Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Beberapa Petinggi Partai Demokrat Sewot Karena Prabowo Terkesan Menyerang SBY Saat Debat

Redaksi oleh Redaksi
14 April 2019
A A
partai demokrat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo terkesan menyerang SBY dalam salah satu sesi debat, para petinggi Demokrat pun sewot dan langsung menuliskan kekecewaannya di Twitter.


Debat Pilpres terakhir kemarin malam, Sabtu, 13 April 2019 ternyata menyisakan sejumput kekecewaan bagi sejumlah kader Partai Demokrat. Penyebab adalah pernyataan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto yang dalam salah satu sesi debat terkesan menyerang SBY.

Momen tersebut terjadi saat Prabowo membahas tentang deindustrialisasi yang terjadi di Indonesia. Menurut Prabowo, adanya deindustrialisasi tersebut bukan murni sepenuhnya kesalahan Jokowi, melainkan kesalahanpara presiden-presiden pendahulu.

“Saya terus terang, saya tidak menyalahkan Bapak Jokowi“ ujar Prabowo. “Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan hingga puluhan tahun lalu. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Benar itu pendapat saya.”

Pernyataan tersebut tentu saja sensitif bagi kader Demokrat, sebab kalimat “kesalahan presiden-presiden sebelumnya” secara tidak langsung juga mengarah kepada SBY, yang mana merupakan ketua umum Partai Demokrat, partai yang saat ini ikut mengusung Prabowo pertarung di Pilpres 2019.

Tak berselang lama setelah Prabowo mengeluarkan pernyataan sensitif tersebut, beberapa petinggi Partai Demokrat tampak keluar dari Grand Ballroom Hotel Sultan yang menjadi arena debat Pilpres. Di antaranya adalah Wakil Ketua Partai Demokrat Syarifuddin Hasan, Ketua Divisi Bidang Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, sampai Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Di Twiter, beberapa petinggi Demokrat juga langsung menyampaikan semacam rasa keberatan dan kritiknya atas pernyataan Prabowo yang terkesan menyerang SBY tersebut.

“Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?” tulis Wakil Sekretaris Jenderal, Rachland Nashidik.

Sementara itu, Andi Arief yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral Demokrat juga menuliskan semacam kekecewaannya di Twitter atas pernyataan Prabowo.

“Belum ada serangan Pak Prabowo yang mantul ke Pak Jokowi. Malah nyerangnya ke Presiden sebelumnya yang gak hadir. Persis gebrak meja di saat Pak Jokowi gak ada. Ini diplomasi panggung,” tulis Andi Arief.

Waduh. Pilpres tinggal tiga hari lagi. Tapi kondisi koalisi malah semakin memanas. Ah, Pak Prabowo ini sukanya begitu sih. Sukanya mancing-mancing emosi anak-anak Demokrat.

Nggak belajar dari kasus “Jenderal Kardus” ya, Pak? Hehehe.

partai demokrat

Terakhir diperbarui pada 14 April 2019 oleh

Tags: demokratprabowosby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.