Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konsultasi Resah

Tolong Hentikan, Body Shaming itu Nggak Lucu!

Ayunda Zikrina oleh Ayunda Zikrina
26 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear Mojok dan Pijar yang baik,

Salam

Perkenalkan namaku Alexa, mahasiswi asal bandung yang sedang sangat resah dengan diriku dan lingkunganku. Aku adalah perempuan yang memiliki bobot tubuh sedikit di atas rata-rata, dan sejak SMP aku sudah terbiasa dipanggi “gendut” oleh teman-temanku. Tapi belakangan ini, panggilan itu jadi menurunkan rasa percaya diriku.

Ketika tahu bahwa teman-temanku memanggilku “gendut” Ibuku marah sekali. Tidak pernah aku melihat dia semarah itu. Dia bilang dia susah payah memberikanku nama yang cantik, dan seharusnya teman-temanku memanggilku dengan nama itu. Bukan dengan panggilan “gendut”. Tentu saja aku sebenarnya sepakat dengan ibuku, aku pikir panggilan itu bukan sebuah panggilan sayang, tapi panggilan yang sedikit merendahkan. Aku ingin teman-temanku berhenti memanggilku itu.

Kedua, aku juga menjadi sangat insecure dengan diriku. Ketika aku dekat dengan seorang laki-laki, aku takut dia—kawan-kawannya, atau bahkan keluarganya membicarakan tentang diriku. Aku pernah dekat dengan seseorang dan dia bilang teman-temannya tidak terlalu menyukaiku karena tubuhku, “coba kalau kamu diet,” dia bilang. Saat mendengar itu aku jadi sangat sedih dan kehilangan kepercayaan diriku. Aku merasa sebaik apapun diriku, semenyenangkan apapun sikapku, orang lain tetap melihatku sebagai seseorang yang “kurang” karena berat badanku.

Apa yang harus aku lakukan supaya orang lain tidak lagi memanggilku “gendut” dan aku bisa mendapatkan kepercayaan diriku lagi. Aku lelah dengan body shaming yang mereka lakukan kepadaku.

Terima kasih,

Alexa

Jawab

Dear Alexa. Terima kasih telah berbagi keresahanmu di sini.

Kita sama-sama tahu, menjadi objek penilaian orang lain berdasarkan bentuk tubuh bukanlah hal yang menyenangkan. Ditambah lagi, kehidupan sosial banyak terperangkap oleh stigma bahwa seorang perempuan yang cantik adalah yang langsing, tinggi semampai, mengenakan make-up, dll. Padahal tidak ada yang salah dengan perempuan yang memiliki berat badan di atas rata-rata. Cantik hanyalah tentang persepsi.

Beauty lies in the eye of the beholder

Apa yang dilakukan oleh teman-teman kamu dengan memanggilmu “gendut” memang sangat menyakitkan. Kamu mungkin sudah meyakinkan diri sendiri, bahkan Ibu juga turut meyakinkan bahwa tidak ada yang salah dengan penampilan kamu. Tapi, kencangnya hembusan cemoohan dari luar sana menggoyahkan kemampuan kamu untuk meyakinkan dirimu sendiri. Itu hal yang wajar. Perempuan yang kuat pun pasti bisa jadi lemah karena perlakuan seperti ini.

Apalagi jika sudah terkait dengan urusan pasangan. Perasaan rendah diri, terutama jika memang sudah terucap langsung dari mulut laki-laki itu (meskipun secara implisit) bahwa ia tidak menyukai penampilan kamu pasti menjadi pukulan berat. Perempuan punya sisi rapuhnya sendiri jika sudah “disentuh” urusan penampilan. Itu mengapa, terkadang hanya ditanya, “kok kamu gendutan?” saja, hati perempuan bisa remuk.

Pasti tidak mudah untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita tetap seorang perempuan yang cantik meskipun memiliki berat badan yang tidak ideal. Namun, justru keyakinan itulah yang kita butuhkan untuk bisa bangkit dan bangga menjadi diri kita sendiri. Jangan pernah biarkan apa yang diyakini orang lain mengubah keyakinan kita pada diri kita sendiri. Termasuk urusan penampilan.

Accept me as I am, or watch me as I go

Kita sadari saja kembali. Tanyakan pada diri sendiri, apakah dengan kondisi penampilan seperti ini, kita bahagia? Tanyakan pada diri sendiri dengan jujur tanpa memikirkan apa pendapat orang lain. Jika memang kamu merasa nyaman dan bahagia, ya mengapa harus peduli dengan apa kata orang? Sosok terpenting dan yang paling utama untuk dibahagiakan adalah diri sendiri. Kita tidak akan pernah bisa memenuhi semua keinginan orang lain terhadap kita. Dan tentu saja, kita juga bukan hidup untuk membuat orang lain senang. Kebahagiaan terpenting tetap kebahagiaan milik diri kita sendiri.

Prinsip yang hampir sama juga bisa diterapkan pada saat memilih pasangan. Awalnya terasa berat, namun akan terasa lebih lega untuk tidak mencemaskannya. Meyakini bahwa orang yang tepat dan benar-benar mencintai kamu, tidak akan menilai kamu dari penampilan luar. Karena sesungguhnya cinta itu tentang rasa, bukan apa yang tampak nyata.

Seseorang merasa penuh atau kurang itu berangkat dari keyakinan kita terhadap diri kita sendiri. Ketika kita sudah merasa bahagia, mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri secara utuh maka itu sudah cukup. Kita sudah terbebas dari kekangan stigma masyarakat luar. Kita juga akan lebih mampu menerima dan membagi cinta kasih ketika kita sudah lebih dahulu menyayangi diri kita.

Iklan

Selalu ingat, yang terpenting adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Bukan bagaimana orang lain memandang kita. Bagaimana diri kita merasa bahagia dengan cara kita sendiri, bukan memenuhi ekspektasi kebahagiaan orang lain di sana.

Kamu bisa membaca kisah inspiratif ini tentang bagaimana seorang perempuan yang merasa berat badannya di atas rata-rata, namun tetap menerima apa adanya.

Semangat selalu ya, Alexa. Dunia tidak berakhir hanya karena orang-orang mempermasalahkan penampilan fisikmu. Bisa saja malah apa yang mereka permasalahkan adalah kekuatanmu untuk menjalani kehidupan. Biarkan mereka berkata, yang penting kamu tetap berkarya. Kelak, biar semesta yang akan mendiamkan mereka.

Salam hangat dari kami di Pijar Psikologi

*Ayunda Zikrina, ex-Pemimpin Redaksi Pijar Psikologi

_____________________________________________________________________________

Punya masalah psikologis yang ingin dikonsultasikan? Tim Pijar Psikologi siap menjawab semua keresahan, kegelisahan, dan kebrutalan hidup kalian dengan serius (iya, seriusan)

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2018 oleh

Tags: Body Shaminggendutinsecurekonsultasiperempuanpsikologis
Ayunda Zikrina

Ayunda Zikrina

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

27 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.