Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kalian Sibuk Copras-Capres Sampai Tak Tahu Master Limbad Jadi Juri Liga Dangdut

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
23 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Marilah sadar sanak saudaraku. Sadar. Jebul Pilpres 2019 dan copras-capresnya ini cuma pengalihan isu kalau Master Limbad udah jadi Juri Liga Dangdut.

Perkara copras-capres di Pilpres 2019 ini emang menyisakan banyak hal.

Mulai dari Mas Nicholas Saputra yang turun gunung dengan selfie di instagram sambil pamer tinta pemilu, pekik takbir dari Bunda Neno yang sayup-sayup terdengar merdu, hingga pertanyaan bodoh semacam; Apakah setelah melakukan sujud syukur namun ternyata kalah, dia akan melakukan sujud syahwi? Hmm.

Artinya, tidak butuh waktu lama untuk cebong dan kampret memperuncing konflik, buktinya beberapa jam setelah pencoblosan usai perang kembali dimulai, My love.

Sebabnya sih sebenarnya sangat sederhana, yang hebat-hebat hanya tafsirannya. Kubu yang satu terlampau percaya dengan hasil hitung cepat yang dirilis beberapa lembaga survey, karena dirasa memang kredibel dengan margin of error tidak lebih dari 1%, sedangkan kubu yang lain menduga telah terjadi kecurangan dan lebih percaya pada hasil hitung-hitungan yang dilakukan internal mereka.

Tapi keduanya memiliki kesamaan, mereka mendaku diri paling logis dan menganjurkan satu sama lain untuk menggunakan “AKAL SEHAT”. Padahal nih ya, maaf ini, Bong and Pret, kalau disuruh mikir sih, saya lebih baik bobok siang aja.

Keduanya berdebat pagi, siang, sore dan malam. Senggol menyenggol 24 jam di internet tanpa jeda barang sebentar untuk merebahkan kepala di pangkuan kekasih.

Padahal, dengan energi sebanyak itu bisa kita alihkan pada sektor yang lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa, misalnya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Kecebong dan Kampret, atau bisa disingkat PLIR KEPENCET.

Tolong ini dicatat buat siapapun yang kelak memimpin Indonesia, ketimbang menggali batu bara dan mengeksploitasi bumi ya kan?

Akibatnya, hidup kita yang singkat dan terlampau fana ini seolah-olah berkutat pada persoalan yang itu-itu saja lalu abai terhadap hal, yang secara mutu jauh lebih penting ketimbang itu.

Puncaknya, kita sama-sama bungkam atas dipilihnya Master limbad sebagai juri tamu di ajang liga dangdut, yang ternyata bukan cuma sekali, tapi dua kali!!1!!1! Marilah sadar sanak saudaraku. Sadar. Jebul Pilpres hanyalah pengalihan isu. Astagfirullah.

Saya tahu, master Limbad adalah pesulap pilih tanding dan aset berharga Indonesia. Selain seram dan memiliki ketahanan tubuh yang Naudzubillah kuat, beliau juga nyambi sebagai seorang penceramah.

Soal bagaimana cara dia menjelaskan perkara agama dan ibadah di ruang publik, saya tidak peduli-peduli amat, sih. Maksud saya, seseorang bisa menjelaskan bagaimana bersikap baik tanpa harus mengeluarkan suara, kan?

Ketimbang teriak takbir dan bentak sana-sini, hasilnya juga umat yang jago bentak, dan kagetan. Ya lebih sejuk master Limbad, dong.

Iklan

Entah dapat wejangan dari siapa, Master Limbad ini seolah-olah hendak melancarkan dwi-fungsi pesulap. Sudah jadi pesulap, bintang iklan sosis, penceramah, lah sekarang sekonyong-konyong jadi juri dangdut je. Eh, itu mah namanya multifungsi ding.

