Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

Wiwi Susanti oleh Wiwi Susanti
8 Mei 2026
A A
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO

Ilustrasi Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Senin dan Kamis, dua hari yang menguras air mata

Kalau kebanyakan orang benci hari Senin karena harus balik kerja, saya justru harus menutup warung setiap Senin dan Kamis. Bukan karena saya malas atau sudah kaya raya, tapi karena ada tugas negara yang jauh lebih penting: mengantar suami cuci darah ke rumah sakit.

Di titik inilah, mental saya benar-benar diuji. Saat rekan sejawat sesama tukang mie ayam sedang panen pelanggan di hari kerja, saya harus bergelut dengan bau obat-obatan, antrean BPJS yang panjangnya kayak nunggu kepastian dari mantan, dan melihat suami yang harus terhubung dengan mesin selama berjam-jam.

Iklan

Dilema itu nyata. Di satu sisi, saya butuh jualan setiap hari karena modal dan kebutuhan hidup terus mengejar. Di sisi lain, menemani suami adalah pengabdian yang tak bisa ditawar. Setiap kali warung libur, pendapatan otomatis nol. Padahal, kebutuhan rumah sakit dan biaya transportasi ke sana nggak bisa dibayar pakai pindah harga.

Namun, dari sinilah saya belajar tentang ketangguhan. Menjadi penjual mie ayam mengajarkan saya untuk tidak hanya jago mengaduk bumbu, tapi juga jago mengaduk emosi. 

Saya harus tetap tersenyum ramah saat melayani pelanggan yang cerewet minta porsi “kuli” harga “subsidi”, padahal di kepala saya sedang berputar jadwal cuci darah dan tagihan yang belum lunas.

Mie ayam adalam simbol perlawanan terhadap kerasnya hidup

Mungkin bagi sebagian orang, mie ayam hanyalah makanan selingan di sore hari. Tapi bagi saya, semangkuk mie ayam adalah simbol perlawanan terhadap kerasnya hidup. Ini adalah cara saya bertahan di tengah ekonomi yang makin nggak masuk akal.

Saya belajar bahwa hidup itu persis kayak proses bikin mie ayam. Harus melalui proses perebusan di air yang sangat panas dulu supaya bisa lunak dan enak dimakan. 

Harus diberi bumbu yang pas supaya nggak hambar. Dan yang paling penting, harus dinikmati pelan-pelan, meskipun kuahnya kadang bikin lidah melepuh.

Jika esok hari Anda lewat di depan warung mie ayam sederhana dan melihat penjualnya sedang sibuk menata mangkuk, ingatlah bahwa di balik setiap porsinya, ada doa-doa yang dirapalkan agar cukup untuk menyambung hidup esok hari.

Ada perjuangan melawan lelahnya pasar, ada tawa pahit di teras rumah Bapak, dan ada ketabahan luar biasa di hari Senin dan Kamis.

Bagi saya, selama kompor masih bisa menyala dan air masih bisa mendidih, harapan itu masih ada. Meskipun harga terus “pindah”, meskipun hidup kadang terasa lebih asin daripada bumbu mie ayam kebanyakan micin, saya akan tetap di sini. Mengocok mie, menuang kuah, dan berharap semoga hari ini lebih banyak mangkuk yang kosong di atas meja pelanggan.

Sebab, hidup memang bukan soal mencari solusi dari setiap obrolan ngopi di rumah Bapak, tapi soal bagaimana kita punya cukup tenaga untuk kembali ke “dandangan” masing-masing dan menghadapi hari esok dengan kepala tegak. Mari makan mie ayam, biar nggak oleng menghadapi kenyataan.

Penulis: Wiwi Susanti”
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta dan tulisan lainnya yang membahas Mi Ayam

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2026 oleh

Tags: Kulinermie ayampedagangpilihan redaksi
Wiwi Susanti

Wiwi Susanti

Praktisi Mie Ayam yang sesekali merangkap jadi kurator narasi sejarah. Punya cita-cita sederhana: artikelnya terbit di Mojok agar punya alasan untuk tidak melulu memikirkan stok kuah kaldu dan affiliate TikTok.

Artikel Terkait

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO
Urban

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.