Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

JK Rowling si Penyintas ‘Toxic Masculinity’ yang Diserang SJW karena Transfobia

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
17 September 2020
A A
JK Rowling Si Penyintas ‘Toxic Masculinity’ yang Diserang SJW karena Transfobia

JK Rowling Si Penyintas ‘Toxic Masculinity’ yang Diserang SJW karena Transfobia

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – JK Rowling memang punya citra suka merangkul kaum minoritas. Masalahnya, itu tidak berlaku untuk kaum transgender dan transeksual.

Tagar #RIPJKRowling adalah sebuah lelucon di internet. Sama seperti meme RIP Bondan Prakoso yang sering dipakai memelord untuk ngegocek netizen. Nyatanya, “R.I.P. (Rhyme In Peace)”, merupakan lagu Bondan Prakoso dan Fade2Black.

Iklan

Bondan Prakoso sendiri masih hidup. Begitu juga dengan Joanne Kathleen Rowling (selanjutnya ditulis JK Rowling) yang masih sehat walafiat tanpa kurang satu apa pun. Mungkin kurang empati aja.

Selepas menamatkan tujuh buku Harry Potter, JK Rowling memang kerap menebar kontroversi. Dari mulai mengubah ras Hermione Granger menjadi kulit hitam dalam drama Harry Potter and the Cursed Child, sampai tipis-tipis mempertontonkan hubungan gay antara Dumbledore dan Grindelwald.

Manuver tersebut dipahami oleh penggemar sebagai cara JK Rowling memperkenalkan keberagaman dalam waralabanya. Serta melakukan penetrasi ke komunitas LGBT.

Fans sempat mengkritik sang penulis soal Hermione Granger yang berganti kulit secara deus ex machina. Mudanya Emma Watson yang kaukasoid, tuanya jadi negroid. Drama Harry Potter itu pun menjadi drama tersendiri di kalangan fanbase.

Masalahnya, tidak pernah disinggung sebelumnya bahwa teman baik Harry Potter itu dari kalangan orang kulit berwarna. Kalau dari kalangan Muggle sih iya. Bukan berarti kekecewaan penggemar adalah bentuk rasisme dan diskriminasi kulit hitam. Tapi ya kaget aja, kok tiba-tiba? Kan, kisah fantasi juga butuh konsistensi.

Dari sini, JK Rowling terkesan seperti sosok bijak bestari yang merangkul kaum minoritas (walau harus mengubah karakter setelah buku dan filmnya tamat). Namun, ternyata kaum transgender dan transeksual adalah pengecualian.

Melalui akun Twitter pribadi, JK Rowling sempat melontarkan pernyataan yang berbau transfobia. Cuitannya tersebut dikecam oleh SJW-SJW dunia.

Terakhir, nama JK Rowling kembali trending dengan tagar RIPJKRowling. Maksudnya adalah karier JK Rowling telah mati, bukan orangnya. Sebab sang penulis kembali berurusan dengan kaum transgender.

Komunitas LGBT: “After all this time?”

JK Rowling: “Always.”

Novel terbarunya berjudul Troubles Blood memuat kisah seorang pembunuh berantai yang berpakaian seperti wanita untuk memangsa para korbannya. Sebelumnya, dalam novel The Silkworm, JK Rowling juga pernah menggambarkan satu karakter transgender sebagai pribadi yang tidak stabil. Gara-gara sentimen inilah sang penulis dirundung di dunia maya karena dianggap anti-trans.

Sampai-sampai ada akun parodi yang mencuit bahwa penulis asli Harry Potter adalah Lady Gaga, bukan JK Rowling.

Padahal nama JK Rowling sendiri adalah bentuk toxic masculinity di dunia kapitalisme perbukuan. Nama pena tersebut dipilih oleh tim marketing penerbitan karena terasa maskulin. Namanya dipakai untuk mengaburkan jenis kelamin yang sebenarnya. Sebab penulis lelaki lebih menyakinkan untuk menulis kisah fantasi dibandingkan penulis wanita, ceunah.

