Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Alasan Pria Selingkuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Estiana Arifin oleh Estiana Arifin
9 Januari 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Masalah seks dan perhatian adalah dua motivasi paling umum pria selingkuh.”

Tulisan saya sebelum ini, “Pengakuan Lima Pria Mengapa Mereka Selingkuh”, membuat sebagian besar perempuan merasa waswas dengan pasangan mereka masing-masing. Timbul kekhawatiran bahwa semua pria memang berpotensi selingkuh dan bagaimanapun perempuan mengantisipasi, perselingkuhan akan tetap terjadi.

Inilah masalahnya: kita mengkhawatirkan apa yang belum terjadi dan repotnya kita sudah yakin pasti terjadi sebelum hal tersebut terjadi! Gue malah mengkhawatirkan pikiran yang demikian karena itu membuktikan orang merasa insecure dengan apa yang mereka jalani. Kita memang harus mengetahui alasan perselingkuhan dan memahami bagaimana hal itu dapat terjadi, tapi bukan lantas membuat kita tidak tidur nyenyak seolah besok pagi giliran kitalah yang menjadi korban perselingkuhan.

Dari lima responden yang kemarin ngobrol sama gue soal topik ini, mereka mengakui hal yang sama: seks dan perhatian adalah fokus pria saat dekat dengan perempuan. Dua hal itu juga yang mengikat mereka dengan istri masing-masing sehingga jika salah satu atau kedua hal ini tidak terpenuhi, akan membuat hubungan turun kualitas.

Saat kita bicara keharmonisan hubungan pria wanita, kita sungguh-sungguh sedang bicara tentang kondisi lahir batin dan skill seksual. Kalau ada perempuan yang menganggap remeh perkara membuat dirinya menarik dan berkualitas lahir batin, pasti karena perempuan itu tidak paham bahwa pria dapat bosan dan stuck menghadapi skill, penampilan, dan sikap pasangan yang monoton.

Kita perempuan hidup dengan manusia biasa berjenis kelamin pria yang kadang bisa memaklumi kekurangan kita dan kadang tidak, tergantung situasi dan kondisi. Mestinya, ini yang dipahami perempuan alih-alih mencemaskan pria mereka akan selingkuh.

Sampai di sini, pasti perempuan berpikir, “Jadi perselingkuhan terjadi karena salah saya?”

Jawabannya, setiap perselingkuhan terjadi karena turunnya kualitas hubungan pasangan tersebut. Sebuah hubungan mempunyai masa naik atau turun mengikuti kemajuan atau kemunduran kualitas dua orang di dalamnya. Jadi, kemajuan dan kemunduran itu yang harus disadari keduanya. Karena kita bicara hubungan pria wanita, maka kemajuan dan kemunduran ini terkait lahir dan batin keduanya.

Kita mestinya tidak cukup hanya berharap hubungan yang harmonis datang dari pasangan yang pengertian dan setia. Hubungan kan tanggung jawab berdua. Jika pasangan kita pengertian dan setia, kita sebaiknya tidak berhenti sampai di sana dan mengatakan ke semua orang, “Suami saya tidak punya masalah kok dengan saya. Hubungan kami baik-baik saja selama ini.”

Kita tentu senang mendengar ungkapan demikian dan berharap semua rumah tangga seperti itu sehingga masalah selingkuh tidak jadi isu nasional. Tapi, benarkah kita cukup berhenti sampai di sana karena telah puas dengan apa yang kita dapatkan dari pasangan dan telah yakin dengan yang ditunjukkan pasangan kepada kita?

Jika ya, maka tulisan ini tidak lagi berguna. Sayangnya, saat “Pengakuan Lima Pria Mengapa Mereka Selingkuh” kita baca, kita lebih banyak khawatir ketimbang yakin dengan hubungan yang kita jalani!

Berikut akan gue jabarkan bagaimana perselingkuhan ini sebenarnya. Gue merangkum tiga pertanyaan terbanyak yang gue terima dari topik ini. Pertanyaan datang dari pria dan wanita, jadi ini pertanyaan umum dari kedua gender ini.

Apakah pria pasti selingkuh?

Tidak ada kepastian pria pasti selingkuh sebagaimana tidak ada kepastian pria tidak selingkuh. Perselingkuhan terjadi dengan syarat-syarat yang berlaku—tidak pernah terjadi begitu saja tanpa adanya proses. Perselingkuhan memiliki tahap-tahap dan pria tahu mereka telah berselingkuh atau tidak karena tahap-tahap ini mudah dikenali. Jadi, jika dikatakan perselingkuhan terjadi tanpa disadari dan karena itu seseorang tidak tahu cara menghentikannya, itu lebih terdengar sebagai upaya ngeles.

