Bertahun-tahun Tinggal di Surabaya tapi Saya Ogah Naik Suroboyo Bus Karena Ribet dan Nggak Nyaman Blas
Setelah bertahun-tahun tinggal di Surabaya, makin merasa kalau Suroboyo Bus makin tak menarik sama sekali karena ribet.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Setelah bertahun-tahun tinggal di Surabaya, makin merasa kalau Suroboyo Bus makin tak menarik sama sekali karena ribet.
Purwokerto yang belakangan disebut-sebut nyaman pernah memberi kenangan menyakitkan pada orang Surabaya, hingga tak mau lagi pergi ke sana.
Kalender Jawa dan ilmu weton makin ke sini makin disepelekan, generasi tua meyakini generasi muda bakal celaka.
Bioskop Empire XXI Jogja memang elite, tapi ternyata menyimpan banyak hal meresahkan yang sangat menggannggu.
Ngekos di Lowokwaru Malang dengan niat kuliah serius, malah terjerumus di kehidupan kotor ala mahasiswa Malang.
Seorang alumni UNY geluti bisnis cuci helm di Jogja, memang menguntungkan tapi harus sabar karena customer aneh-aneh.
Dihina mustahil kuliah karena miskin, malah keterima Akuntansi FEB UGM Jogja hingga bikin ibu yang jualan bumbu pecel nangis.
Cerita hari dari Bus Haryanto, tentang seorang kakek buta yang menempuh Semarang-Jogja sendirian demi bertemu anak yang telah sukses.
Tembalang Semarang, ternyata menyisakan sisi hitam nan kelam kalangan mahasiswa Undip yang katanya terpelajar tapi ternyata faktanya mencengangkan.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.