Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Indonesia 2017 dalam Pusaran Film Horor

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
26 Desember 2017
A A
pocong-mojok.co

pocong-mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Tes pengetahuan film horor Indonesia 2017-mu di sini! Kalo kesel, his name is also effort, Bung.”

Rana tinggal di pinggiran kota Jakarta di sebuah rumah retro warisan neneknya. Rana hidup bersama ibunya, bapaknya, dan ketiga adik laki-lakinya, Dono, Kasino dan Indro. Kisah dibuka dengan masalah finansial keluarga mereka yang kehabisan uang untuk biaya pengobatan sakit sang ibu. Penyakit yang begitu parah membuat Ibu tak mampu menggerakkan tubuhnya dan hanya berbaring di atas ranjang yang hangat. Untuk memanggil dan meminta bantuan, Ibu harus menggoyangkan boneka. Tepatnya, boneka kucing yang memiliki kalung lonceng.

“Ibok… Kirana sayang sekali sama Ibok. Kirana senang sekali kalau Ibok sayang sama Kirana,” ceracau Rana sembari menyisiri ibunya yang masih terbaring selow. “Ibok mau Kirana kepang rambutnya? Biar kayak Padawan di film Star Wars.”

Ibu hanya pasrah dengan kelakuan anak gadisnya. Padahal yang diinginkan Ibu hanyalah kesembuhan, bukan menjadi seorang Jedi.

Berbagai upaya dilakukan keluarga Rana untuk mendapatkan uang tambahan, termasuk berhenti langganan IndieHome dan menagih invoice milik Ibu yang sempat berkarier di dunia Instagram sebagai influencer sebelum akhirnya jatuh sakit karena keberatan endorse. Dono, Kasino, dan Indro pun rela menjual sepeda tandem 3 seats milik mereka bertiga demi menolong keluarganya. Upaya keluarga untuk membuat sang ibu sembuh dari penyakitnya gagal setelah Rana menemukan sang ibu terjatuh di lantai kamarnya dengan tulisan merah darah besar-besar berbunyi “WASTED!”.

Rana menjerit lalu pingsan. Ketika membuka mata, ternyata tadi hanya mimpi. Rana pun berlari ke kamar Ibu. Begitu masuk, Rana melihat sang ibu sudah berdiri menatap jendela.

“Ibok sudah bisa bangun?” tanya Rana terkejut.

Ibu tidak menjawab. Dia hanya mengangkat satu tangan. Sejurus kemudian boneka yang ada di atas ranjang mendadak melayang.

“Hah? Ibok juga sudah bisa menggunakan Force?” Rana takjub.

Ternyata tidak hanya boneka yang melayang, namun ranjang juga ikut terbang menghampiri, lalu menerjang Ibu. Ibu pun tertimpa ranjang hingga menghembuskan napas yang terakhir.

Di pemakaman Ibu, keluarga Rana dikenalkan dengan seorang pria tua berpeci dan putranya yang percaya teori Bumi datar, Handoko. Anak-beranak itu mencoba turut membantu mereka di masa berkabung. Salah satu bentuk bantuannya adalah mengingatkan keluarga Rana untuk salat, makan, dan jangan begadang.

“Aku bisa membuat mata batinmu terbuka,” sesumbar Handoko ketika perjalanan pulang dari kuburan.

“Caranya?” tanya Rana.

Dengan sigap Handoko langsung melepas wig dan memperlihatkan kepala botak ala Raja Neptunus di kartun SpongeBob.

Iklan

“Argh! My eyes!” Mata Rana langsung terbakar dan berasap. Kekuatan mata ketiga Rana pun bangkit.

Sejak itu, Rana mampu melihat lima bocah hantu Belanda yang selama ini tinggal di rumah.

“Kalian asli orang Belanda?” tanya Rana antusias.

Kakak-beradik hantu Belanda itu mengangguk pelan.

“Bagaimana perasaan kalian mengetahui Belanda tidak masuk Piala Dunia 2018?” ledek Rana.

“Verdomme!” Hantu Belanda yang bernama William langsung menggetok kepala Rana pakai biola.

Rana pun berteman baik dengan hantu Belanda bersaudara yang tampan-tampan tersebut. Membuat Handoko yang asli pribumi merasa tersingkir. Untuk menarik perhatian Rana kembali, Handoko datang membawa sebuah permainan. Handoko menjadikan boneka kesayangan Ibu sebagai media bermain jailangkung.

“Dengan jailangkung ini, kita bisa masuk ke alam gaib. Kamu pasti penasaran penyebab sakit ibumu,” ujar Handoko sembari menyalakan lilin-lilin kecil yang menjadi syarat ritual. Semula lilin-lilin itu disusun membentuk “I <3 U”, namun Handoko langsung mengacaknya kembali ketika mendengar Dono, Kasino dan Indro berdehem secara kolektif, diakhiri jargon “Jangkrik, Bosss!”.

