Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Jagat

Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Februari 2026
A A
Volunteer di festival dandangan kudus. MOJOK.CO

ilustrasi - Volunteer bertugas mengedukasi pengunjung soal sampah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Kami percaya bahwa tradisi nenek moyang juga punya peran penting sebagai pengingat bahwa di tengah suasana yang meriah, ramai orang membeli makanan dan beraktivitas, menjaga lingkungan tetap menjadi hal yang wajib dan tidak boleh terlupakan,” kata Director Communication Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara dalam sambutannya di Festival Dandangan, Kudus, Senin (9/2/2026).

***

Digelar setiap satu tahun sekali, Festival Dandangan tak hanya dinikmati oleh akamsi alias anak kampung Kudus. Tradisi yang digelar jelang bulan suci Ramadan ini mengundang banyak pengunjung dari berbagai daerah. 

Sebelum ada pengumuman sidang isbat seperti sekarang, warga Kudus punya kebiasaan menarik, yakni menunggu pengumuman resmi awal puasa di Masjid Menara Kudus. Suasananya selalu ramai dari hari ke hari, karena waktu pemukulan bedug—tanda penetapan awal puasa tak diketahui pasti.

Keramaian di sekitar Masjid Menara tak pelak mengundang para pedagang makanan dan souvenir untuk membuka lapak, hingga akhirnya berkembang menjadi semacam pasar malam, Festival Dandangan yang dikenal sekarang. 

Festival Dandangan selalu penuh oleh stand-stand pedagang. Untuk tahun 2026 ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mencatat, setidaknya ada 527 stand dan 450 pedagang kaki lima yang terdaftar.

“Di tahun 2025, perputaran uang dalam 10 hari mencapai Rp16,5 miliar, dan untuk tahun 2026 ini kami menargetkan perputaran uang mencapai Rp17 miliar lebih, mengingat antusiasme warga yang datang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko dalam sambutannya di sekitar Alun-alun Kudus, Senin (9/2/2026).

Wakil bupati dan BLDF. MOJOK.CO
Deputy Program Director BLDF, Fransisca Berty (baju putih) dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton (batik). (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Namun, ada masalah yang tak kalah penting daripada pertumbuhan ekonomi yang terus melaju. Masalah itu adalah sampah. Tahun 2024, masyarakat Kudus turut menyumbang sekitar 0,45 persen sampah terhadap total tumpukan sampah nasional.

Festival Dandangan, dengan crowd massa yang selalu membeludak, dikhawatirkan menambah masalah tersebut sehingga perlu ditangani agar sampah-sampah konsumsi sepanjang festival bisa terkelola secara semestinya. 

Pedagang Festival Dandangan rugi saat sampah dibuang sembarangan

Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Kudus pun menyadari isu lingkungan tak boleh dipandang sebelah mata. Karena dampak kerusakan alamnya makin terasa. Awal Januari 2026 kemarin, Kudus tak terhindar dari bencana banjir dan longsor.

BPBD Kudus melaporkan ada 14.437 jiwa terdampak dan tiga di antaranya meninggal. Peristiwa ini seolah menjadi tamparan keras bagi warga Kudus agar tak lupa menjaga dan merawat lingkungan.

Sementara, dalam konteks Festival Dandangan, sampah juga mengganggu keindahan lapak pedagang dan kenyamanan pengunjung.

Sarminah (58) misalnya. Pedagang ketan di Festival Dandangan itu bercerita, dulu tak banyak pengunjung yang datang ke lapaknya karena berdekatan dengan tumpukan sampah. Selain bau, sampah itu juga tak enak dipandang. 

Sarminah pedagang di festival dandangan kudus. MOJOK.CO
Sarminah, pedagang ketan yang sudah 23 tahun berdagang di Festival Dandangan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Apalagi lapakku ini kan dekat sungai ya Mbak, banyak orang biasanya buang sampah langsung ke situ,” kata Sarminah yang sudah 23 kali ini mengikuti Festival Dandangan. Lokasinya selalu sama, jarang berpindah. Situasi yang selama ini jelas tidak menguntungkannya. 

Kini kecipratan untung justru tak jauh dari tempat sampah

Di Festival Dandangan 2026, Pemkab Kudus memang berkolaborasi dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk secara khusus membantu dalam pengelolaan sampah. Di antara support yang diberikan BLDF berupa tempat-tempat sampah berkategori: tempat untuk sampah organik, anorganik, dan residu. 

Ada 60 tempat sampah yang tersebar di 20 lokasi strategis, salah satunya di dekat lapak Sarminah di gang Desa Demangan. Setiap tempat sampah akan dijaga oleh volunteer yang bertugas mengedukasi pengunjung. Dan setiap dua jam sekali, sampah akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kudus, apalagi jika terlihat sudah menumpuk.

Sedangkan khusus untuk sampah organik akan dikirim ke Pusat Pengolahan Organik (PPO) yang berada di kawasan Djarum Oasis Kretek Factory untuk diolah menjadi pupuk. 

Itu memang inisiatif gerakan BLDF melalui program Kudus Apik Resik yang telah berjalan sejak 2022. Hingga saat ini, tercatat ada 490 mitra dari berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung keberlangsungan pemilahan sampah sejak rumah tangga. 

Pupuk-pupuk itu pun nantinya akan digunakan untuk program-program penghijauan di sekitar Kudus dan diberikan kepada masyarakat jika ada permintaan.

Anjas. MOJOK.CO
Koordinator acara Festival Dandangan 2026, Anjas. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Penyediaan tempat sampah berkategori tersebut memang merupakan hal baru di Festival Dandangan. Namun, Koordinator acara Festival Dandangan, Anjas, mengaku senang karena alih-alih menolak perubahan, banyak masyarakat Kudus yang ikut mendukung dan mengapresiasi upaya tersebut.

Baca Halaman Selanjutnya…

Para pedagang di Festival Dandangan sudah sadar isu lingkungan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2026 oleh

Tags: bldffestival dandanganFestival Dandangan 2026kudusrelawan Kudus Asik Resiktradisi Dandangan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO
Eksplor

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO
Kilas

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO
Fragmen

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Latihan ala penjaga warung madura dalam mengoperasikan toko kelontong 24 jam non-stop. Lebih teruji dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) MOJOK.CO

Latihan Ala Penjaga Warung Madura Operasikan Toko 24 Jam: Memang Tak Seperti Latsarmil Koperasi Desa tapi Teruji

3 Juli 2026
Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi MOJOK.CO

Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi

3 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.