabilitas jokowi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjelang menit-menit akhir, elektabilitas Jokowi turun signifikan, elit Golkar pun menudin PSI sebagai salah satu penyebabnya.

Dalam survei terbaru yang digelar oleh Litbang Kompas, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ternyata mengalami penurunan. Per bulan Maret, elektabilitas pasangan ini hanya 49,2 persen, alias tidak sampai 50 persen dan hanya terpaut 11 persen dari pasangan Prabowo-Sandi yang punya tingkat elektabilitas sebesar 37,4 persen.

Penurunan elektabilitas Jokowi tersebut ternyata cukup menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. Maklum saja, penurunannya sangat signifikan. Pada bulan Oktober tahun 2018, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf masih berada di angka 52,6 persen.

Penurunan elektabilitas ini ternyata menimbulkan kegaduhan tersendiri, utamanya dari koalisi kubu pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga dengan blak-blakan mengatakan bahwa penurunan elektabilitas Jokowi tersebut salah satunya disebabkan oleh PSI.

“Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negarif pada Jokowi,” terang Andi pada wartawan.

Seperti diketahui, masih dalam survei Litbang Kompas, PSI memang menjadi partai baru yang punya tingkat resistensi terbesar di masyarakat. Tingkat resistensinya mencapai 5,6 persen, sedangkan elektabilitasnya hanya 0,9 persen.

Seakan tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Andi, kubu PSI pun tentu berang dibuatnya.

“Tidak ada korelasi antara penurunan elektabilitas dengan PSI. Hasil survei Kompas tidak menyatakan adanya korelasi demikian,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany. “Jadi alasan ini kurang ilmiah dan basisnya asumsi. Elite parpol seharusnya berbasis data jangan asumsi, itu bahaya.”

Andi pun kembali membalas. Kali ini dengan kalimat yang cukup keras.

“Intuisi politik anak-anak PSI itu lemah tapi keminter. Tidak tertulis di penjelasan survei bukan berarti tak ada. Kesimpulan pilpres ketat juga tidak tertulis di survei, tapi orang cukup membaca data dan menyimpulkannya.” Terang Andi. “Kelemahan intuisi dan membaca fenomena itu semakin menjelaskan bahwa nalar anak-anak PSI itu dangkal. Tapi sekali lagi, keminter.”

Lebih lanjut, Andi bahkan mengibaratkan PSI seperti anak kecil yang senang karena diberi sepeda.

“Persis seperti anak kecil baru bisa naik sepeda, hujan-hujan pun naik sepeda, dikasih tahu bahaya pun mereka nggak terima, bahkan berlagak di depan orang-orang yang jam terbang naik sepedanya jauh melampaui mereka.”

Mantap betul memang koalisinya Pak Jokowi ini. Menit-menit akhir, bukannya semakin solid, malah saling serang.

Iklan

Sungguh sangat menjunjung nilai-nilai netizen negara +62: suka pertikaian.

elektabiltas jokowi

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: elektabilitasGolkarjokowipsi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.