Dalam hal ini, Stephenie Meyer sang penulis The Twilight Saga justru lebih berani dengan memakai nama aslinya yang feminin.

Ketertarikan dan keterikatan JK Rowling dengan nama maskulin berlanjut di novel selanjutnya. Meninggalkan nama pena JK Rowling yang lekat dengan waralaba Harry Potter, sang penulis menyamar sebagai Robert Galbraith untuk seri novel detektif The Cormoran Strike.

Namun, penyamaran ini sia-sia karena marketing toko buku selalu menyebut bahwa Robert Galbraith adalah nama samaran JK Rowling. Biar bukunya laku.

Iklan

Sejak kecil, JK Rowling sering menjadi korban kekerasan orang tuanya yang mengidamkan seorang putra. Ketika berumah tangga, Rowling pun jadi korban KDRT oleh mantan suaminya. Jadi bisa dibilang Rowling adalah penyintas toxic masculinity.

Lantas, bagaimana bisa, penulis wanita penyintas toxic masculinity yang senang menyamar menjadi laki-laki, sering menyinggung kaum trans? 

Yah, seperti di Indonesia ketika Dorce Gamalama sempat menyatakan tidak suka dengan aktor pria yang berperan kebanci-bancian di siaran televisi, terkadang manusia memang tidak bisa konsisten dalam berempati. Porsi empati pun bisa picky. Sesuai selera.

Namun, memberitakan kabar bohong tentang kematian seseorang yang masih hidup adalah soal lain. JK Rowling sama seperti Eiichiro Oda sang pengarang One Piece, selalu didoakan berumur panjang oleh para penggemar. Sebab kami masih ingin tahu kelanjutan Fantastic Beasts dan akhir One Piece. Tagar #RIPJKRowling itu damage-nya bukan main.

Dari kasus ini, pembaca JK Rowling bisa berempati kepada pembaca Tere Liye yang suka karyanya tapi tidak suka kelakuan penulisnya di media sosial. Kita juga bisa mengambil sikap yang sama dengan Daniel Radcliffe. Sebagai aktor yang dibesarkan oleh karakter Harry Potter, Daniel tetap bisa berseberangan pendapat dengan pencipta karakternya pakai cara yang sopan. 

Intinya, dia bilang bahwa kita pernah bahagia bersama, kenangkan kebahagiaan itu aja ya, jangan yang lain.

Eh, itu kata-kata Annelies ke Minke di Bumi Manusia, ding. Bukan kutipan dari Bumi Magical.

BACA JUGA Membayangkan Sekolah Sihir Harry Potter Buka Cabang di Indonesia dan tulisan Haris Firmansyah lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 September 2020 oleh

Tags: harry potterjk rowlingsihirtranseksualTransgender
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Imane Khelif Membuktikan Kita Perlu Belajar Soal Intersex MOJOK.CO

Tuduhan Petinju Laki-laki terhadap Imane Khelif Membuktikan Kita Perlu Belajar Soal Intersex

3 Agustus 2024
fifa mojok.co

FIFA dan World Athletics Tinjau Aturan Atlet Transgender, Ikuti Langkah FINA

22 Juni 2022
Ukraina vs Austria Tentang Jadikan Aku yang Kedua Buatlah Diriku Bahagia MOJOK.CO

Ukraina vs Austria Tentang Jadikan Aku yang Kedua Buatlah Diriku Bahagia

21 Juni 2021
Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald MOJOK.CO

Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald

17 Juni 2021
Austria vs Makedonia Utara: Gulat Troll Gunung Harry Potter vs Kuda Hitam Euro 2020 MOJOK.CO

Austria vs Makedonia Utara: Gulat Troll Gunung Harry Potter vs Kuda Hitam Euro 2020

13 Juni 2021
Lucinta Luna dan Noraknya Kita terhadap Mereka yang Transpuan

Lucinta Luna dan Noraknya Kita terhadap Mereka yang Transpuan

14 Februari 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.