Untuk yang terakhir ini sulit betul mencari pembenaran, Liga Dangdut sebagai ajang pencarian bibit unggul yang kelak akan meramaikan khazanah perdangdutan tanah air kok ya jurinya seseorang yang bahkan bersin aja ditahan-tahan? Bisa suram ini, Gaes. Dan kalian malah sibuk mikirin copras-capres? Ya ampyun, di mana kemanusiaan kaliyan ini!

Iya, Limbad cuma juri tamu, paham kok. Tapi, sejauh pelacakan saya di mesin pencari konsep penjurian yang diterapkan oleh ajang pencarian bakat dengan durasi terlama di dunia ini sebagai berikut:

Dewan Juri Dangdut berjumlah tujuh orang yang merupakan penyanyi dangdut ternama, juga seorang juri tamu yang bisa berasal dari musisi dengan latar belakang aliran non-dangdut yaitu seperti pop, rock, rnb, jazz, keroncong, rap, dan lain sebagainya.

Konsistensi atas kredo ini bisa kita lihat, misalnya, Richie “Five Minutes” yang pernah menjadi juri sebanyak sembilan kali dan Mbak Melly Goeslaw tujuh kali.

Sebelum Limbad, Abdel pernah juga undang sebanyak 7 kali, dia memang lebih dikenal sebagai seorang komedian, tapi pada beberapa kesempatan beliau sering tampil bermain gitar dan rasanya sedikit banyak paham soal musik.

Master Limbad ini yang bikin resah, beliau punya rekam jejak di industri musik Indonesia memang, bersama Dj Stroo ia berkolaborasi dan menghasilkan satu single bertajuk Hypnotize yang dirilis pertanggal 28 september 2019 melalui platform digital.

Lagu dengan durasi 4:14 itu cuma berisi “HMMMMM… HMMMMM….HMMM…” dari Mister Limbad, juga iringan musik “Ajep Ajep Ajep” dari Dj Stroo. Haya mending dengarin intro lagu Mbak Nisa sabyan diulang-ulang empat jam ya to?

Saat diminta untuk mengucapkan ikrar oleh pembawa acara, agar Limbad tidak mengedepankan ego kedaerahan dengan memberi penilaian yang berat sebelah pada provinsi tempatnya berasal, tiba-tiba suasana satu studio mencekam.

Alih-alih mengulang ucapan itu, pesulap yang punya istri uwuwuwuw ini malah meminta korek dan menyulut tisu, lalu dari gulungan yang terbakar itu tertera tulisan “SAYA LIMBAD. DAN SAYA BERSEDIA.”

Soal bagaimana proses pesulap gondrong ini memberikan komentar dan penilaian, rasanya kalian pasti sanggup membayangkan. Pokoknya beda lah sama juri konvensional.

Jika kalian masih sibuk adu tagar dan twitwar, saya cuma khawatir, kapan-kapan tanpa kita sadari, Master Limbad juga alih profesi menjadi juri stand up comedy, Ninja Warriors, atau mungkin jadi moderator debat capres.

Meski begitu, saya jauh lebih khawatir kalau Master Limbad besok tiba-tiba jadi caleg atau capres sekalian. Lalu waktu debat capres dimulai, semua media online bingung fact check-nya mau dibikin kayak gimana.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2019 oleh

Tags: CaprescebongkampretLiga Dangdutlimbatmaster limbadpilpres
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Jokowi Menyemai Dinasti Politik di Tingkat Daerah. MOJOK.CO
Ragam

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Warisan Dinasti Politik Jokowi di Tingkat Daerah

26 November 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Kerja di Lembaga Quick Count Pemilu Ternyata Sama Capeknya dengan Anggota KPPS.mojok.co
Kabar

Cerita Petugas Quick Count Pemilu: Hasil Sering Diremehkan Meski Saat Bekerja Sama Capeknya dengan Anggota KPPS

15 Februari 2024
Mahasiswa Jogja Nyoblos di Perantauan Demi Mencegah Penculik Jadi Presiden.mojok.co
Kampus

Mahasiswa Jogja Rela Nyoblos di Perantauan Demi Mencegah Penculik Jadi Presiden

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.