Festival HAM 2024 Bukan Sekadar Selebrasi, Buah Manis 10 Tahun Upaya Menciptakan Ruang Aman dan Inklusif di Daerah
Festival HAM 2024 oleh Komnas HAM, INFID, KSP dan Pemkot Bitung bukan hanya sekadar selebrasi formalitas belaka.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Festival HAM 2024 oleh Komnas HAM, INFID, KSP dan Pemkot Bitung bukan hanya sekadar selebrasi formalitas belaka.
Muhammadiyah sebenarnya tak butuh tambang seperti PBNU, tapi tetap diambil karena punya cara kelola yang berbeda.
Anggota perguruan silat SH Winongo merasa lelah dan resah karena kerap berseteru dengan PSHT karena merasa paling tua.
Pacet Mojokerto dulu jadi salah satu tempat pensiun di Jawa Timur karena banyak wisata, tapi kini malah kena stigma.
Gedung tua SIOLA di Jalan Tunjungan punya museum untuk romantisasi Surabaya, sejak 1877 jadi saksi kegagalan banyak orang.
Club jadi air minum andalan di warung Madura dan bagi perantau miskin di Surabaya karena murah dan menyegarkan.
Kegoblokan saat merantau di Cikarang, gaji kecil di bawah UMR malah ludes buat hidupi preman, ujungnya bernasib tragis,
Suara-suara dari bawah yang tak terdengar ke Muhammadiyah ketika dalam persimpangan susul PBNU urus tambang.
Banser, organisasi semi-otonom di bawah NU kerap kali menjadi sasaran caki maki, padahal punya niat tulus berbuat baik.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.