Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

Redaksi oleh Redaksi
25 Februari 2026
A A
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik. (Pemkab)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jelang memasuki bulan suci Ramadhan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melakukan kolaborasi dengan personel Jikustik dan influencer Amin.

Melalui Klaten Projek, lagu religi “Tuhan Itu Ada” diluncurkan di Senjadi Emerald Coffe and Eatery, Desa Sumberjo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Minggu (15/2/2026). 

Dua personel band Jikustik terlibat dalam lagu ini, yakni Adhitya Bagaskara dan Carolus Liberianto atau yang akrab disapa Carlo.

Nuansa lagu pop yang disisipkan rap, menjadi satu dalam single religi ini.  Bupati Hamenang sendiri mengisi vokalis, Amin rap, Adhit keyboardist, serta Carlo drummer. 

Carlo mengatakan lagu ini sebelumnya merupakan ciptaan dari personel Band Jikustik, namun kini kembali dirilis dengan aransemen baru. 

“Dibuatnya sudah lama dulu pernah diaransemen sama teman-teman Jikustik,” ujarnya dalam konferensi pers. 

Namun, lagu tersebut dirilis hanya sebentar dan tidak terpublikasikan dengan baik. “Sayang kan itu ada lagu bagus yang hanya terdiam selama bertahun-tahun, makanya saya kepikiran dengan tema Ramadan ini wah kayaknya lagu itu cocok pas banget momennya,” ucapnya.

Kolaborasi perdana dengan kepala daerah

Carlo memaparkan, kolaborasi kali ini merupakan kolaborasi perdana dirinya dengan Kepala Daerah. 

“Kolaborasi itu sebenarnya terutama sama saya sama Adhit selama kita di Jikustik 30 tahun ini, itu tuh kita sudah sering berkolaborasi dengan musisi dengan banyak pihak,” jelasnya.

“Yang saya ingat-ingat itu, yang belum pernah kita kolaborasi itu dengan kepala daerah atau Intinya kepala,” imbuhnya.

Bupati Klaten, Hamenang menjadi vokalis dalam kolaborasi lagu religi MOJOK.CO
Bupati Klaten, Hamenang menjadi vokalis dalam kolaborasi lagu religi. (Dok. Pemkab)

Carlo yang sudah menjadi warga Klaten, melihat Bupati Hamenang memiliki latar belakang “cah band”. Selain itu, sosok Bupati Hamenang juga dilihat sebagai sosok yang memasyarakat, humble, dan tidak ada batasan. 

Hingga pada suatu kesempatan, Carlo tak sengaja bertemu Bupati Hamenang saat di Klaten Town square. Ia lalu mengutarakan keinginan untuk berkolaborasi. 

Ajang promosi Klaten

Bupati Hamenang kemudian menyanggupi ajakan kolaborasi ini. Hingga dilakukan diskusi lanjutan.

Bagi Bupati Hamenang, proyek kolaborasi ini merupakan salah satu promosi Kabupaten Klaten. Sebab, dalam video klip musik religi ini berlatarkan spot yang berada di Kabupaten Klaten. 

Iklan

“Saya kan selalu pengin promo Klaten. Jadi kita kampanyekan Klaten lewat musik,” ujar Bupati Hamenang. 

“Makanya nanti Ketika MV-nya di putar nanti, kita ada (tampilkan) beberapa spot Kabupaten Klaten yang menarik,” paparnya. 

Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO
Lagu religi “Tuhan Itu Ada” jadi ajang promosi Klaten lewat musik. (Dok. Pemkab)

Bupati Hamenang berharap, ke depannya pemusik asal Kabupaten Klaten dapat bersaing dengan daerah tetangga seperti Yogyakarta. 

“Tidak hanya band-band dari Yogya, muncul juga band-band dari Kabupaten Klaten. Salah satu hari ini band Indie yang sudah naik The Jeblogs. Nah semoga nanti ke depan muncul-muncul juga musisi yang lain dari Kabupaten Klaten bisa sampai nasional,” pungkasnya.***(Adv)

BACA JUGA: Resign Kerja Kantoran di Jakarta, Milenial Ini Putuskan Side Hustle di Klaten yang Hasilkan Ratusan Juta per Bulan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: band klatenbupati klatenklatenlagu religimusisi klaten
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO
Kilas

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co
Lipsus

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co
Lipsus

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Perburuan burung kicau untuk penuhi pasar skena kicau mania tinggi, ternyata bisa ancam manusia dan bumi MOJOK.CO

Perburuan Burung Kicau untuk Penuhi Skena Kicau Mania Tinggi: Jawa Jadi Pasar Besar, Bisa Ancam Manusia dan Bumi

2 Mei 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.