Perselingkuhan tidak akan terjadi jika tanpa alasan. Karena seks dan perhatian adalah fokus pria saat dekat dengan perempuan, alasan ini pula yang menjadi motivasi dominan. Tapi, harus diingat, alasan seks dan perhatian yang jomplang, yang mendorong mereka mencari pemenuhan kepada perempuan lain, tidak akan muncul jika hubungan dengan pasangan diawali dengan ketegasan sikap. Komitmen yang dibangun dengan ketegasan sikap akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan keterlibatan lahir batin. Dua hal ini melindungi hubungan sampai kapan pun.

Ketika perempuan tidak mendapatkan secara penuh tanggung jawab dan keterlibatan lahir batin dari pasangan mereka, ini adalah indikasi hubungan mereka akan mudah digoyahkan pihak ketiga. Untuk mencegah perselingkuhan terjadi lewat jalan ini, caranya adalah dengan meningkatkan kualitas hubungan, bukan mencurigai pasangan. Kecurigaan dan kecemasan tidak melindungi suatu hubungan dari pihak ketiga. Sesungguhnya, musuh seorang kekasih bukanlah pihak ketiga, tapi diri mereka sendiri yang tidak cukup memiliki ketegasan sikap dan rasa tanggung jawab pada hubungan yang mereka jalani.

Apakah perselingkuhan terjadi karena kekurangan si perempuan?

Sekali lagi: setiap perselingkuhan terjadi karena turunnya kualitas hubungan pasangan tersebut.

Sekali lagi: kualitas hubungan searah dengan kualitas pribadi dua orang dalam hubungan.

Artinya, apa pun yang terjadi dalam hubungan, kedua orang ini punya andil. Termasuk ketika hubungan rusak, baik perempuan maupun laki-laki berperan dalam kerusakan tersebut.

Jika perempuan selalu menyalahkan pria yang terkenal tidak setia, pria akan membela diri dengan alasan, ia tidak setia karena si perempuan punya kekurangan. Inilah asal muasal mengapa akhirnya perempuanlah yang terlihat menjadi sebab pria berselingkuh. Gue tidak menyarankan perempuan membuat dirinya terpojok dengan cara ini. Lebih baik memandang permasalahan dengan adil agar dirinya tidak menjadi korban dua kali.

Jika perselingkuhan telah terjadi dalam suatu hubungan dan pasangan tersebut masih ingin memperbaiki hubungan mereka, mulailah dengan memperbarui kualitas hubungan mereka. Mereka harus mampu mengevaluasi diri masing-masing: di bagian mana mereka mendorong pasangan masing-masing untuk merusak hubungan mereka sendiri?

Sebuah tudingan akan membuat marah orang yang bersalah sekalipun, sebab membela dirinya adalah sifat instingtif manusia. Kalau ingin ada penyelesaian dalam sebuah perselingkuhan, jangan mulai dengan tudingan, tapi dengan introspeksi.

Ini tidak mudah. Korban akan merasa, bukan tanggung jawab mereka untuk introspeksi. Kan mereka korban. Tapi, karena kita membahas hubungan pria wanita, tidak bisa tidak, apa pun posisi kita dalam tragedi hubungan ini, kitalah orang pertama yang dituntut mengalah jika masih ingin hubungan tetap baik.

Apakah orang ketiga harus disalahkan?

Kita hanya dapat menuntut orang ketiga dengan bukti-bukti perzinahan dan itu serta-merta akan menyeret pasangan kita sendiri. Cukup sampai di situ. Jangan semakin melukai diri sendiri, terutama harga diri kita, dengan menyerang orang ketiga.

Jika kita tidak dapat mengontrol diri kita dengan baik dalam urusan ini, masalah kita bertambah satu lagi. Kita dapat meminta dengan tegas kepada orang ketiga untuk menjaga sikapnya terhadap pasangan kita, tapi kita tidak dapat melakukan lebih keras lagi karena bagaimanapun, orang yang paling bertanggung jawab memasukkan orang ketiga ke dalam hubungan kita adalah pasangan kita sendiri.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2025 oleh

Tags: alasancara mengatasicerita selingkuhhubunganpelakorpriarumah tanggaseksselingkuhwanita
Estiana Arifin

Estiana Arifin

Artikel Terkait

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Jadi LO sertifikasi kerja rawan bujukan wanita simpanan
Ragam

Jadi LO Sertifikasi Kerja di Jogja, Kena Modus “Eksplor Jogja” Berujung Bujukan Jadi Wanita Simpanan

12 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga
Pojokan

Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga

28 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.