Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Di Dunia Drama Korea, Wajah Tampan Saja Tidak Cukup

Diana Nurwidiastuti oleh Diana Nurwidiastuti
11 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kata siapa wajah tampan untuk pemeran utama drama Korea itu adalah elemen satu-satunya yang bikin kita bisa klepek-klepek?

Dulu saya kira, wajah tampan saja sudah cukup untuk membuat sebuah karakter dalam drama Korea digandrungi. Namun, setelah menyelam dan tenggelam dalam dunia drama Korea beberapa bulan terakhir, rupa-rupanya pandangan saya berubah.

Agar bisa jadi sosok yang sempurna (atau setidaknya mendekati) ada beberapa parameter yang bisa dijadikan nilai plus dalam peran sebagai tokoh utama di drama Korea. Kalau horang kaya mah itu udah standar lama. Soalnya dominasi peran-peran keren kini tak melulu diisi para pria yang kaya dari warisan lalu jatuh cinta pada gadis misqueen. Memang selain tampan dan kaya apa aja sih parameternya sekarang?

1. Tinggi

Dalam beberapa drama Korea yang saya ikuti, peran utama pria biasanya dianggap semakin yahud ketika memiliki postur tinggi di atas rata-rata. Apalagi kalau peran utama wanita tingginya hanya sepundak si pria, ini dianggap gemasch dan kepalanya usek-usekable. Makanya, entah kenapa kalau lihat Dokter Hong di drama Doctors pakai celana cingkrang yang memperlihatkan mata kakinya, kelihatannya kok malah waw dan enak sekali dipandang. Enggak ada itu kepikiran sama sekali kalau blio bisa saja jadi akhi-akhi remaja masjid yang ingin berjihad di dunia entertainment.

Contoh lain ada dalam drama Because This Is My First Life, tokoh utama pria yang bernama Se Hee tetap terasa tampan meski dia pelit, penuh perhitungan, dingin terhadap perempuan, dan bibirnya enggak lippenan. Semua itu karena apa saudara-saudara? Tentu saja karena dia tinggi, dan itu berkali-kali ditegaskan dalam beberapa dialog tokoh utama perempuan dan teman ciwi-ciwinya. Patokannya: si pria harus tetap lebih tinggi meski pasangannya pakai high heels setinggi satu hasta.

2. Pekerjaan

As I said before, kini peran sebagai pewaris perusahaan orang tua tidak lagi jadi pilihan utama. Justru peran-peran pria yang memiliki pekerjaan dengan kualifikasi tinggi jauh lebih diminati. Yah, namanya juga cuma warisan, apanya coba yang bisa dibanggain? Yang kerja keras keras kan nyokap bokapnya, kalau cuma tajir dari warisan mah Tommy Soeharto juga bisa masuk kualifikasi dong.

Jadi selain dokter, pekerjaan-pekerjaan di bidang hukum seperti hakim, jaksa, dan pengacara tampaknya malah terlihat seksi belakangan ini dalam dunia drama Korea. Masih ingat kan betapa kita termehek-mehek dengan peran Song Joong Ki sebagai kapten tentara dalam Descendant of The Sun? Meski berkali-kali berantem, ditembak, dan kena bom, wajahnya tetap tampan dan tubuhnya kekar menawan. Duh, duh, itu pembersih muka yang dipakai ada lapisan adamantiumnya kali ya?

Pekerjaan berisiko tinggi dan keharusan kemampuan bela diri yang mumpuni seperti intel atau body guard juga sering dijadikan strategi untuk mendongkrak kekerenan tokoh utama. Karena apa? Karena tubuh mereka pasti liat berotot dan sering ditampilkan dalam adegan mandi atau ganti baju. Hm, harus diakui sih adegan-adegan seperti inilah yang sering bikin adek susah tidur. Oppaaaa~

3. Pakaian

Kalau dulu di masa kejayaan Boys Before Flower, baju orang-orang kaya dan modis identik dengan model baju aneh-aneh seperti di fashion show, para pemeran tokoh utama drama Korea saat ini justru back to basic: kemeja.

Postur tinggi, badan ramping tetapi pas perutnya dibuka seperti roti sobek memang paling cocok memang cuma pakai kemeja. Apalagi ketika dipadukan dengan jas. Duh, ketampanannya jadi naik 27 derajat. Tapi syaratnya, kemeja dan jasnya ini harus slim fit, harus yang potongannya dibuat khusus untuk si pria.

