• 535
    Shares

MOJOK.CO – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seperti Son Goku dalam Dragon Ball. Cuma melihat anak sulung saja yang dianggap punya kemampuan untuk meneruskan perjuangannya. Ibas harus tabah, nasibnya nggak jauh beda dengan Son Goten.

Kasihan betul Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Saat mendampingi kakaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan bapaknya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam acara “Muda adalah Kekuatan” (3/8) di Jakarta Theater, Ibas malah dapat tanggapan ketus dari jurnalis perihal kedatangannya dalam panggung yang disiapkan untuk anak sulung SBY ini.

Seperti yang dikabarkan dari tirto.id, Ibas yang datang dengan jas abu-abu, kembaran dengan jas yang dikenakan AHY, terlihat keluar dari tempat acara lebih dulu dari kakak dan bapaknya. Mengetahui ada banyak awak media yang menunggu di pintu keluar, Ibas tersenyum lalu menghampiri para jurnalis.

Belum sepatah dua patah kata keluar, tiba-tiba seorang jurnalis bertanya, “Mas Ibas, ngapain ke sini? Malam ini bintangnya Mas AHY, bukan Mas Ibas.” Duh, kalimat itu begitu tajam membuat situasi jelas tidak mengenakkan bagi Ibas.

Senyum Ibas pun langsung hilang, balik badan, kemudian menjauh dari gerombolan awak media.

Malam itu, Ibas memang kalah perhatian dari kakak sulungnya. Semua awak media jelas lebih menunggu bisa mendapatkan komentar langsung dari SBY atau AHY, sedangkan Ibas? Haduh, mau menyapa saja sampai dihardik begitu kejam sama jurnalis. Sedih.

Karier Ibas dalam dunia politik dari dulu sampai sekarang memang bikin baper. Ya coba bayangkan saja, Ibas sudah jauh lebih dulu nempel terus ke Bapaknya. Karier politiknya sudah lebih dulu tancap gas ketika kakaknya masih berkutat di dunia militer.

Baca juga:  Inilah Daftar Bulan Kelahiran yang Paling Banyak Dimiliki Orang

Sejak 2009, Ibas sudah sudah ikut Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan duduk di kursi Anggota Komisi I bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional di DPR RI. Pada tahun yang sama partainya jadi partai pemenang, SBY jadi presiden, semua seperti berjalan sempurna. Namun, pada 2013, Ibas secara mengejutkan mundur dari anggota DPR karena ingin konsentrasi mengurus Partai Demokrat saat ditunjuk jadi Sekjen.

Luar biasa bukan? Saat di luar sana orang-orang berebut untuk bisa maju ke kursi DPR RI bahkan sejak dari tahap partai, Ibas malah lebih memilih mundur karena begitu mencintai partai yang didirikan oleh bapaknya ini. Dan semua kerja keras dan pengorbanan itu terbayar dengan… telikungan kakaknya sendiri pada Pilkada DKI Jakarta 2017!

Kisah sedih Ibas ini mau tak mau jadi mengingatkan saya akan kisah Son Goten. Tokoh bikinan Akira Toriyama dalam serial komik legendaris Dragon Ball. Lha gimana? Mirip dengan Ibas, mau sekeras dan sekuat apapun Goten berusaha, sang bapak, yakni Son Goku tak pernah sekalipun merasa Goten punya kemampuan untuk jadi penerusnya di masa depan.

Padahal seperti Ibas, Goten juga lebih dulu bisa jadi Super Saiya saat masih anak-anak. Seperti Ibas yang lebih pengalaman dalam dunia politik ketimbang AHY. Bahkan sekalipun Son Gohan butuh waktu lama untuk jadi Super Saiya, Goku tidak pernah menyayangi Goten seperti dirinya sayang kepada Gohan.

Goten selalu kalah di mata Goku yang lebih percaya Gohan, putra sulungnya, sebagai sosok yang bisa menjaga perdamaian di bumi. Padahal Gohan sebenarnya bukanlah orang yang suka dengan pertarungan. Jiwa Gohan lebih damai, bebas kepentingan, cita-citanya pun mulia, ingin jadi ilmuwan yang berjasa pada umat manusia daripada harus jadi petarung kuat seperti Goku.

Baca juga:  Dari Amien Rais sampai Fadli Zon, Gimana Jika Tim Prabowo Jadi Sebuah Kesebelasan?

Kisah Gohan ini, sulit ditampik, hampir sama dengan AHY pada mulanya. Meskipun anak seorang Presiden, AHY sama sekali tidak tertarik terjun ke politik secara langsung. Karier militernya lancar. Ketika Demokrat goncang karena kasus korupsi Hambalang, AHY sama sekali tak terseret secara reputasi. Namanya tetap baik di mata publik, tidak seperti teman-teman bapaknya, dari Anas Urbaningrum sampai Muhammad Nazaruddin.

Sampai kemudian AHY tiba-tiba keluar dari dunia kemiliteran, lalu muncul sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 untuk bertarung menghadapi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Karier militer AHY langsung lenyap, segala pangkat dia tinggalkan, panggung baru pun disiapkan untuknya, AHY sekarang jadi politisi.

Gohan pun seperti itu. Saat bagian bertarung dengan Cell sekali pun, Gohan ingin menyelesaikan konflik dengan baik-baik. Berulangkali meminta Cell untuk menyerah saat kondisi Gohan sudah jadi jauh lebih kuat. Dan dengan terpaksa, Gohan akhirnya harus mengakhiri hidup Cell karena ngeyel setengah modiyar untuk menyerah.

AHY pun seolah dipaksa oleh bapaknya untuk maju ke dunia politik. Dari panggung Pilkada DKI Jakarta yang akhirnya kalah, sampai dengan disiapkan untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Padahal SBY sudah punya anak yang sudah lebih dulu berkarier dalam dunia politik, yakni Ibas.

Tapi tak seperti Gohan yang pada akhirnya enggan dengan dunia pertarungan dan benar-benar jadi ilmuwan, AHY tampaknya malah menikmati panggungnya dengan gegap gempita. Tentu saja dengan meninggalkan Ibas yang akan selalu jadi bayang-bayangnya, sama seperti Goten yang selalu cuma remah-remah rambak angkringan di hadapan Gohan.

  • 535
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles