Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

Hendra Santika oleh Hendra Santika
9 Juli 2026
A A
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Ilustrasi Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dividen yang menyelamatkan cerita ini

Kalau BBRI tidak membayar dividen, mungkin cerita saya ini berakhir lebih pahit. Tapi, BBRI itu royal soal dividen. 

Ketika harga saham tertekan, dividen tetap mengalir. Dan justru di sinilah perspektif saya bergeser. Dari menyesali capital gain yang hilang, menjadi melihat BBRI sebagai mesin dividen yang sedang dijual murah.

Iklan

Dividen yang masuk ke rekening bukan sekadar hiburan. Itu semacam sinyal bahwa mesin bisnisnya masih berputar, masih menghasilkan, meski harga sahamnya sedang ditekan sentimen negatif yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan kinerja operasional perusahaan. 

Selama dividen mengalir dan labanya terjaga, saya punya alasan untuk tetap tenang. Saya juga jadi tidak tergesa-gesa mengambil keputusan yang dengan kepanikan sebagai sumbernya.

Maka saya tidak panik. Saya malah bertahap menambah posisi BBRI. Averaging down, istilahnya. Mumpung murah.

Apakah ini keputusan yang benar? Pasar yang akan menjawab. Mungkin tahun depan, mungkin tiga tahun lagi. Tapi logikanya tetap sama dengan dua tahun lalu. Bank dengan jaringan sedalam BBRI tidak mudah tenggelam. Dan saya cukup sabar untuk menunggu pasar akhirnya sependapat dengan saya.

Pelajaran dari ini semua untuk kamu yang sedang “berinvestasi” saham

Bukan berarti blue chip itu aman dari kerugian. Justru sebaliknya, blue chip pun bisa bikin rugi, terutama kalau kita masuk di harga yang terlalu tinggi dengan ekspektasi yang terlalu cepat.

Investasi saham bukan soal menemukan saham yang paling bagus lalu tidur nyenyak. Ada soal timing, harga beli, dan kesabaran yang tidak semua orang siap menanggungnya. 

Dan ada soal kemampuan membedakan antara bisnis yang sedang bermasalah dengan harga yang sedang ditekan sentimen. Yah, karena keduanya terlihat sama di layar, tapi solusinya sangat berbeda.

Ada juga soal kejujuran pada diri sendiri. Bahwa kita bisa berhitung dengan benar, dan tetap salah di mata pasar, setidaknya untuk sementara waktu. 

Tidak ada investor yang selalu benar. Yang membedakan investor berpengalaman dari pemula bukan soal seberapa sering mereka benar, tapi seberapa tenang mereka menghadapi saat-saat ketika mereka salah.

Saya juga belajar bahwa literasi investasi bukan hanya soal membaca laporan keuangan atau memahami rasio-rasio keuangan. Literasi yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa duduk tenang di tengah kerugian yang belum pulih, membaca situasi dengan kepala dingin, dan membuat keputusan berikutnya bukan berdasarkan emosi.

Buatlah keputusan berdasarkan logika yang sudah kita uji ulang. Saat ini saya masih pegang BBRI. Masih menambah sedikit demi sedikit.

Dan ANTM? Saya ikhlas. Pelajaran itu tidak gratis, tapi harganya sepadan.

Iklan

Penulis: Hendra Santika

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Belajar Trading Saham agar Cepat Kaya seperti Timothy Ronald, Malah Berujung Rungkad dan pengalaman menarik lainnya di rubrik CUAN. 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2026 oleh

Tags: aneka tambangantmbbriharga saham bbriInvestasiinvestasi sahamsahamsaham bbritips investasi
Hendra Santika

Hendra Santika

Praktisi industri dan investor dengan pengalaman panjang di sektor bisnis Indonesia. Kini aktif menulis tentang literasi keuangan dan investasi.

Artikel Terkait

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO
Esai

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO
Cuan

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO
Kilas

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO
Kilas

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

23 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.