Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Habemus Papam! Kisah Paus Leo XIV Sarjana Matematika yang Akan Memimpin Umat Katolik di Masa Kritis

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 Mei 2025
A A
Paus Leo XIV, Sarjana Matematika Memimpin Umat Katolik MOJOK.CO

Ilustrasi Paus Leo XIV, Sarjana Matematika Memimpin Umat Katolik. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gebrakan di dalam sistem gereja

Momen penting yang membuat Paus Leo XIV disorot dunia terjadi pada Januari 2023. Paus Fransiskus menunjuk Uskup Prevost sebagai Prefek Dikasteri untuk Uskup. Penunjukan ini sangat signifikan karena Paus Leo saat itu bukan bagian dari Kuria Roma, badan legislatif Gereja Katolik.

Paus Leo XIV menjadi bagian dalam reformasi Kuria Roma yang sangat progresif. Sejalan dengan kehendak Bapa Suci, dia juga melakukan reforma dalam kedudukannya. Yang paling signifikan adalah menambahkan tiga perempuan ke dalam badan pemungutan suara uskup. Badan ini yang nantinya akan merekomendasikan pencalonan uskup kepada Paus.

Penunjukan ini bukan hanya simbolis, tapi juga sesuai visi Paus Fransiskus akan keterbukaan dalam tata kelola gereja. Ini juga menjadi simbol nyata melawan klerikalisme. Sebuah sikap yang nantinya (mungkin) mewarnai kepemimpinan Prevost atau Paus Leo XIV.

Paus Leo XIV yang sentris-progresif

Ketika Paus Leo XIV terpilih, yang jadi sorotan adalah sikap di masa depan. Tentunya melihat dari kiprahnya sebagai kardinal serta posisi penting dalam gereja. Saya tidak bisa meramalkan bagaiman arah politik Paus Leo di kemudian hari. Tapi catatan ini mungkin membantu memberi gambaran.

Banyak yang memandang bahwa Paus Leo XIV punya ideologi yang sama dengan Paus Fransiskus. Baktinya dalam melayani kaum miskin dan penuh belas kasih menjadi benang merah antara keduanya. Salah satunya dalam kasus perceraian pasangan Katolik.

Dalam masa bakti terdahulu, Paus Leo XIV menunjukkan dukungan yang senada dengan Paus Fransiskus. Salah satunya dengan mendukung umat Katolik yang sudah bercerai tetap berhak menyambut Komuni Suci dalam situasi yang sudah tegas. Ini menjadi angin baru kepausan dan diharapkan dilanjutkan Paus Leo XIV.

Paus Leo XIV juga menolak klerikalisme. Sebuah paham yang membuat seorang uskup menjadi eksklusif dari umatnya. Beliau melakukan reforma yang mendorong uskup dipilih berdasarkan baktinya pada umat alih-alih “kemampuan bicara tanpa aksi nyata.”

Banyak pandangan Paus Leo XIV yang sejalan dengan Paus Fransiskus. Dari isu lingkungan, kemiskinan, dan imigran. Namun, beliau juga menunjukkan sikap konservatif. Terutama pada isu yang bersinggungan langsung dengan dogma Gereja Katolik.

Paus Leo XIV menunjukkan penolakan tegas terhadap isu imam perempuan. Beliau memandang penahbisan diakon perempuan bukan solusi terhadap isu menurunnya jumlah imam laki-laki. 

Pada isu LGBTQ+, beliau juga menunjukkan sikap sentris. Beliau untuk menekankan interpretasi situasional untuk uskup lokal terhadap deklarasi Fiducia Supplicans. Sebuah deklarasi yang khususnya membahas berkat bagi pasangan sesama jenis.

Skandal pelecehan yang jadi bayang-bayang Paus Leo XIV

Paus Leo XIV juga tidak bersih dari skandal, yaitu skandal pelecehan seksual yang terjadi di Peru. Beliau, saat menjadi uskup dipandang menutup-nutupi proses penyelidikan skandal. Kritikus menilai adanya upaya pembungkaman serta mendorong penyelesaian kasus di luar Gereja.

