Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arthur Irawan Merekrut Persik Kediri, PSS Sleman Full Senyum

Arthur Irawan tengah dalam misi mulia: Menyelamatkan Persik Kediri dari zona degradasi.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
23 November 2021
A A
Arthur Irawan Merekrut Persik Kediri, PSS Sleman Full Senyum MOJOK.CO

Arthur Irawan Merekrut Persik Kediri, PSS Sleman Full Senyum MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Arthur Irawan berhasil menyelamatkan PSS Sleman dari jurang degradasi. Kini, giliran Persik Kediri yang akan diselamatkan biar full senyum.

Tidak lagi mengejutkan ketika akhirnya Arthur Irawan angkat kaki dari PSS Sleman. Klub tujuan dari pemain berusia 28 tahun ini juga bukan lagi rahasia. Terutama setelah Danilo Fernando, mantan manajer PSS bergabung ke Persik Kediri. Iya, akhirnya, kabar yang dinantikan itu datang juga.

Iklan

Saya tidak tahu ada apa di belakang hubungan erat antara Arthur Irawan dengan Danilo Fernando. Mungkin memang Danilo punya pengaruh yang besar dari karier pemain yang pernah menjadi bagian Espanyol itu. Atau, bisa juga sebaliknya. Karier Danilo, bergantung ke Arthur. Ah, entah. Biarlah hal itu jadi rahasia. Tidak baik menuduh, ya. hehehe….

Lupakan soal “konspirasi” itu. Satu hal yang pasti, kepindahan Arthur Irawan ke Persik Kediri melahirkan banyak celoteh lucu. Terutama dari akun-akun yang selama ini sudah memberikan kisi-kisi soal masa depan mantan pemain PSS Sleman itu.

Salah satunya adalah akun Twitter Mafia Wasit. Ah, siapa yang tidak tahu dengan kelucuan akun sepuh itu. Salah satu celotehan yang memicu keramaian di Twitter bunyinya begini:

“Arthur Irawan merekrut klub baru untuk menambah menit bermain di musim ini. Dia adalah Persik Kediri.” Kalimat yang sungguh nakal dan mohon izin menggunakan celotehan Mafia Wasit untuk saya jadikan judul ya.

Kalimat Mafia Wasit itu melahirkan banyak celotehan yang nggak kalah absurd. Misalnya, akun @Bagusuhendrakor bilang: “Kontrak pemain yang pegang dia. Tenang, besok nginap di Hotel Paragon.”

Masih banyak celotehan yang bisa kamu cari sendiri. Selebihnya, banyak akun Twitter yang komentar cuma pakai emot tertawa terbahak-bahak. Nampaknya, banyak yang merasakan aura bahagia melihat Arthur Irawan akhirnya “merekrut” klub baru lagi. Melihat semua bahagia, saya jadi ikut bahagia. Terima kasih Mas Arthur karena sudah menebarkan virus kebahagiaan.

Setelah hengkang dari PSS Sleman, saya merasa Arthur Irawan punya banyak pekerjaan rumah. Salah satunya adalah membenahi stamina. Jangan sampai, main untuk Persik Kediri, Mas Arthur cuma main setengah babak saja. Paling mentok, cuma bisa sampai menit 60. Nanggung, mas, 30 menit lagi pertandingan selesai.

Apalagi, melihat dari posisi klub, saat ini Persik Kediri duduk di peringkat 16 klasemen Liga 1. Saya tebak, kepindahan Arthur Irawan ini untuk membantu Macan Putih terhindari dari zona degradasi. Mumpung perolehan poin dengan rival papan bawa seperti Madura United, Persela Lamongan, Barito Putera, dan Tira-Persikabo masih sangat rapat.

Jadi, peluang Persik Kediri untuk bertahan di Liga 1 masih sangat terbuka. Setelah berhasil membantu PSS Sleman lepas dari zona degradasi, saya yakin Mas Arthur punya kita-kita jitu untuk membantu siapa saja lepas dari zona merah.

Ingat, pengalaman adalah guru terbaik. Namun, kalau kelak gagal dan Persik Kediri degradasi, kita harus ingat bahwa urip kui wis ono sing ngArthur. Jadi, mari berserah kepada Tuhan saja.

Kembali ke soal stamina di atas. Saya yakin Arthur Irawan sadar betul sama kenyataan pemain-pemain lokal Indonesia. Banyak dari pemain lokal ini nggak punya stamina mumpuni untuk bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit.

Banyak yang sudah kehabisan energi semenjak menit 70. Intensitas jadi turun dan banyak tim gagal mempertahankan keunggulan. Mas Arthur sendiri cuma main sampai menit 60. Ini perlu diperhatikan, Mas. Saran saya, Mas Arthur menyewa pelatih kebugaran dan ahli gizi sendiri.

Iklan

Klub yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi seperti Persik Kediri harus bermain habis-habisan. Tidak bisa ditawar, di setiap laga harus total demi kemenangan. Nah, determinasi seperti itu harus diimbangi dengan kekuatan fisik mumpuni. Peluang kalah semakin besar kalau pemain gampang capek.

Jangan sampai, niat mulia Arthur Irawan dan Danilo Fernando pupus karena masalah stamina. PSS Sleman sekarang sudah full senyum. Sudah berhasil naik ke posisi 11 dan tidak lagi harus mengganti pemain di menit 60. Sudah full senyum itu berkat Mas Arthur. Luar biasa.

Oleh sebab itu, selamat berjuang, Arthur Irawan. Semoga Persik Kediri, mantan juara Liga Indonesia, bisa selamat dari degradasi. Namun, kalau kelak gagal dan Persik Kediri degradasi, kita harus ingat bahwa urip kui wis ono sing ngArthur. Jadi, mari berserah kepada Tuhan saja.

BACA JUGA Arthur Irawan Kuwi Sopo: Bahaya Masalah Internal PSS Sleman dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2021 oleh

Tags: Arthur Irawandanilo fernandoLiga 1persik kediripss sleman
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

PSIM Jogja Aku Yakin dengan Kamu MOJOK.CO
Esai

PSIM Jogja: Aku Yakin dengan Kamu

18 Februari 2025
SMBD PSS Sleman.MOJOK.CO
Ragam

Satu Dekade Konsistensi SMBD, Lahir dari Sleman untuk Penikmat Olahraga Indonesia

1 Maret 2024
Liga 3 Faktanya, Liga Malaysia Jauh Meninggalkan Kita MOJOK.CO
Esai

Memaksimalkan Liga 3 Sebagai Cara untuk Mengejar Ketertinggalan dari Sepak Bola Malaysia

11 September 2023
var liga 1 mojok.co
Olah Raga

Liga 1 Mau Pakai VAR, Tapi Ada 5 Syarat yang Harus Dipenuhi

18 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.