Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pertarungan Gengsi Modernitas Honda Supra X 125 vs Honda Karisma yang Pantatnya Menggoda untuk Ditampar

Haryo Tri Aji oleh Haryo Tri Aji
25 Januari 2021
A A
Pertarungan Gengsi Modernitas Honda Supra X 125 vs Honda Karisma yang Pantatnya Menggoda untuk Ditampar MOJOK.CO

Pertarungan Gengsi Modernitas Honda Supra X 125 vs Honda Karisma yang Pantatnya Menggoda untuk Ditampar MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pertarungan gengsi pengendara Honda Supra X 125 vs Honda Karisma sempat memanas. Untung saja pertikaian itu cuma berlangsung singkat.

Bukan, ini bukan soal Bosman Mardigu. Ini soal “sontoloyo” di universe yang completely berbeda. Saya nggak lagi ngomongin soal si Bapak yang katanya pernah “magang” di Langley, markas besar CIA. Saya juga nggak lagi ngomongin soal ikan. Ikan langley dumbo. Hehe… maaf.

Maksudnya begini. Beberapa yang lalu, kerusuhan di Twitter sempat begitu intens. Nah, salah satu kerusuhan yang nyempil di situ adalah soal si Mardigu Sontoloyo. Wah, ramai sekali beliau diledek oleh netizen tercinta setelah muncul untuk kesekian kalinya di Youtube Deddy Corbuzier.

Rasa ingin ikut nimbrung di kerusuhan itu cukup besar. Namun, ketika lagi mikir soal punchline yang cocok biar viral, saya sadar kalau melucu bukan expertise saya. Kemampuan saya mentok di “langley dumbo”. Menyedihkan. Menurunkan level ke zonanya MLI aja.

Fokus saya malah menuju ke kata “sontoloyo”. Kata yang kini menjadi salah satu makian halus itu sebenarnya merujuk ke sebuah profesi.

Macam kata “bajingan” yang sebetulnya merujuk ke sopir gerobak, bisa sapi atau kuda, atau pengemudi cikar pada umumnya. Nah, kata “sontoloyo” sebenarnya menuju ke profesi penggembala bebek.

Iya, sebuah profesi yang kayak nggak punya dignity itu. Si sontoloyo kasih tanda ke kanan, eh si bebek ke kiri. Ganti kasih tanda ke kiri, eh si bebek belok kanan. Bebek saja nggak respect sama si penggembala. Saya curiga, ibu-ibu berjilbab naik Mio sein kiri belok kanan itu terinspirasi dari sontoloyo ini.

Nah, karena merujuk ke “penggembala bebek”, pikiran saya melayang ke satu dekade silam, ketika dua bebek legendaris seperti dibenturkan. Yang saya maksud adalah sontoloyo Honda Supra X 125 dan sontoloyo Honda Karisma.

Perdebatan singkat namun keras yang terlupakan ini bisa jadi makin panas kalau media sosial sudah seliar sekarang. Perdebatan yang mungkin bisa menyaingi panasnya kalimat “Kamu KTP mana?” kalau lagi bahas UMR Jogja.

Sebagai sontoloyo Honda Karisma, harga diri saya agak terluka ketika sontoloyo Honda Supra X 125 mulai sombong. Pertama, bisa dipahami kalau Honda Karisma memang lebih tua dibandingkan Honda Supra X 125. Ketika Karisma resmi tidak diproduksi lagi, Honda mulai memasarkan Supra X 125.

Apalagi saat itu, Honda Supra X 125 adalah motor Honda yang pertama punya sistem injeksi. Perpaduan tone untuk bodinya juga terlihat lebih segar dan modern. Saya masih ingat saat itu adik saya beli Honda Supra X 125 dan sudah merasa jemawa hanya karena motornya “lebih muda”.

Bahkan saya dianjurkan untuk menjual Honda Karisma 2002 saya untuk ganti ke Honda Supra X 125. Ya maaf saja, sebagai sontoloyo Honda Karisma, hati saya tak mudah goyah. Maklum, saya merawat dan memperjuangkan motor ini sepenuh hati. Bahkan di 2021 ini, mesin Karisma saya masih terasa “segar”, sementara Honda Supra X 125 adik saya dijual untuk ganti motor matik. Dasar bocil tua nggak setia.