Pihak Keuskupan Chiclayo membantah tudingan ini. Paus Leo XIV disebut telah melakukan strategi taktis baik secara hukum negara maupun Gereja. Terlebih karena posisi sebagai Prefek yang juga aktif dalam menguatkan metode pengusutan yang lebih terbuka dan melibatkan banyak pihak.

Tapi isu skandal ini masih santer terdengar. Bahkan saat memasuki periode konklaf, muncul tudingan penyogokan oleh pihak Keuskupan Peru kepada para saksi. Nama Prevost atau kini Paus Leo XIV kembali digunjingkan. Muncul paradoks perihal kasus ini dan posisinya yang aktif dalam membangun sistem penanganan pelecehan seksual dalam gereja.

Prevost memilih nama Paus Leo XIV

Mungkin skandal tadi akan jadi tantangan pertama Paus Leo XIV. Paus Fransiskus juga menghadapi polemik yang mirip pada masa awal jabatan. Tapi jika ditarik mundur, seluruh Paus modern mengalami tantangan di awal jabatan.

Iklan

Yang menjadi pertanyaan bukanlah skandal semata. Bagaimana pelayanan Paus Leo XIV di masa mendatang? Bagaimanapun juga, Paus Fransiskus meninggalkan salib berat yang harus dipanggul. Termasuk gebrakan dan pemikiran yang kini menjadi wajah gereja modern.

Nama Leo yang dipilih mungkin menyiratkan bagaimana arah kepemimpinannya nanti. Dalam sejarah, Paus bernama Leo dikaitkan dengan periode kritis. Juga menyiratkan ketegasan dogma serta kekuatan diplomatis. Seperti Paus Leo Agung dan Paus Leo XIII.

Mungkin Prevost melihat situasi Gereja Katolik memerlukan kekuatan diplomatis yang kuat. Bisa juga beliau memandang Gereja perlu ketegasan dogma. Sangat mungkin Prevost menjadikan nama Leo sebagai semangat menyatukan Gereja yang sudah dia dengungkan. Serta mungkin-mungkin yang lain.

Kita hanya bisa menanti jawabannya. Apakah Paus Leo XIV akan menjadi sosok reformis sehebat Paus Fransiskus? Atau sosok konservatif yang menegaskan doktrin seperti Paus Benediktus XVI? Atau mengikuti jejak progresif seperti saat Paus Leo XIII melawan industrialisme?

Satu yang pasti. Paus baru sudah terpilih. Kehadiran Roh Kudus menuntun para kardinal menunjuk Prevost menjadi Bapa Suci. Paus Leo XIV telah memberikan berkat Urbi et Orbi. Sebagai umat, saya mendoakan kepemimpinan beliau. Jadilah gembala kami, dan jadilah pembawa kabar suka cita. Amin!

Penulis: Prabu Yudianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Ciao, Paus Fransiskus! Mengenang Pembela Lingkungan, Gaza, dan Kaum Marginal dan catatan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2025 oleh

Tags: conclaveKatolikkonclavepaus baruPaus LeoPaus Leo XIVRobert Prevostsarjana matematikavatikan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Jika artikel saya menyinggung Anda, saya tidak peduli.

Artikel Terkait

Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO
Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

13 November 2025
Paus Fransiskus, Sosok Paus yang Paling sempurna MOJOK.CO
Esai

Ciao, Paus Fransiskus! Mengenang Pembela Lingkungan, Gaza, dan Kaum Marginal

22 April 2025
Saksi Yehuwa Bukan Bagian dari Kristen MOJOK.CO
Esai

Saksi Yehuwa yang Bagi-Bagi Brosur Itu Bukan Bagian dari Kristen

24 Januari 2025
Paus Fransiskus Adalah Simbol Kemanusiaan MOJOK.CO
Esai

Sepatu, Jam, dan Pesawat Paus Fransiskus Adalah Simbol Kemanusiaan

5 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.