Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Keajaiban bagi Istri Mandul

Irfan Afifi oleh Irfan Afifi
11 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hidup suami istri itu bahagia kecuali dalam satu hal: sang istri mandul. Ketika mereka datang kepada tabib, bukan hanya sang tabib tak bisa mengobati si istri, bahkan ia mengatakan bahwa umur si istri tinggal empat puluh hari.

Di suatu daerah di Kota Khurasan hiduplah suami istri yang telah menjalani pernikahan selama empat tahun. Kehidupan pasangan ini terbilang bahagia. Tidak ada percekcokan besar yang melanda rumah tangga mereka. Hidup mereka tenang dan berkecukupan. Namun, ada satu gangguan penting yang hingga tahun keempat usia rumah tangga mereka bisa menjadi bibit-bibit perpecahan setiap saat.

“Kita sudah empat tahun menjalani hubungan pernikahan ini. Namun, hingga detik ini aku belum bisa memberimu seorang anak sama sekali. Maafkan aku, suamiku. Mungkin aku memang ditakdirkan mandul dan tidak pantas mendampingimu,” kata sang istri suatu pagi.

“Tidak, tidak, istriku. Kau tidak salah. Bukankah kau juga mengimani bahwa jodoh itu di tangan Allah? Tugas kita sebagai manusia hanyalah berikhtiar. Ayo kita pergi ke seorang tabib yang bisa memberi tahu kondisi kita agar kita bisa mengusahakan dan berjuang untuk mendapat seorang anak,” jawab si suami menenangkan istrinya.

“Tapi, mungkin aku memang ditakdirkan tak bisa mengandung,” timpal si istri yang mulai menitikkan air mata.

Sang suami mendekap erat si istri. Ia berkata dalam bisik,

“Aku punya kenalan seorang kawan. Katanya ia punya tahu seorang tabib terkenal. Tabib ini, kata temanku, banyak didatangi pasien seperti kita ini. Ayolah, istriku, kuatkan dirimu! Kita akan berusaha dan semoga Allah menjawab setiap usaha dan ikhtiar kita. Percayalah!” Ia berkata demikian sambil mengelus lembut pundak istrinya.

Esok harinya, setelah mendapat petunjuk dari si teman perihal lokasi tabib yang dulu diceritakan, sang suami mengajak istrinya pergi menuju rumah tabib yang disarankan. Tak begitu lama pasangan ini sampai di rumah si tabib dan dipersilakan masuk ke rumahnya.

“Ada keperluan apa, saudaraku?” tanya si tabib ramah.

“Sudah empat tahun saya dan istri saya ini menjalani pernikahan. Namun, hingga hari ini kami belum mendapatkan anak. Saya mohon kepada Anda, wahai tabib, periksalah istri saya! Jika terdapat penyakit, sembuhkanlah agar kami bisa segera mendapat anak. Saya memohon kepada Anda,” jawab si suami sambil merangkul istrinya.

“Baiklah,” kata si tabib. “Silakan istri Anda mendekat ke sini.”

Sang istri beranjak duduk pada kursi di hadapan si tabib. Dengan gerakan tangan lembutnya, si tabib memegang denyut nadi tangan si istri. Setelah beberapa saat si tabib berkata,

“Maafkan saya. Sepertinya saya tidak bisa menyembuhkan penyakit kemandulan istri Anda. Malah saya mendeteksi ada penyakit lain yang lebih ganas sedang menyerang tubuh istri Anda. Bahkan sepertinya istri Anda akan meninggal dunia dalam waktu kurang dari empat puluh hari,” kata tabib itu dengan nada menyesal.

Mendengar perkataan tabib, sang istri langsung pingsan. Sang suami dengan perasaan sedih yang tak terkatakan akhirnya membopong istrinya pulang.

Iklan

Sejak hari itu sang istri benar-benar tenggelam dalam kesedihan. Hari-harinya ia isi dengan menyendiri dan menangis. Jika suaminya mendekat dan mengajaknya bercakap, ia diam. Makanan yang disodorkan suaminya kadang hanya sedikit ia makan.

Tenggelam dalam keadaan ini, keluarga kecil itu benar-benar sedih, bingung, dan frustrasi. Hingga tanpa sadar mereka telah melewati empat puluh hari yang dikatakan si tabib sebagai batas ajal si istri. Suaminya benar-benar gembira karena si istri tidak meninggal. Ia mengajak istrinya mengunjungi si tabib kembali.

“Ini sudah lewat empat puluh hari, wahai tabib! Anda bisa melihat sendiri, istri saya belum mati! Anda membohongi kami? Apa yang sebenarnya terjadi?” Ia bertanya dengan kesal.

“Ya, saya tahu. Saya memang membohongi kalian. Namun, lihatlah istrimu sekarang. Kini ia telah subur,” jawab si tabib.

“Apa maksudmu?”

“Istri Anda terlalu gemuk,” kata si tabib pelan, “dan ini sungguh mempengaruhi kesuburan rahimnya. Saya tahu, satu-satunya hal yang dapat menjauhkan istrimu dari makanan adalah rasa takut akan kematian. Sekarang ia telah subur.”

Mereka lalu pulang dengan perasaan gembira. Tak sampai setahun kemudian, si istri mengandung dan mereka memiliki anak. Kini kita tahu, ternyata persoalan pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat berbahaya.

Disadur dan dikembangkan dari Idries Shah The Way of Sufi, 2015.

Baca edisi sebelumnya: Nasrudin Hoja Mengenalkan Kebenaran dan artikel kolom Hikayat lainnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2018 oleh

Tags: #hikayatistri mandulkisah sufi
Irfan Afifi

Irfan Afifi

Artikel Terkait

Imam As'ad Lelah Miskin, Meniti Jalan Sufi dan Zikir, Malah Hidup Berkecukupan
Liputan

Lelah Miskin, Meniti Jalan Sufi, Malah Hidup Berkecukupan

4 Juni 2021
Kolom

Puasa Prasangka dan Kisah Sufi yang Angkuh karena Merasa Lebih Saleh

4 Mei 2021
pendapat argumen orang bodoh mojok.co pendapat argumen orang bodoh mojok.co Pentingnya Belajar Seni Membuat Alasan
Esai

Pentingnya Belajar Seni Membuat Alasan

7 Maret 2021
Hikayat-2019 - Mojok.co
Esai

Lebaran adalah Hari Kita Ikhlas dengan Keadaan Keluarga Kita

4 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.