Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Hari Patah Hati Dunia Akhirat, Fangirling Versi Syariah

Esty Dyah Imaniar oleh Esty Dyah Imaniar
9 Juli 2017
A A
fangirling mojok

fangirling mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Entah selemah apa hati netizen. Ketika Raisa tunangan, #haripatahhatinasional langsung viral. Ketika Song Song Couple mengumumkan rencana pernikahan mereka tiga bulan lagi, giliran #haripatahhatiinternasional yang bertebaran. Dan dua hari lalu, ketika Muzammil Hasballah menikah, tagar sangar muncul dan tidak kalah viral: #haripatahhatiduniaakhirat.

Ewww.

Oh ya, yang belum tahu, Muzammil Hasballah adalah penghafal Quran berusia 24 tahun lulusan arsitektur ITB. Sosoknya menjadi populer semenjak video merdunya ngaji Ar-Rahman viral di internet dan para netizen (utamanya perempuan) mengidolakan ngajinya dirinya. Kalau mau tahu seperti apa para ukhti(?) fangirl-nya, silakan baca kolom komentar Instagram Muzammil. Alih-alih hafalan atau bacaannya, mereka lebih mengagumi sosok Muzammil.

“Ikhlas banget deh punya suami kayak gini. Cariin yang kayak gini dong. Plis turunin cowok yang hafal 30 juz yang baik, yang siap menuju surga ya Allah. Ayo cari suami kayak gini. Aku gak kedip dengerin ini” dll. Banyak banget kalau ditulis semua. Padahal itu baru komentar terus terang yang kelihatan, belum yang dalam hati atau dalam doa.

Awalnya saya curiga kalau akhi ini termasuk golongan ikhwan hits ala-ala yang suka sebar kode di media sosial. Tapi, setelah lihat-lihat akun Instagramnya, ternyata Muzammil tidak suka menulis caption bermuatan kode nikah taaruf dsb., kecuali beberapa hari menjelang pernikahannya, itu pun sangat sedikit. Mayoritas unggahannya hanya mempublikasikan jadwal imam bulanan dan penjelasan ayat-ayat yang ia bacakan. Secara visual, (menurut saya) Muzammil juga biasa saja, tidak tampan menawan atau sok kecakepan. Jadi tahu sendiri dong siapa yang baperan di sini?

Sebenarnya kasus Muzammil ini sama dengan Fatih Seferagic dulu, yang ketika ia roadshow ngaji, para akhwat jejeritan menyebut namanya dan berebut berfoto dengannya. Geli banget melihat itu. Sekalipun teriakannya bawa-bawa nama Allah, esensinya kan bukan begitu. Tapi, sampai saat ini Fatih masih single (duda sih), jadi para ukhti belum berkesempatan selebay itu menunjukkan kerapuhan hati mereka di ruang publik ketika idolanya menikah. Barulah kemarin, puncak fangirling syariah itu terkuak. Semacam ironi yang bikin geli-geli gemay melihat para ukhti di sekitar saya baper begitu.

Mungkin nasihat ini akan terdengar klise: kalau udah pengen banget nikah tapi belum ada calon, ya dicari atuh, Neng. Kan kita juga sama-sama tahu, jodoh memang di tangan Tuhan, tapi kalau nggak diambil ya selamanya di tangan Tuhan. Kalau memang mau dapetin yang kayak Muzammil, ya cari di tempat yang menyediakan lelaki sejenis Muzammil, bukan di Instagram.

Kemarin saya bertemu teman yang belakangan sedang mengikuti program persiapan nikah intensif. Programnya berbayar, kurikulumnya benar-benar practical, dipersiapkan bukan hanya untuk baper-baperan. Mulai dari pemilihan pasangan, ilmu parenting, hingga pengetahuan finansial. Termasuk pada tahap awal, materi tentang mencintai dengan logika. Dalam salah satu pembelajarannya, dia diharuskan membuat daftar sepuluh kriteria pasangan idaman. Kenapa harus ditulis? Biar nggak sembarang baper, apalagi sama (calon) pasangan orang. Biar lebih paham juga cara mendapatkan apa yang kita mau, carinya di mana, dan bagaimana.

Ketika mau beli mobil saja kita mesti tahu spesifikasi mobil yang kita inginkan dan di mana mendapatkannya. Mereka yang mencari Lamborghini nggak akan mencari iklannya di TV Perindo. Begitu juga kalau kamu carinya hafiz bersuara merdu, ya dekati mereka yang mempunyai jaringan ke para penghafal Quran. Logikanya, bagaimana bisa hafiz arsitek dari Aceh itu menemukanmu sedang patah hati sambil menikmati drama Korea di ujung Yogya sementara kalian tidak pernah punya potensi garis pertemuan?

“Kan, kita bertemu dalam doa,” jawabmu.

Ewww.

Sebagai sesama ukhti (ehem), jujur saya miris melihat tangisan virtual kalian kemarin. Kalau memang sudah segitunya pengin menikah, ya jangan doa saja. Bergerak, Sis, cari pandangan pasangan yang diidamkan seperti apa. Lalu memantaskan diri, salah satunya dengan mendekati jaringan yang menghubungkan kalian dengan kriteria calon itu. Kalau sudah menemukan dia yang setidaknya memenuhi 5/10 poin idaman tapi dia tidak kunjung melamar, tidak ada salahnya bilang duluan.

“Malulah, perempuan kok bilang duluan.”

Kamu hanya menutup telinga dari kisah ummahatul mukmin yang tidak kehilangan kemuliaan cuma karena terlebih dulu nembung Rasulullah untuk menjadi suaminya. Sebagaimana teladan Khadijah hingga Maimunah, kalau kamu malu menyatakannya secara langsung, kan bisa secara tidak langsung. Maksudnya, lewat perantara orang. Bukannya media sosial.

Iklan

Katamu, mahkota perempuan itu rasa malu. Lantas, di hari patah hati dunia akhiratmu kemarin itu, di mana rasa malu itu, Ukhti?

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: fangirlingfatih seferagichari patah hatimenikahmuzammil hasbalahpacaranSyariahtaaruf
Esty Dyah Imaniar

Esty Dyah Imaniar

Artikel Terkait

menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO

Ada Kasih Ibu di Balik Cicilan Vario 150 yang Terancam Macet karena Jadi Pengangguran: Kisah dan Rasa Takut Saya Bersama Motor Honda Terbaik

21 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.