Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Objek Wisata di Gunungkidul Buka 100 Persen

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
10 Juni 2022
A A
pantai gunungkidul mojok.co

Objek wisata pantai di Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Objek wisata di Gunungkidul telah dibuka dengan kunjungan 100 persen. Hal ini seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 di provinsi DIY.

“Kebijakan itu sesuai dengan aturan yang sudah terbit sebelumnya. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terakhir, kapasitas kunjungan wisata memang sudah bisa 100 persen,” kata Arif Aldian selaku Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul pada Jumat (10/6/2022), sebagaimana dilansir dari Antara.

Arif juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi detail lebih lanjut soal ini. Hal ini berkaitan dengan status baru PPKM aglomerasi DIY. Jadi meskipun sudah dapat dilaksanakan secara 100 persen, namun masih menunggu aturan terkait.

Oleh sebab itu, Arif mengimbau wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata Gunungkidul tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi agar wisatawan dapat dipantau.

Selain pelacakan dengan aplikasi tersebut, penggunaan masker dan penerapan aturan jaga jarak juga diharapkan masih diterapkan oleh wisatawan.

Sementara itu, senada dengan Arif, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto mengatakan bahwa saat ini objek wisata di Gunungkidul sudah bisa 100 persen. Namun kepatuhan protokol kesehatan (prokes) tetap jadi prioritas.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan sebagian wisatawan juga masih mengenakan masker dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucap Sunyoto.

Ia pun berharap momentum ini dimanfaatkan Pemkab Gunung Kidul untuk lebih meningkatkan angka kunjungan. Terlebih sebentar lagi sudah memasuki masa libur sekolah.

“Semoga libur sekolah ini menjadi awal pulihnya kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul,” katanya.

Gunungkidul sendiri terkenal dengan destinasi wisata pantai pasir putih yang masih asri dan alami. Daya tarik inilah yang membuat banyak wisatawan datang ke Gunungkidul. Tercatat lebih dari 90% kunjungan ke kabupaten ini didominasi oleh destinasi pantai.

Pemkab Gunungkidul juga telah berupaya menggejot wisatawan dengan mengadakan berbagai kegiatan promosi. Diantaranya adalah promosi desa wisata seperti Weekend Fest di objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Tak hanya objek wisata, Dispar Gunung Kidul juga banyak melakukan perbaikan khususnya pada kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola destinasi wisata. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk pokdarwis maupun tata kelola desa wisata.

Penulis: Shinta Sigit Agustiani
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Komunitas Vespa Indonesia Disorot Dunia, Unik dan Tak Kalah dengan Eropa dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2022 oleh

Tags: gunungkidulpantai gunungkidulwisata gunungkidul
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

“Kulonuwun Gunungkidul” Jadi Upaya Merawat Hubungan Sosial Lewat Olah Rupa, Bertamu Tak Sekadar Bertemu

11 Oktober 2025
Adoh Ratu Cedhak Watu jadi tema Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025: Menyerap Etosa Budaya Gunungkidul dalam Adoh Ratu Cedhak Watu

4 Oktober 2025
Pantai Watu Kodok, Gunungkidul, Jogja. MOJOK.CO
Catatan

Jalan-jalan ke Pantai Watu Kodok Jogja Jadi Tak Menyenangkan karena “Orang yang Mencurigakan”

17 September 2025
Pilih slow living di Gunungkidul, Jogja usai pindah kerja di sebuah perusahaan yang ada di Dubai. MOJOK.CO
Ragam

Merelakan Gaji Besar dari Perusahaan di Dubai daripada Mental Rusak karena Tekanan Hidup dan Pilih Slow Living di Gunungkidul

12 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.