Soalnya kalau kebesaran jatuhnya kelihatan cupu, tapi kalau kekecilan jadi, uhm, gimana ya, semacam hati ini diporak-poranda deh jadinya.

4. Romantis dan Agresif

Ini yang sering bikin saya bergumam “orang ganteng mah bebaaaash” kalau lihat beberapa adegan romantis yang jadinya freak kalau dilakukan orang yang nggak ganteng. Sori ya gaes, memang ini bahasannya kan soal tampan dan tidak tampan.

Coba aja misal tampang kamu pas-pasan, tapi kamu kekeuh mau gendong gebetan kamu yang kakinya keseleo, bukankah kamu akan dicap mesum? Wong datang dengan motor Satria yang boncengannya nanjak aja kamu sudah dicurigai setengah mati bakalan cari-cari alasan manuver rem mendadak untuk cari keuntungan tekanan terselubung.

Selain gendong-gendongan, adegan romantis lain yang sering dilakukan adalah: ngajak keluar cari angin tengah malam, ngajak curhat sambil mabuk-mabukan, memakaikan sepatu di tengah keramaian, itu semua niscaya akan terasa unyu bangeeeeet saat yang melakukannya adalah pria tampan, tapi terasa menyeramkan jika dilakukan pria berwajah pas-pasan. Yah, begitulah, dunia memang selalu penuh prasangka pada mereka yang kurang beruntung dalam urusan dupa, eh, rupa.

Iklan

– – – – –

Jadi gaes, kalau kelen para pria sukanya ongkang-ongkang di rumah scrolling Facebook memantau perseteruan cebong versus kampret sambil pakai sarung lalu sakaw gila buat garuk-garuk pantat dilanjut pula mengendusnya, jangan berharap deh kelen semuwa akan dipuja para wanita bak pria-pria di drama Korea.

Sebab selera perempuan makin dibentuk oleh fantasi pria-pria sempurna dalam drama Korea, dan kalau kelen para pria nggak mau upgrade diri, siap-siaplah melanjutkan garuk-garuk itu lebih lama lagi.

Jadi, ya maaf kalau sudah mengutarakan kenyataan pahit ini, tapi mau bagaimana lagi? Berwajah rupawan ala drama Korea memang menjadi poin plus tersendiri apalagi jika dibarengi dengan poin-poin di atas tadi.

Hanya saja jangan berkecil hati, yakinlah bahwa di luar sana akan ada orang yang menerimamu apa adanya. Sebab cari yang tampan, bertubuh proporsional, punya pekerjaan bagus, modis, dan romantis, plus—khusus kalau yang ini—tajir karena warisan, itu cuma bisa didapetin di depan layar laptop sambil pasang hedset malem-malem biar nggak gangguin suami yang lagi asyik tidur sambil garuk-garuk pantat sendiri.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2018 oleh

Tags: akhiBecause This Is My First LifeBoys Before FlowercebongDescendant of The SunDoctorsDokter HongDrakordrama koreaFacebookJihadkampretKoreaSatriaSe HeeSong Joong KiTommy Soeharto
Diana Nurwidiastuti

Diana Nurwidiastuti

Artikel Terkait

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO
Esai

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Dracin bukan sekadar kisah cinta lebay. MOJOK.CO
Ragam

Kisah Cinta “Menye-menye” ala Dracin bikin Hidup Perempuan Dewasa Lebih Berbunga dari Luka Masa Lalu yang Menyakitkan

6 Januari 2026
No Other Choice: rekaman betapa rentan nasib buruh. Mati-mati kerja sampai kehilangan diri sendiri, tapi ditebang saat tak dibutuhkan lagi MOJOK.CO
Catatan

No Other Choice: Buruh Mati-matian Kerja sampai Kehilangan Diri Sendiri, Usai Diperas Langsung Ditebang

16 Oktober 2025
Tinggalkan Probolinggo untuk kerja di Korea Selatan demi bantu Ibu. Dapat cuan gede malah dituduh tetangga jual diri MOJOK.CO
Ragam

Nekat Kerja di Korea Selatan demi Bantu Ibu, Dapat Cuan Gede Malah Dituduh Tetangga Jual Diri hingga Tak Mau Pulang Lagi

17 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO

Menyesal Kuliah S2 karena Dipaksa Ibu, kini Lebih Bahagia Menanam Cabai Rawit dan Berkebun

15 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.