Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Kesehatan Mental dalam Isu Pandemi Corona

Puthut EA oleh Puthut EA
24 Maret 2020
A A
jokowi pandemi virus corona sri mulyani bpjs kesehatan agus mulyadi gibran rakabuming calon wali kota solo mojok.co dijatuhkan presiden jokowi puthut ea opini tulisan nonfiksi esai mojok.co analisis politik angkatan 2019

jokowi pandemi virus corona sri mulyani bpjs kesehatan agus mulyadi gibran rakabuming calon wali kota solo mojok.co dijatuhkan presiden jokowi puthut ea opini tulisan nonfiksi esai mojok.co analisis politik angkatan 2019

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Orang-orang yang tinggal di rumah dalam waktu tak menentu sembari terus mengonsumsi berbagai berita soal virus corona. Potensi stresnya pasti sangat tinggi.

Semalam, seorang kawan agak spontan menyatakan pikirannya, ketika saya menulis di status Facebook betapa parah imbas pandemi corona ini kepada berbagai jenis usaha. Hal itu saya dapatkan dari teman-teman saya yang memang pengusaha. Utamanya karena mereka tidak tahu skalanya bakal sebesar apa, dan durasinya sampai berapa lama. Apa jadinya dunia usaha kita jika pandemi corona ini belum bisa kita atasi bersama selama 6 bulan? Begitu kira-kira pertanyaan saya.

Kawan saya berseloroh lewat grup WA karena khawatir jika dibalas di kolom komentar akan dianggap bercanda kelewatan. Maklum, situasi sedang agak sensitif bagi banyak orang. Dia bilang: “Akan banyak yang masuk ke rumah sakit jiwa, Mas….”

Saya awalnya hanya menganggap itu candaan. Tapi tidak lama kemudian saya berpikir, ini ada benarnya. Setidaknya, hal ini harus dipikirkan sejak awal.

Ada banyak usaha yang terpukul oleh pandemi ini. Mungkin akan menyusul ada banyak orang kehilangan pekerjaan. Belum lagi orang-orang yang keluarganya meninggal, atau menjadi PDP dan ODP, dengan grafik eksponensial. Plus orang-orang yang tinggal di rumah dalam waktu tak menentu sembari terus mengonsumsi berbagai berita soal ini semua. Semua campur baur. Potensi stres pasti sangat tinggi. Jika tidak cepat diantisipasi, tentu memberi dampak ikutan yang juga membahayakan situasi sosial kita.

Ini tentu menjadi hal yang juga perlu diperhatikan oleh pemerintah dan kita semua sebagai bagian dari warga negara. Tentu butuh sekian straegi untuk menghadapi hal ini, dari mulai mengerahkan sumber daya para psikolog dan psikiater. Kalau perlu mengerahkan para mubalig, dai, dan para ahli meditasi untuk ikut membantu.

Di lingkungan pertemanan saya saja, sudah banyak yang pusing dan stres, dengan berbagai varian. Ada yang seolah merasa sudah terjangkiti virus. Padahal belum tentu. Tapi perasaan seperti itu tidak mudah untuk diberi kata-kata hiburan, “Kamu nggak apa-apa, itu hanya perasaanmu saja.”

Kalimat tersebut bukan saja bisa dianggap meremahkan apa yang dirasakan orang. Belum kalau memang kelak hal itu terbukti keliru. Jadi serbasalah memberi masukan. Tapi kita memang butuh ketenangan, lebih tepatnya butuh orang yang memang punya kapasitas untuk menenangkan orang. Sebab kalau tidak, wabah stres akan cepat menjalar. Dan bukankah itu membuat sistem imun tubuh bisa drop?

Sementara di sisi lain, masyarakat juga butuh hiburan dan kegembiraan untuk menjaga mentalitas mereka. Masalahnya, hiburan dan kegembiraan tidak mudah didapatkan. Paling banter mencari tontonan dari YouTube atau saluran film di internet. Bagi sebagian orang, itu juga berarti pengeluaran. Paling tidak membeli kuota internet. Itu pun sebatas yang bisa diakses oleh kaum kelas menengah.

Dalam situasi seperti itu, semoga setiap orang menemukan cara tersendiri untuk bisa menemukan kegembiraan masing-masing. Walaupun terdengar ironis, dalam situasi yang menyedihkan, kita malah mencari kegembiraan. Tapi memang itu dibutuhkan.

Mungkin sudah saatnya warga negara bisa mencari solusi bersama mengatasi hal ini. Bagaimana agar kita bisa saling menghibur, saling menguatkan, saling menyebarkan kegembiraan, dalam situasi yang kita tidak boleh bertatap muka secara langsung.

Butuh kreativitas besar untuk mengelola ini semua. Mau tidak mau kita harus menemukannya. Harus terus ada suara optimisme yang terus kita gelorakan bahwa kita bisa melewati hal ini. Menyingkirkan semua keraguan dan kekhawatiran. Semoga kita bisa menemukan cara. Entah bagaimana.

BACA JUGA Menggandakan Optimisme Melawan Pandemi Corona dan esai Puthut EA lainnya di KEPALA SUKU.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2020 oleh

Tags: coronakesehatan mentalStres
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Gema bahagia di Film "Tinggal Meninggal".MOJOK.CO
Catatan

Film “Tinggal Meninggal” Bukan Fiksi Biasa, tapi Realitas Sosial Orang Dewasa yang Caper agar Diakui di Lingkaran Pertemanan

3 Januari 2026
Program PIJAR sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang atasi persoalan gangguan kesehatan mental remaja MOJOK.CO
Kilas

PIJAR: Gerakan agar Para Remaja di Semarang Tak Merasa Sendirian, Biar Tak Alami Gangguan Kesehatan Mental

15 Oktober 2025
Para pembicara di “Sarasehan” dengan tajuk Generasi Emas: Mengenal Akar Kenakalan Remaja dan Solusinya yang diadakan oleh Al Kahfi Cabang Surabaya 3. MOJOK.CO
Kilas

Miris Melihat Remaja Terjerumus dalam Jurang “Kegelapan”, Yayasan Al Kahfi Ajak Ratusan Pelajar SMA Surabaya Menemukan Jati Diri

13 Agustus 2025
Teman Manusia Jogja ajak menengok anak kecil dalam diri kita yang dewasa MOJOK.CO
Kilas

Teman Manusia Jogja Ajak Tengok Anak Kecil dalam Diri Dewasa Kita, Tanggalkan Beban untuk Lebih Kuat Jalani Kehidupan

23 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.