Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

4 Cara agar Produk Jualan Bisa Memikat Konsumen Pakai Psikologi Warna ala Ninja Xpress

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 September 2024
A A
Psikologi warna untuk pelaku ukm dan pelaku bisnis ala Ninja Xpress MOJOK.CO

Ilustrasi - Psikologi warna untuk pelaku ukm dan pelaku bisnis ala Ninja Xpress. (Ninja Xpress)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Psikologi warna ternyata memiliki efek signifikan bagi pelaku UKM/pelaku bisnis dalam menjual produknya. Ninja Xpress membagikan tips bagaimana agar permainan psikologi warna tersebut bisa menarik dan memikat hati konsumen.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, membangun sebuah identitas brand sebagai tanda pengenal UKM yang kuat dan menarik menjadi sangat penting.

Menurut riset Suara UKM Negeri Vol IV “Seluk Beluk social commerce”, sebanyak 48% orang mengikuti brand favorit mereka di media sosial sebelum berbelanja. Lebih dari pada itu, agar brand lebih dekat dengan konsumen, brand perlu menggunakan warna yang menonjol dari lingkungan.

Berdasarkan survei lain dari Small Business Trend, 84,7 persen konsumen membeli produk tertentu karena warnanya. Entah itu warna kemasan produk atau pemilihan warna dalam iklan produk. Inilah yang dimaksud psikologi warna.

Maka dari itu, pemilihan warna untuk identitas sebuah brand adalah aspek yang sangat penting. Para pelaku UKM/pelaku bisnis bisa belajar psikologi warna salah satunya dari Ninja Xpress, agar identitas brand menjadi menonjol dan memikat.

Kekuatan psikologi warna

Sebagai informasi, psikologi warna adalah studi yang mempelajari bagaimana warna mempengaruhi persepsi dan perilaku seseorang. Warna juga memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan konsumen tentang barang apa yang mereka beli.

Selain produk, warna sangat penting dalam membangun sebuah bisnis. Pemilihan warna yang tepat dapat mempengaruhi pilihan konsumen untuk membeli barang dan perasaan mereka. Berikut adalah beberapa cara ala Ninja Xpress untuk menentukan suatu warna brand yang tepat dengan menggunakan psikologi warna:

Psikologi warna untuk pelaku ukm dan pelaku bisnis ala Ninja Xpress MOJOK.CO
Ilustrasi – Menentukan warna untuk brand berdasarkan psikologi warna. (Ninja Xpress)

#1 Tentukan fokus

Sebelum memilih warna, pelaku UKM/pelaku bisnis harus harus berfokus tentang bagaimana brand akan dilihat oleh konsumen.

Semua warna memiliki kesan unik. Misalnya, apakah brand ingin dikenal sebagai sederhana dan minimalis, unik dan bijak, atau elegan dan mewah?

#2 Gunakan warna gfamiliar dan jangan banyak warna

Untuk membuat brand mudah diingat oleh konsumen, pelaku UKM/pelaku bisnis harus memilih warna yang familiar dan netral.

Jangan terlalu banyak warna. Karena berdasarkan psikologi warna, hal tersebut dapat mengalihkan perhatian konsumen atau membuat brand sulit diingat. Terutama jika kombinasi warnanya tidak cocok.

#3 Gunakan prinsip 60-30-10

Apabila pelaku UKM/pelaku bisnis baru saja memulai suatu bisnis, prinsip ini dapat digunakan. Yakni gunakan prinsip 60% warna primer, 30% warna sekunder, dan 10% warna aksen untuk menggabungkan tema, kontras, dan visual.

Psikologi warna untuk pelaku ukm dan pelaku bisnis ala Ninja Xpress MOJOK.CO
Ilustrasi – Pemilihan warna untuk brand berdasarkan psikologi warna. (Ninja Xpress)

#4 Representasi warna dalam psikologi warna

Berikut ini adalah panduan memilih warna berdasarkan psikologi warna menurut Ninja Xpress:

  • Biru: warna kedamaian, ketenangan, dan kebersihan. Sering digunakan di bidang teknologi, gaya hidup, dan keuangan. Sebagai contoh, Facebook.
  • Merah: warna yang kuat dalam psikologi warna karena mengomunikasikan banyak ide. Ini terlihat dalam logo YouTube yang menonjol.
  • Hijau: warna stabilitas, pertumbuhan, dan kesehatan. Banyak digunakan di bidang kesehatan, daur ulang, dan keuangan.
  • Ungu: warna yang mencerminkan kreatif, royal, dan imajinatif. Biasanya, brand feminin menggunakan warna ungu yang terang. Sebagai contoh, Yahoo.
  • Kuning: warna dari perasaan optimis dan bahagia. Meskipun warna ini dapat menarik pelanggan dari tempat seperti McDonald’s, warna kuning juga digunakan sebagai tanda peringatan.

Dengan memahami tips ala Ninja Xpress di atas, para pelaku bisnis dapat membuat brand terlihat lebih menarik dan mudah diingat oleh konsumen.

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: AI Ancam Rebut Pekerjaan Manusia? Ada Strategi untuk Menang dari AI dalam Urusan Kerja

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 September 2024 oleh

Tags: ninja xpresspelaku bisnispelaku ukmpsikologi warnaUKM
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Hijau miskin, warna yang tidak disukai gen Z
Sehari-hari

Warna “Hijau Miskin” Dianggap Norak, Tidak Disukai Gen Z padahal Dipakai Banyak Orang dan Harganya Murah

2 Maret 2026
Nyesel ikut organisasi mahasiswa (ormek) karena iming-iming relasi, para seniornya aja nggak lulus-lulus kok ngomongin relasi MOJOK.CO
Kampus

Gabung Organisasi Mahasiswa demi Relasi agar Kelak Dibantu Cari Kerja, Relasinya (Para Senior) Malah Nggak Lulus-lulus karena Sibuk Ngopi

21 April 2025
Google dan YouTube Beri Dukungan untuk UKM dan kreator MOJOK.CO
Ekonomi

Dukungan Google dan YouTube untuk UKM dan Kerator Lokal, Lebih Berdaya dengan Peluang Kerja Baru

2 Oktober 2024
Ninja Xpress Bantu UKM Tumbuh dengan Affiliate Marketing MOJOK.CO
Ragam

UKM Daerah Makin Profit karena Pakai Affiliate Marketing Bareng Ninja Xpress, Awalnya Bisnis Kecil-kecilan Kini Makin Banyak Cuan

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Campus Leagu: kompetisi olahraga kampus untuk masa depan atlet mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial

22 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.