Bukan cuma di circle keluarga, ledekan kepada sontoloyo Honda Karisma, khususnya saya, juga terjadi di lingkaran pertemanan. Saat itu, pengendara Honda Karisma diledek mirip bapak-bapak. Sudah CC-nya kecil, nggak bisa lari lagi. Sialnya, di dekat rumah saya, banyak tukang tarik iuran koperasi yang pakainya Honda Karisma.

Sementara itu, Honda Supra X 125 dianggap sebagai motor modern. Tampilannya ketika bagian shock dipendekkan memang lebih cantik ketimbang Honda Karisma, yang bagian pantatnya memang “berisi”. Ini kalau ibarat bebek pasti sudah disembelih duluan karena pantatnya yang tampar-able itu.

Iklan

Iya, suatu kali, karena pengin terlihat mengikuti zaman, saya pernah menceperkan Honda Karisma. Celakanya, motor saya malah terlihat bantat dengan pantat yang turun dan sungguh menggoda untuk disepak itu. Mau modifikasi bodi, tapi saya sayang sama biayanya.

Akhirnya, karena nggak tahan sama ledekan soal “pantat bebek”, saya kembalikan modifikasi Honda Karisma ke bentuk default. Saya amati motor ini lekat-lekat dalam waktu lama. Saya lantas membatin, apa sih yang membuat kita “jatuh cinta” kepada benda mati?

Saya rasa, jawabannya pasti sederhana. Sama seperti proses jatuh cinta ke manusia. Ini semua soal kecocokan dan kenyamanan. Sebagai sama-sama produk Honda, Honda Karisma dan Honda Supra X 125 sama-sama menyodorkan kenyamanan berkendara. Lagipula, keduanya juga sangat irit. Poin ini saya rasa sangat penting untuk para die hard bebeknya Honda.

Buat gambaran, rumah saya ada di Jalan Kaliurang kilometer 14. Tempat kerja saya adalah sebuah sekolah swasta di Kota Yogyakarta. Setiap hari, sebelum pandemi brengsek ini merajalela, sekali jalan, saya menempuh 19 hingga 20 kilometer. Berarti, pulang dan pergi mengajar, saya melahap 40 kilometer. Kita bulatkan saja biar gampang.

Saya mengisi bensin setiap empat atau lima hari sekali. Pertamax Rp20 ribu saja. Untuk Sabtu dan Minggu, saya ada di rumah. Terkadang, saya perlu pulang ke rumah orang tua untuk mengantar dagangan istri saya. Jadi, dalam satu minggu, saya bisa enam kali bolak-balik 40 kilometer.

Ada yang bilang saya bisa irit karena jarang sekali ngebut. Nah, ini saya nggak tahu hitungannya gimana. Namun, kalau pakai motor Honda Karisma atau Honda Supra X 125 memang paling enak jalan 60 sampai 70 km/jam. Jalan santai saja.

Honda Karisma, dan semua produk Honda lainnya, terutama kelas bebek ya, paling enak buat jalan santai. Mesinnya halus, perpindahan gigi juga jadi lancar banget, suspensi enak. Dan yang pasti, semua komponen jadi awet. Syaratnya cuma satu: dirawat.

Nah, buat Pak Mardigu, ketimbang nama “sontoloyo” jadi terlalu lekat ke orang yang menyebalkan, lebih baik mari geser maknanya ke penggembala bebek dan pengemudi motor bebek. Setidaknya, perdebatan antar-fans Honda itu nggak lama dan nggak bikin publik jadi misleading. Dasar sontoloyo!

BACA JUGA Honda Karisma Produk Gagal? Bodo Amat, Ini Bukti Cinta Memang Perlu Diperjuangkan dan ulasan romantisme motor lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2021 oleh

Tags: hondahonda karismaHonda Supra X 125mardiguMotor Honda
Haryo Tri Aji

Haryo Tri Aji

Liverpudlian, guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta di Yogyakarta. Punya cita-cita jadi kepala sekolah. Sekarang Kepala Yayasan dulu.

Artikel Terkait

Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO
Otomojok

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Supra X 125, Motor Honda yang Menderita dan Nggak Masuk Akal MOJOK.CO
Otomojok

Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda

14 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO
Otomojok

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.