Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Partai Bulan Bintang Bisa Bersinar pada Pileg 2019

Puthut EA oleh Puthut EA
27 Maret 2018
A A
partai bulan bintang
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra memasang target 9 persen suara di pileg 2019. Angka yang realistis ketimbang target-target PSI atau Perindo.

Setelah melewati jalan berliku, partai besutan Yusril Ihza Mahendra lolos sebagai salah satu peserta pemilu legislatif tahun 2019. Tapi, banyak orang pesimistis partai yang punya hubungan historis dengan Partai Masyumi ini bakal bisa mendulang suara.

Yusril sebagai ketua umum partai tentu saja bersikap optimistis. Dia punya target, Partai Bulan Bintang (PBB) bakal mendapat suara 9 persen. Berikut tiga argumen Yusril:

Pertama, selama ini Yusril dikenal sebagai sosok yang membela kepentingan beberapa pihak dengan jumlah massa besar. Misalnya, FPI dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan pembelaan itu, cukup masuk akal jika anggota kedua ormas itu bakal menjadi pemilih PBB.

Kedua, Yusril percaya bahwa selama ini partai-partai dengan basis pemilih umat Islam tidak cukup bisa mewadahi aspirasi umat. Dengan hadirnya PBB di pileg 2019, suara mereka bisa berpindah ke PBB.

Ketiga, PBB telah melewati perjalanan yang sulit untuk lolos dalam pemilu. Yusril dan PBB berusaha membela diri dan berjuang dengan cara konstitusional. Perjuangan itu selain mendapat perhatian besar dari media, juga disaksikan oleh masyarakat. Wajar jika masyarakat akan bersimpati kepada PBB dan memungkinkan mereka memilih partai tersebut.

Selain tiga poin itu, Yusril punya alasan lain, yang mungkin lebih personal dan psikologis bagi internal PBB. Partai ini mendapatkan angka 19. Itu sesuai dengan umur PBB pada tahun 2019 nanti. Konon, kantor kerja Yusril berada di lantai 19. Dan 19 jika dijumlahkan (1+9) hasilnya: 10. Angka yang dianggap sempurna.

Mari kita lihat jejak elektoral PBB. Pada pemilu tahun 1999, PBB mengantongi suara sebesar 2.050.000 atau setara dengan 2 persen. Pada pemilu 2004, mereka mendapatkan suara 2.970.487 atau setara dengan 2,62 persen. Sedangkan pada pemilu 2009, mereka bisa meraih 1,8 juta suara. Di kali terakhir tersebut, PBB tidak lolos parliamentary threshold (PT). Sedangkan pada pemilu 2014, PBB mendaftar lagi dan hanya dapat kue kurang dari 2 persen. Lagi-lagi tidak lolos PT.

Jika dilihat dari data di atas, sebetulnya PBB punya basis pemilih loyal antara 1,5 sampai 2 juta suara. Itu jelas modal yang baik. Modal semacam ini belum tentu dimiliki oleh partai-partai baru peserta pemilu seperti PSI, Partai Berkarya, Partai Perindo, dll. Dan yang tidak bisa diabaikan, PBB sudah punya struktur organisasi yang mapan karena teruji dalam beberapa kali ikut pemilu. Ini hal terberat yang harus dilakukan partai-partai baru. Ingat, bahkan Partai Gerindra, Nasdem, Hanura pun dengan jaringan politik yang luas dan nisbi kuat, tidak langsung mendapatkan persentase besar ketika pertama kali ikut pemilu.

Maka, agak menggelikan jika misalnya PSI menargetkan dapat suara 20 persen pada pemilu 2019 nanti. Sama menggelikan ketika Partai Berkarya memasang target 13 persen. Lebih menggelikan lagi target Perindo: masuk tiga besar. Boleh saja sih memasang target, tapi mbok yang realistis. Bermimpi jangan tinggi-tinggi, kalau terlalu tinggi bisa tersambar pesawat terbang.

Dalam soal target, Yusril paling realistis. Angka 9 persen itu rasional untuk ukuran modal yang sudah dimiliki PBB. Tapi, kalau menurut saya, PBB hanya bisa mendapatkan sekitar 5,5 persen suara. Itu sudah bagus sekali. Karena 5 + 5: 10. Itu sudah bagus. Sungguh.

Bagi partai-partai baru, dapat 3 persen saja sudah bagus. Bagaimana lagi, impian memang selalu indah, sebelum kemudian kenyataan datang.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2018 oleh

Tags: 2019analisisPartai Bulan BintangpbbpemilupilegprediksisuaraYusril Ihza Mahendra
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

pajak, pemberontakan petani banten.MOJOK.CO
Ragam

Saat Petani Banten Dicekik Pajak, Mereka Melakukan Perlawanan Bersenjata Iman

2 September 2025
Kota Semarang tak naikkan PBB dan pajak masyarakat MOJOK.CO
Kilas

Pilihan Kota Semarang Berpihak pada Masyarakat: Tak Naikkan PBB dan Ringankan Beban Pajak

22 Agustus 2025
Presidential Threshold, MK.MOJOK.CO
Kabar

Penghapusan Presidential Threshold adalah Langkah Maju Bagi Demokrasi

3 Januari 2025
Pemilu 2024 Selesai, Petugas KPPS Balik Setelan Pabrik: Jelas Mancing, Mabar, Slot! MOJOK.CO
Ragam

Pemilu 2024 Selesai, Petugas KPPS Balik Jadi Kaum Korea: Jelas Mancing, Mabar, Slot!

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.