“I get it, boneka Ibok ini dijadikan semacam portkey seperti di film Harry Potter.” Rana pun tertarik main jailangkung bersama Handoko.

“Datang gendong, pulang bopong, dengkul kopong,” rapal Handoko membacakan mantra yang didapatnya dari headline Koran Lampu Hijau.

Setelah itu, Rana dan Handoko melakukan astral projection. Arwah mereka mencelat keluar dari lubang hidung dan melesat menembus dinding dimensi lain.

Rana mendarat di masa lalu Ibu. Ternyata Ibu dulunya adalah nenek-nenek, lalu masuk ke sebuah studio foto misterius. Setelah dipotret oleh juru foto, wajah Ibu tampak 50 tahun lebih muda. Ibu yang kembali berumur 20 tahun, bertemu dengan Bapak yang masih perjaka. Keduanya pun menikah, beranak-pinak dan menua bersama.

“Ternyata Ibu sakit parah karena mengalami tua kuadrat,” simpul Rana.

“Ya. Ibumu mengikuti sekte pemuja setan untuk mendapatkan jodoh,” terang Handoko. “Umur yang telah dikorupsi oleh Ibu akan ditagihkan ke sisa hidup anak-anaknya.”

***

Dengan kematian Ibu, Bapak pun pergi ke kota untuk mendaftar sebagai driver Mikrolet Penulas Utang. Kematian Ibu ternyata jadi awal dari teror di rumah keluarga Rana. Rumah mereka dikepung oleh para zombie yang menagih utang Ibu.

Teman-teman hantu Belanda Rana mencoba membantu. Namun, para zombie bisa menembus hantu-hantu tersebut. Handoko turun tangan dengan buru-buru menanam bunga matahari dan sayur-mayur di pekarangan rumah. Namun Handoko malah dibentak Rana, “Ini bukan game Plants vs. Zombies! Get a life, dude!”

“His name is also effort,” jawab Handoko.

“Don’t rich difficult people!” sahut Rana. “Bapakmu kan ustad. Minta beliau ke sini bacakan ayat suci untuk mengusir mereka!”

“Bapak bukan ustad. Beliau kebetulan hobi pakai peci saja. Pak RW juga pakai peci melulu, tapi bukan ustad, kan? Pak RW berbicara di mesjid hanya ketika membacakan laporan kas DKM,” cerocos Handoko dengan keadaan bulu jaket merinding.

Rana, Handoko, Dono, Kasino, dan Indro telah mati kutu dikerubungi oleh para zombie yang berhasil masuk rumah. Ketika Rana pasrah dan siap menyambut kematian, hal mengejutkan terjadi. Bukannya menggigit leher Rana, salah satu zombie malah nyelonong masuk ke kamar Ibu.

“Kami kemari untuk mengambil boneka ini,” ucap zombie ketika keluar kamar Ibu. “Di kuburan, Ibu tidak bisa tidur tenang tanpa memeluk boneka kesayangannya. Karena terganggu dengan kegusaran Ibu di kuburannya, kami kompakan kemari.”

“Jadi, kalian datang bukan untuk menjemput kami karena utang Ibok di masa lalu?” tanya Rana.

“Tidak sama sekali. Dosa orang tua tidak diturunkan ke anaknya,” terang zombie.

Rana otomatis menginjak kaki Handoko yang telah mengarang cerita hoax tentang ibunya. Tak lupa, Rana mengaktifkan mode duri-duri di bawah sol sepatunya, supaya Handoko makin tersiksa.

“Kulanuwun,” pamit zombie, lalu berduyun-duyun pulang ke kompleks pemakaman.

Terakhir diperbarui pada 26 Desember 2017 oleh

Tags: 2017danurfilm horor indonesiajailangkungparodiPengabdi setanreview
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Menyoal film dan series Indonesia yang kental adegan panas MOJOK.CO
Mendalam

Film dan Series Indonesia Isinya Selalu Adegan Panas nan Erotis, Tapi Itu Bukan Berarti Mesum

9 Januari 2025
Membongkar Alasan Film Horor Indonesia Suka Munculkan Hantu Kayang MOJOK.CO
Ragam

Di Film Horor Indonesia Kiwari, Puncak Kengerian Hantu adalah Ketika Sudah Jalan Kayang

6 November 2024
Film Horor Indonesia Semakin Menistakan Budaya Jawa, Terakhir- Film Primbon yang Tayang 10 Agustus! MOJOK.CO
Esai

Film Horor Indonesia Semakin Menistakan Budaya Jawa, Terakhir: Film Primbon yang Tayang 10 Agustus!

1 Agustus 2023
hantu perempuan
Podium

Nestapa Perempuan dalam Film Horor, Kalau Tidak Manut Bakal Jadi Setan Menakutkan

30 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.