Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Habemus Papam! Kisah Paus Leo XIV Sarjana Matematika yang Akan Memimpin Umat Katolik di Masa Kritis

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 Mei 2025
A A
Paus Leo XIV, Sarjana Matematika Memimpin Umat Katolik MOJOK.CO

Ilustrasi Paus Leo XIV, Sarjana Matematika Memimpin Umat Katolik. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Paus Leo XIV, sarjana Matematika, memilih “Leo” dikaitkan dengan periode kritis. Juga menyiratkan ketegasan dogma dalam dunia Katolik.

Asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistine. Lonceng Basilika Santo Petrus berebut lantang dengan sorak sorai umat Katolik. Satu jam kemudian, tabir balkon tengah basilika terbuka. Kemudian terdengar suara lantang penuh suka cita: Habemus Papam! Kita memiliki Paus baru!

Robert Francis Prevost muncul ke hadapan umat. Dia mengenakan stola merah maroon berhias emas. Zucchetto atau penutup kepalanya berwarna putih. Kini, dia tidak lagi disebut Kardinal Prevost. Dia memilih nama baru: Leo XIV. Nama yang akan digunakan selama masa baktinya sebagai Paus.

Paus Leo XIV bukan hanya jadi Paus baru ke-267. Beliau adalah Paus pertama dari Amerika Serikat. Dalam konklaf yang berlangsung hanya satu setengah hari, Paus Leo XIV yang terpilih. Menjabat sebagai gembala seluruh umat Katolik berikut dengan segala tantangannya.

Sarjana matematika dari Chicago

Robert Prevost lahir pada 14 September 1955 di sebuah keluarga multikultural. Ayahnya berdarah Prancis-Italia dan ibunya berdarah Spanyol. Sebelum mengambil jalan kaul kekal, dia adalah sarjana matematika dari Universitas Villanova.

Pada 1977, Prevost masuk ke dalam Ordo Santo Agustinus (O.S.A). Dia ditahbiskan sebagai imam pada 19 Juni 1982 di Roma. Selama perjalanannya dalam O.S.A, Prevost mendapat gelar Master of Divinity dan Doktoral dalam Hukum Kanon.

Semangat Agustinian dalam komunitas, interioristas, pengejaran kebenaran, dan persahabatan menjadi spirit Prevost. Semangat ini diwujudkan dalam pelayanannya sebagai imam. Terutama setelah mendapat misi misionaris ke Peru.

Misionaris dan uskup di Peru

Paus Leo XIV bergabung dengan sebuah misi dari ordo ke Chulucanas, Peru pada 1985. Namun, beliau kembali ke Chiclayo pada 1986 untuk menjadi direktur misi bagi ordo. Beliau kembali lagi ke Peru pada 1988 dan menghabiskan 2 dekade di negara tersebut. Fokusnya adalah keterlibatan dalam kelompok marginal dan terpinggirkan.

Misi Paus Leo XIV tidak hanya bermodalkan iman dan semangat. Tapi juga kemampuan multibahasa yang baik. Beliau menguasai Bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Portugis, Italia, Latin, serta Jerman.

Kemampuan bahasa ini membuat Paus Leo XIV dipercaya pada banyak posisi strategis gereja. Beliau akhirnya diangkat sebagai pemimpin O.S.A pada 2001-2013. Jabatan penting ini membuat Paus Leo rutin keliling dunia. Dia mengunjungi perwakilan komunitas Agustinian di 50 negara. Menginisiasi berbagai gerakan pelayanan sesuai dengan semangat Agustinian.

Pada 2014, Paus Fransiskus mengangkat Paus Leo XIV (yang dahulu bernama Prevost) sebagai Uskup Chicago pada 2014. Lalu, dia mendapat kewarganegaraan Peru pada 2015. 

Ini sebuah kejadian langka bagi seorang uskup dan nantinya seorang Paus. Mirip dengan tantangan Bergoglio (nama kecil Paus Fransiskus), dia merawat umat yang termarginalkan dan rutin mengunjungi daerah miskin.

Salah satu ajakan Paus Leo XIV adalah menjaga humor dan sukacita. Persis seperti imbauan Paus Fransiskus pada biarawan, para imam, dan seluruh umat.

Baca halaman selanjutnya: Menanti gebrakan paus baru.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2025 oleh

Tags: conclaveKatolikkonclavepaus baruPaus LeoPaus Leo XIVRobert Prevostsarjana matematikavatikan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Jika artikel saya menyinggung Anda, saya tidak peduli.

Artikel Terkait

Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO
Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

13 November 2025
Paus Fransiskus, Sosok Paus yang Paling sempurna MOJOK.CO
Esai

Ciao, Paus Fransiskus! Mengenang Pembela Lingkungan, Gaza, dan Kaum Marginal

22 April 2025
Saksi Yehuwa Bukan Bagian dari Kristen MOJOK.CO
Esai

Saksi Yehuwa yang Bagi-Bagi Brosur Itu Bukan Bagian dari Kristen

24 Januari 2025
Paus Fransiskus Adalah Simbol Kemanusiaan MOJOK.CO
Esai

Sepatu, Jam, dan Pesawat Paus Fransiskus Adalah Simbol Kemanusiaan

5 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.