Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Prediksi Kolombia vs Jepang: Menanti Keajaiban Mordovia

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
19 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kolombia vs Jepang| Mordovia, Rusia| Live TransTV, K Vision, Usee TV | Selasa, 19/6, 17.00 WIB | Prediksi: Kolombia menang.

Sungguh terasa kacau. Dua bulan sebelum Piala Dunia 2018 dimulai, timnas Jepang resmi memecat sang pelatih, Vahid Halilhodzic. Pemecatan seorang pelatih, biasanya dibarengi dengan naiknya harapan akan sebuah perbaikan. Apalagi, yang menggantikan Halilhodzic adalah muka lama. Ia adalah Akira Nishino, pelatih veteran berusia 63 tahun.

Iklan

Namun sayang, pergantian pelatih dari Halilhodzic ke Nishino belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ya maklum saja, pergantian pelatih hanya dua bulan menjelang Piala Dunia. Waktu persiapan yang pendek hanya menjadi sebatas mencari komposisi yang tepat. Padahal seharusnya, ketika tinggal hitungan bulan menjelang Piala Dunia dimulai, tim sudah dalam tahap mematangkan ide dan cara bermain.

Oleh sebab itu menjadi “maklum” apabila Jepang tidak mampu menunjukkan performa yang memuaskan di laga uji tanding. Selama dua bulan masa persiapan, Jepang cukup banyak melakukan laga uji tanding. Tiga kali, Nippon bertanding dengan Ghana, Swiss, dan tim muda Paraguay. Hasilnya? Dua kali kalah melawan Ghana dan Paraguay dengan skor 2-0 dan menang 4-2 atas tim muda Paraguay. Di atas lapangan, performa Jepang sungguh buruk.

Berkaca dari hasil uji tanding dan masa persiapan yang pendek, Nishino sampai berseloroh bahwa di laga Kolombia vs Jepang, sebuah keajaiban dibutuhkan. Ucapan Nishino tersebut bukan tanpa bobot. Ia adalah sosok pelatih yang pernah memantik lahirnya sebuah keajaiban. Tepatnya di Olimpiade 1996, ketika Jepang menghadapi Brasil.

Saat itu, Nishino membawa skuat di bawah usia 23 tahun, tanpa menyertakan satu pun pemain overage (Olimpiade mengizinkan sebuah tim untuk membawa tiga pemain di atas usia 23 tahun). Jepang sendiri mengandalkan Hidetoshi Nakata, yang namanya mulai dikenal setelah Olimpiade tersebut.

Di sisi lain, Brasil diperkuat nama-nama muda yang kelak menjadi legenda. Mereka adalah Ronaldo Nazario, Roberto Carlos, dan Dida. Brasil menyertakan pemain overage dalam diri Rivaldo, Bebeto, dan Aldair. Apa yang terjadi? Jepang bermain bertahan, dengan man-to-man marking ketika Brasil memasuki wilayah pertahanan mereka. Hasilnya? Jepang menang dengan skor 1-0.

Laga penuh keajaiban itu mendapatkan judul “Keajaiban di Miami”, ketika timnas Jepang muda mengalahkan Brasil yang dipenuhi calon legenda. Oleh sebab itu, ketika Nishino menyinggung soal keajaiban, segalanya terasa masuk akal. Apakah Jepang mampu mengalahkan Kolombia dan melahirkan legenda baru? Kejaiban Mordovia?

Meski “hanya” melawan Kolombia, laga ini akan sangat berat bagi Jepang. Laga Kolombia vs Jepang adalah soal kegagalan persiapan tim yang disebut kedua. Bahkan komposisi pemain utama pun Jepang belum betul-betul mendapatkannya. Semuanya didasarkan oleh hasil uji tanding yang sungguh buruk.

Itulah alasan mengapa laga Kolombia vs Jepang akan berjalan sangat berat bagi Nishino. Jepang bisa mengalahkan Brasil di Olimpiade 1996 karena persiapan yang lebih matang dibandingkan persiapan untuk Piala Dunia 2018. Sebuah fakta yang membuat Kolombia menjadi favorit untuk pertandingan ini.

Kolombia, yang masih dilatih Jose Pekerman, adalah salah satu penampil terbaik di Piala Dunia 2014 yang lalu. Kolombia hanya kalah dari Brasil di babak perempat final. Sebagian besar skuat Kolombia sendiri tidak mengalami banyak perubahan dengan dua pemain andalan mereka, James Rodriguez dan Radamel Falcao datang ke Rusia membawa performa dan kondisi fisik terbaik.

Nama pertama, oleh Nishino pelatih Jepang disebut sebagai mood maker, bukan hanya sebatas playmaker saja untuk tim Kolombia. Oleh sebab itu, mengunci pergerakan James adalah tugas esensial untuk pemain-pemain Jepang. Pekerman sendiri memberi James kebebasan yang luas untuk bergerak di semua lini penyerangan. Gelandang serang Bayern Munchen tersebut bisa menentukan hasil akhir sebuah laga hanya dengan satu umpan dan satu gol.

Kolombia, yang bermain dengan skema dasar 4-2-3-1 dan 4-3-2-1 mengisi lini tengah mereka dengan pemain-pemain box-to-box tangguh. Sumur kreativitas tim ini dipikul oleh James. Meski terdengar memikul tanggung jawab yang besar, kerja James sedikit ringan karena dilindungi gelandang-gelandang yang tangguh.

Nah, oleh sebab itu, tanpa perisiapan yang betul-betul matang, Laga Kolombia vs Jepang tentu berat sebelah. Keajaiban membutuhkan kerja keras dan Jepang punya work ethic yang mendukung. Namun, sekali lagi, tanpa persiapan, sepak bola modern bisa menghukum Jepang.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2018 oleh

Tags: Jepangkolombiakolombia vs jepangpiala dunia 2018prediksi kolombia vs jepangprediksi piala dunia 2018
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
kerja di Surabaya dengan gaji Jepang. MOJOK.CO

Pertama Kali Lamar Kerjaan dari Job Fair di Surabaya, Nggak Nyangka Bisa Dapat Cuan Senilai Perusahaan di Jepang

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.