Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,259 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Pakai Joki Tesis dengan Biaya Orang Tua demi Gengsi Gelar S2, Ujungnya Karier Tetap Nggak ke Mana-mana
Gelar S2 semula dibayangkan penuh gengsi untuk mengejar karier, sampai dikejar pakai joki tesis. Ternyata ujungnya tak ke mana-mana.
4,8 Juta Anak Muda Jadi Pengangguran: Kalah Modal Capital, Pekerjaan yang Ada Tak Jamin Kesejahteraan
Hampir 5 juta anak muda di Indonesia jadi pengangguran. Sebab, general skills yang dimiliki tidak cukup menjadi modal di dunia kerja.
Ungkapan “Gak Srawung kalau Mati Gali Kubur Sendiri” Sudah Basi, Mending Jaga Diri dari Teman Toksik dan Crab Mentality
Ungkapan “Nggak srawung kalau mati gali kubur sendiri” sudah tidak menakutkan lagi. Lebih menakutkan srawung sama teman tukang judi slot dan crab mentality.
Ujian Ormas jika Masuk Ruang Politik: Nilai Dasar yang Semula Dijunjung Tinggi Bisa Ternodai
Ketika ormas berubah dari perjuangan nilai ke kepentingan politik, nilai-nilai yang semula dijunjung tinggi bisa berpotensi ternodai.
Orang Miskin di Desa Nekat Utang buat Gaya Hidup: Gara-gara Putus Asa dan Muak Diinjak-injak Mulut Tetangga
Orang miskin di desa nekat utang karena putus asa dan muak diinjak-injak. Mau cuek dengan standar sosial tapi tertusuk mulut tetangga.
Sesal Tinggalkan Bali untuk Kerja di Nganjuk Gara-gara Ibu, Tak Disrawungi Tetangga karena Ekonomi
Pemuda desa tinggalkan pekerjaan di Bali untuk kerja di Nganjuk gara-gara ibu. Berujung menyesal tak bisa kejar standar sosial.
Kuliah UT bikin Tak Khawatir Soal Kerja, Tak Cuma Dapat Ijazah tapi “Modal” Daya Tawar
Universitas Terbuka (UT) punya sebuah unit yang bisa buka jalan karier mahasiswa dan alumni. Lulus tidak bingung soal pekerjaan.
Sastra Koding, Ketika Penulis Tak Lagi Berkuasa Penuh atas Cerita
Sastra Koding mempertemukan sastra dan pemrograman dalam satu proses penciptaan karya. Dengan memanfaatkan kode dan AI, cerita dapat berkembang atau berubah mengikuti pengaturan tokoh, latar, peristiwa, dan berbagai parameter lainnya.