Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
2 Mei 2026
A A
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

Hariyo T. Wibisono Direktur Yayasan SINTAS Indonesia di sesi bincang-bincang, Kamis (30/4/2026). (Dok. Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

JAKARTA, MOJOK.CO – Upaya penyelamatan macan tutul jawa semakin mendesak di tengah menyusutnya populasi satwa endemik tersebut. Kolaborasi multipihak dan pendekatan berbasis data dinilai menjadi kunci utama menjaga kelangsungan hidup predator puncak di Pulau Jawa itu.

Hal ini disampaikan dalam diskusi bertajuk “Melindungi Sang Predator Puncak: Sinergi Pelestarian Macan Tutul Jawa” yang digelar Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Yayasan SINTAS Indonesia di ASHTA District 8 Jakarta, Rabu (30/4/2026).

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan populasi macan tutul jawa saat ini hanya sekitar 350 individu dewasa yang tersebar di 29 kantong habitat terisolasi. Fragmentasi habitat dan konflik dengan manusia menjadi ancaman utama bagi kelangsungan spesies ini.

Harapan muncul melalui peluncuran Java Wide Leopard Survey (JWLS) pada awal 2024. Program ini melibatkan pemerintah, praktisi konservasi, serta tujuh mitra swasta, termasuk BLDF, untuk mengumpulkan data populasi secara terstandar.

Survei tersebut menggunakan sekitar 600 kamera pengintai di 1.160 titik. Hingga 2025, JWLS telah mengidentifikasi sedikitnya 34 individu macan tutul jawa, terdiri dari 11 jantan dan 23 betina.
Program Director BLDF, Jemmy Chayadi, menegaskan bahwa konservasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, pelestarian macan tutul jawa harus dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem secara menyeluruh.

“Konservasi bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menjaga kualitas tanah, air, konektivitas hutan, serta kelangsungan satwa liar di dalamnya,” ujar Jemmy.

Jemmy Chayadi Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dan Hariyo T. Wibisono Direktur Yayasan SINTAS Indonesia di Pameran Foto BLDF MOJOK.CO
Jemmy Chayadi Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dan Hariyo T. Wibisono Direktur Yayasan SINTAS Indonesia di Pameran Foto BLDF. (Dok. Istimewa)

Kamera pengintai untuk temukan data macan tutul jawa

Sementara itu, Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Hariyo T. Wibisono, menekankan pentingnya data akurat dalam menyusun strategi konservasi. Ia menyebut pihaknya telah memasang hingga 1.000 kamera pengintai di berbagai hutan di Pulau Jawa.

Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) yang lebih komprehensif.

Meski demikian, Hariyo mengingatkan bahwa pelestarian tidak cukup hanya mengandalkan data. Diperlukan juga upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam.

Melalui kegiatan ini, BLDF mendorong agar pelestarian macan tutul jawa tidak hanya menjadi agenda konservasi, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan dukungan data yang semakin kuat dan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya menjaga spesies kunci ini diharapkan dapat berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem hutan di Pulau Jawa secara keseluruhan.

Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation Dandy Mahendra mengatakan, selain diskusi, BLDF juga menggelar pameran foto dalam rangkaian ARTCYCLE: EARTHFORM yang berlangsung pada 20 April hingga 17 Mei 2026, dengan tema yang berganti setiap minggunya. Pada periode 20–26 April 2026, pameran mengangkat tema Biodiversity Conservation dengan fokus pada elang jawa. Selanjutnya, pada 27 April–3 Mei 2026, tema beralih pada konservasi macan tutul jawa. Pada 4–10 Mei 2026, pameran menampilkan lima pilar BLDF, sebelum ditutup pada 11–17 Mei 2026 dengan 18 karya foto jurnalistik terpilih. (*)

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Upaya “Mengadopsi” Sarang-Sarang Sang Garuda di Hutan Pulau Jawa dan reportase lainnya di kanal Liputan.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2026 oleh

Tags: bldfDjarum Foundationmacan tutul
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Volunteer di festival dandangan kudus. MOJOK.CO
Jagat

Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana

12 Februari 2026
Festival Dandangan Kudus tak sekadar denyut perekonomian. MOJOK.CO
Jagat

Menemukan Hal Baru di Festival Dandangan Kudus 2026 setelah Ratusan Tahun, Tak Sekadar Kulineran dan Perayaan Sambut Ramadan

11 Februari 2026
Cerita Pengasuh Anak Seribu Pulau dan Hal-hal Kecil yang Membuat Bahagia setelah Menangis MOJOK.CO
Ragam

Cerita Pengasuh Anak Seribu Pulau dan Hal-hal Kecil yang Membuat Bahagia setelah Menangis

26 November 2025
Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola'ah dan Keluarga MOJOK.CO
Ragam

Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola’ah dan Keluarga

25 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.