Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan
Angkringan Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan pejuang keluarga di perantauan di tengah makin beratnya beban finansial.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Angkringan Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan pejuang keluarga di perantauan di tengah makin beratnya beban finansial.
Dalam persaingan bisnis di desa kabupaten, ada yang lebih kejam dari sekadar perang harga dan saling tiru.
Perjalanan Kopikina dari warung kopi kecil jadi kedai kopi populer di Jakarta pakai bekal ilmu dari Inggris lewat Beasiswa LPDP.
Beberapa orang kota mengira: pensiun menyenangkan adalah menghabiskan masa tua dengan slow living di desa. Padahal, menua seperti orang desa...
Punya gazebo di halaman bikin rumah terasa paripurna. Jadi tempat terbaik untuk macam-macam hal.
Jika kantin sekolah dilibatkan dalam Program MBG: bisa pangkas anggaran dan memberi dampak ekonomi nyata. Tapi ada catatannya.
Rembang semakin tidak layak ditinggali dan dicintai karena kolot parah yang hambat kaya dan berkembang.
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z. Malah bikin tumbuh kembang bayi terhambat.
Cuti haid adalah hak pekerja perempuan yang dijamin Undang-Undang. Tapi diabaikan perusahaan karena tidak mau rugi.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.