Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Branding Tak Konsisten, Cak Imin Bikin Bingung Calon Pemilih Pilpres 2024

Arif Hernawan oleh Arif Hernawan
29 September 2022
A A
cak imin mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin punya peluang besar masuk bursa pemilihan presiden 2024. Namun dia dinilai punya kendala soal branding yang membuat calon pemilih bingung dan elektabilitasnya tak kunjung naik.

Pandangan di atas mengemuka dalam Fisipol Leadership Forum #2: Road to 2024 Membedah Pemikiran Muhaimin Iskandar dalam buku Visioning Indonesia: Arah Kebijakan dan Peta Jalan Kesejahteraan’ di kampus Fisipol UGM, almamater Cak Imin sendiri, Rabu (28/9/2022).

Dalam paparannya, politisi yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan sejak Reformasi, Indonesia menerapkan demokrasi yang dapat menjadi modal utama untuk mencapai kesejahteraan.

Di sisi lain demokrasi ini juga punya ancaman, terutama kesadaran politik rakyat yang masih harus ditingkatkan hingga sejumlah distorsi dan kesalahan persepsi pada demokrasi itu sendiri.

“Di pemilu 2019, kita menghadapi konflik politik yang sampai memisahkan masyarakat. Berantemnya keras banget meski Pak Prabowo sudah bergabung di pemerintahan Pak Jokowi,” ujar Wakil Ketua DPR RI ini.

Situasi demokrasi itu juga mendapat ancaman dari sisi ekonomi, seperti maraknya politik uang dan kemiskinan, hingga ancaman krisis ekonomi global yang diprediksi bakal terjadi tahun depan.

Namun ia yakin bangsa Indonesia dapat melalui kondisi krisis itu dengan mengoptimalkan segala potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan. “Syaratnya kita harus menjadi bangsa mandiri. Kesejahteraan harus dirasakan semua orang,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah dalam mencapai hal itu. Kendati demikian, kata Cak Imin yang kini juga bagian dari koalisi, pemerintah belum maksimal dalam sejumlah kebijakan.

“Kebijakan reformasi agraria masih lamban, perlu digenjot lagi, dan tidak cukup hanya sertifikasi tanah,” kata dia.

Menurut Cak Imin, lambannya kebijakan itu membuat redistribusi aset tanah belum menunjukkan hasil. Akibatnya, segelintir orang masih menguasai lahan yang amat luas. “Sekarang ini satu persen penduduk menguasai 50 persen tanah di Indonesia,” katanya.

Cak Imin juga mendorong pemerintah mengoptimalkan pemasukan dari pajak lewat sumber-sumber pajak baru. “Banyak sumber pajak yang belum diseriusi seperti sektor pertambangan,” kata dia.

Di paparannya ini, Cak Imin juga mengutip kritik untuk pemerintah seperti dari ekonom Faisal Basri yang menyebut adanya oligarki atau konglomerasi di pemerintahan saat ini. Menurutnya, kritik ini harus menjadi otokritik. “Kritik atas oligarki ini harus kita tangkap menjadi formula agar oligarki tidak tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

Di luar forum bahasan bukunya, Cak Imin juga kembali menyatakan kemantapannya untuk maju di pilpres 2024. Meski menyebut sudah ada kontrak politik dengan Partai Gerindra dan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, Muhaimin juga telah bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang sempat dicibir netizen itu.

“Kita sama Prabowo sepakat, tidak mungkin hanya berdua dan harus menggalang kekuatan dari partai-partai lain. Dengan Mbak Puan, moga-moga bisa bergabung,” kata dia.

Iklan

Ia mengklaim pertemuan-pertemuan dengan Puan dan rencananya dengan politisi dan pimpinan partai lain tak mengganggu koalisi Gerindra-PKB dan posisi capres-cawapres.

“Kita akan bicarakan. Tiap minggu kita ada diskusi. Pertemuan dengan Puan itu karena koalisi yang harus dijaga hari ini. Kita harap dengan pertemuan ini, PDIP, PKB, dan Gerindra bergabung,” katanya.

Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam, yang hadir dalam diskusi bedah buku pun menyebut Cak Imin layak masuk bursa pilpres 2024.

“Dia layak karena ketua umum parpol, jam terbangnya sebagai politisi dan aktivis tinggi dan punya pemikiran gagasan yang dituangkan dalam buku Visioning Indonesia. Isi buku ini terwujud kalau Cak Imin punya kekuasaan,” kata dia.

Sayangnya, hingga saat ini, elektabilitas Cak Imin di sejumlah survei belum tinggi. Arif menyebut hal ini lantaran branding yang dilakukan Cak Imin kerap berubah-ubah.

“Baliho (kampanye) dia tidak konsisten. Dari Cak Imin, panglima santri, lalu sekarang Gus Muhaimin. Masyarakat jadi bingung. Salah satu sebab elektabilitasnya enggak naik-naik karena inkosistensi branding,” ujarnya.

Arif menyarankan Muhaimin tetap mempertahankan sapaan yang sudah dikenal masyarakat, yakni Cak Imin, sebagai branding kampanye politiknya. “Kesannya juga lebih egaliter, marketable, dan diterima semua lapisan,” ujarnya.

Cak Imin juga sudah pas berpasangan dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju di pilpres 2024. “Pertemuan dengan Puan karena sekarang semua (tokoh) sedang menaikkan bargaining politik. Tapi kalkulasi politik dan elektabilitas tetap Cak Imin dengan Prabowo,” kata Arif.

Reporter: Arif Hernawan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Muhaimin Iskandar, Lokomotif Pemilu 2024: Potensi Impresi Ciamik Media Sosial Cak Imin

Terakhir diperbarui pada 29 September 2022 oleh

Tags: cai iminMuhaimin IskandarPemilu 2024Pilpres 2024pkb
Arif Hernawan

Arif Hernawan

Jurnalis, penikmat film & musik.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!
Video

Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!

23 Februari 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.