Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kisah SBY, AHY, dan Ibas dalam Dragon Ball Universe

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
6 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seperti Son Goku dalam Dragon Ball. Cuma melihat anak sulung saja yang dianggap punya kemampuan untuk meneruskan perjuangannya. Ibas harus tabah, nasibnya nggak jauh beda dengan Son Goten.

Kasihan betul Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Saat mendampingi kakaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan bapaknya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam acara “Muda adalah Kekuatan” (3/8) di Jakarta Theater, Ibas malah dapat tanggapan ketus dari jurnalis perihal kedatangannya dalam panggung yang disiapkan untuk anak sulung SBY ini.

Iklan

Seperti yang dikabarkan dari tirto.id, Ibas yang datang dengan jas abu-abu, kembaran dengan jas yang dikenakan AHY, terlihat keluar dari tempat acara lebih dulu dari kakak dan bapaknya. Mengetahui ada banyak awak media yang menunggu di pintu keluar, Ibas tersenyum lalu menghampiri para jurnalis.

Belum sepatah dua patah kata keluar, tiba-tiba seorang jurnalis bertanya, “Mas Ibas, ngapain ke sini? Malam ini bintangnya Mas AHY, bukan Mas Ibas.” Duh, kalimat itu begitu tajam membuat situasi jelas tidak mengenakkan bagi Ibas.

Senyum Ibas pun langsung hilang, balik badan, kemudian menjauh dari gerombolan awak media.

Malam itu, Ibas memang kalah perhatian dari kakak sulungnya. Semua awak media jelas lebih menunggu bisa mendapatkan komentar langsung dari SBY atau AHY, sedangkan Ibas? Haduh, mau menyapa saja sampai dihardik begitu kejam sama jurnalis. Sedih.

Karier Ibas dalam dunia politik dari dulu sampai sekarang memang bikin baper. Ya coba bayangkan saja, Ibas sudah jauh lebih dulu nempel terus ke Bapaknya. Karier politiknya sudah lebih dulu tancap gas ketika kakaknya masih berkutat di dunia militer.

Sejak 2009, Ibas sudah sudah ikut Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan duduk di kursi Anggota Komisi I bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional di DPR RI. Pada tahun yang sama partainya jadi partai pemenang, SBY jadi presiden, semua seperti berjalan sempurna. Namun, pada 2013, Ibas secara mengejutkan mundur dari anggota DPR karena ingin konsentrasi mengurus Partai Demokrat saat ditunjuk jadi Sekjen.

Luar biasa bukan? Saat di luar sana orang-orang berebut untuk bisa maju ke kursi DPR RI bahkan sejak dari tahap partai, Ibas malah lebih memilih mundur karena begitu mencintai partai yang didirikan oleh bapaknya ini. Dan semua kerja keras dan pengorbanan itu terbayar dengan… telikungan kakaknya sendiri pada Pilkada DKI Jakarta 2017!

Kisah sedih Ibas ini mau tak mau jadi mengingatkan saya akan kisah Son Goten. Tokoh bikinan Akira Toriyama dalam serial komik legendaris Dragon Ball. Lha gimana? Mirip dengan Ibas, mau sekeras dan sekuat apapun Goten berusaha, sang bapak, yakni Son Goku tak pernah sekalipun merasa Goten punya kemampuan untuk jadi penerusnya di masa depan.

Padahal seperti Ibas, Goten juga lebih dulu bisa jadi Super Saiya saat masih anak-anak. Seperti Ibas yang lebih pengalaman dalam dunia politik ketimbang AHY. Bahkan sekalipun Son Gohan butuh waktu lama untuk jadi Super Saiya, Goku tidak pernah menyayangi Goten seperti dirinya sayang kepada Gohan.

Goten selalu kalah di mata Goku yang lebih percaya Gohan, putra sulungnya, sebagai sosok yang bisa menjaga perdamaian di bumi. Padahal Gohan sebenarnya bukanlah orang yang suka dengan pertarungan. Jiwa Gohan lebih damai, bebas kepentingan, cita-citanya pun mulia, ingin jadi ilmuwan yang berjasa pada umat manusia daripada harus jadi petarung kuat seperti Goku.

Kisah Gohan ini, sulit ditampik, hampir sama dengan AHY pada mulanya. Meskipun anak seorang Presiden, AHY sama sekali tidak tertarik terjun ke politik secara langsung. Karier militernya lancar. Ketika Demokrat goncang karena kasus korupsi Hambalang, AHY sama sekali tak terseret secara reputasi. Namanya tetap baik di mata publik, tidak seperti teman-teman bapaknya, dari Anas Urbaningrum sampai Muhammad Nazaruddin.

Sampai kemudian AHY tiba-tiba keluar dari dunia kemiliteran, lalu muncul sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 untuk bertarung menghadapi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Karier militer AHY langsung lenyap, segala pangkat dia tinggalkan, panggung baru pun disiapkan untuknya, AHY sekarang jadi politisi.

Iklan

Gohan pun seperti itu. Saat bagian bertarung dengan Cell sekali pun, Gohan ingin menyelesaikan konflik dengan baik-baik. Berulangkali meminta Cell untuk menyerah saat kondisi Gohan sudah jadi jauh lebih kuat. Dan dengan terpaksa, Gohan akhirnya harus mengakhiri hidup Cell karena ngeyel setengah modiyar untuk menyerah.

AHY pun seolah dipaksa oleh bapaknya untuk maju ke dunia politik. Dari panggung Pilkada DKI Jakarta yang akhirnya kalah, sampai dengan disiapkan untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Padahal SBY sudah punya anak yang sudah lebih dulu berkarier dalam dunia politik, yakni Ibas.

Tapi tak seperti Gohan yang pada akhirnya enggan dengan dunia pertarungan dan benar-benar jadi ilmuwan, AHY tampaknya malah menikmati panggungnya dengan gegap gempita. Tentu saja dengan meninggalkan Ibas yang akan selalu jadi bayang-bayangnya, sama seperti Goten yang selalu cuma remah-remah rambak angkringan di hadapan Gohan.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2018 oleh

Tags: ahokahyAkira ToriyamaAnies BaswedancawapresCelldemokratDragon BallGohangokuGotenHambalangibaskorupsiPilkada DKI JakartaPrabowo SubiantosbySon GohanSon GokuSon Goten
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Tajuk

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.